Semakin banyak orang-orang yang memutuskan untuk tidak menikah (secara sah), dengan alasan sudah banyak bukti bahwa kebahagiaan yang dicari justru tidak ditemukan di dalamnya.

Qomm masih ingat kata-kata yang pernah dilontarkannya dulu, waktu ia masih abege,  “Aku nggak mau nikah, mau  jadi wanita karir aja,” yang langsung ditertawakan oleh sepupunya yang lebih tua.  Tapi sepupunya tidak tertawa karena geli saja, tapi juga khawatir.  Buktinya ia langsung menukas, “Hei, orang itu musti menikah supaya punya anak.”  Yang lalu ditukas lagi, “Ah, ngapain punya anak, malah repot!”

Sepupunya memang kurang pinter berargumen, tapi percuma juga berargumen dengan orang yang masih kurang akalnya.

Bila sepupunya mengerti ilmu psikologi, dia pasti akan menganalisa mengapa Qomm bisa melontarkan kalimat mengejutkan dan belum familiar pada masa itu.  Qomm merasa dia dan adiknya yang ada 3 orang hanya merupakan beban bagi orang tuanya.  Buktinya, Qomm dan saudara2nya dibesarkan terpisah.  Qomm dibawa nenek dan kakek sejak usia 3 bulan, dan tinggal di sana hingga tiba saatnya hidup mandiri.  Adik-adiknya pun satu demi satu tinggal bersama nenek, karena orang tuanya selalu berpindah-pindah rumah dan rumahnya selalu kecil dan berantakan sehingga tidak nyaman untuk menampung anak-anak.  

Di mata Qomm kecil, itu adalah bukti ketidakmampuan kedua orangtuanya dalam membiayai, membesarkan, memelihara dan mendidiknya.  Tidak heran Qomm tumbuh liar dan memberontak dari nilai-nilai apapun yang dicoba ditanamkan oleh keluarganya yang lebih tua.

Nilai apapun yang dicoba ditanam, menemui tanah yang keras dan kering.  Seharusnya mereka menyiraminya dulu dengan apa yang dibutuhkan Qomm.  Qomm anak yang memerlukan sentuhan fisik agar bisa menerima sentuhan batin.  Sayangnya keluarganya bukanlah keluarga yang senang memeluk satu sama lain.  Qomm yakin, bila sedari kecil ia telah menerima pancaran energi tulus dari keluarganya, maka Qomm bisa berkembang menjadi lebih besar lagi daripada sekarang.  Wallahualam.

Mengenai berbaliknya hati Qomm yang enggan menikah menjadi ingin menikah, ceritanya sangat panjaaang sekali.  Namun motivasi utamanya karena Qomm ingin memeluk dan dipeluk secara lahir maupun bathin, dengan cara yang diridhoi Allah.

Qomm ingin menyarankan :  peluklah keluargamu.   Pelukan mencairkan hati yang keras, kering dan pahit.  Pelukan akan mengkoneksikan energi antar individu yang memiliki  keterkaitan DNA dan menjadi pendorong yang kuat bagi pencapaian suatu cita-cita bersama.  Pelukan menyempurnakan manusia dengan menyatunya lahir dan batin dengan belahan jiwa. 

Dan bila seseorang memeluk seseorang yang bukan muhrim namun dicintainya semata karena syahwat, maka Allah swt telah menyatakan dalam Al Qur’an surat Az Zukruf ayat 67:

Orang-orang yang akrab saling kasih-mengasihi pada hari itu (kiamat) dan sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” 

Peluklah suamimu, peluklah istrimu, peluklah anak-anakmu, peluklah orang tuamu dan muhrimmu.  Mereka adalah orang-orang yang halal untuk dipeluk.  Memeluk orang yang tidak halal adalah perbuatan maksiat kepada Allah,  dan Allah telah menggambarkan bagaimana orang-orang yang tadinya saling mencintai di dunia, namun pada hari pengadilan di akhirat nanti saling bertengkar dan bermusuhan.

Qomm tidak perlu ada alasan khusus untuk memeluk.  Qomm tidak perlu berpikir lama-lama untuk memeluk.  Qomm menjadikan pelukan dalam keluarga sebagai gerak refleks yang terjadi bila dua tubuh berada dalam radius kurang dari jangkauan tangan, dan ini telah dimulainya semenjak awal pernikahan.  Qomm tidak ingin mengulangi kesalahan yang telah terjadi di masa ia kecil.   Hubungan Qomm dengan kedua orang tuanya semakin erat dan semakin erat, walaupun pertama kali merasa kaku ketika memeluk cium papa dan mamanya. 

Qomm merasa sangat diberkahi ketika melihat benih yang ditanamnya kini telah menunjukkan hasil berupa kehangatan yang sangat dalam ketiga generasi keluarga yang ada pada masa hidupnya.  Apalagi ketika kehangatan itu mulai tersebar ke sanak kerabat dan tetangga.  Kebahagiaan itu bukan impian lagi kini.   Qomm telah mewujudkan surga dunianya.

Ketika Qomm belum bisa berbicara ‘i love you’, ‘ibu/ayah sayang kamu, nak’, ‘bagaimana kabar kesayangan (ibu/ayah) hari ini’, ia latihan dulu di cermin.  Pertama kali dan berkali kali sesudahnya, bahkan hingga sekarang, mata Qomm suka berkaca-kaca kala mengucapkannya.  

Qomm ingin seseorang juga mengucapkan kalimat itu padanya kala ia kecil.  Namun waktu tidak dapat diputar ulang, oleh karenanya Qomm tidak menunggu.  Ia tak kan biarkan para permata hati menunggu, ia katakan ia sayang mereka sejak mereka lahir, sekarang, besok, tidak menunggu.  Karena usia Qomm dan parakesayangannya hingga di mana siapa yang tahu…

34 pemikiran pada “Kamar Sutra

  1. Wah, kirain ada tulisan x-rated nya (penonton kechewa).😉
    Well, TD, we had our ups and downs in the past, but we’d never regret them, right? I’ve learnt to forgive and forget, and see everything from the bright side. We wouldn’t be here if we didn’t pass through those situations, I guess. Everything has changed, to a better way….n_n. ps: I love you!

  2. Persis banget ma apa yang aku rasain sekarang hahahaha! Maklum masih 25thn (jalan 26 siiihhh) tapi ko kayaknya males ya merit. Serem aja. Pas abege malah kebelet pingin merit. Kebalik ya!?:mrgreen:

    Salam kenal mba. Nyasar nih jadi sekalian komen aja.

  3. hai Marisa, salam kenal ya.. terima kasih udah mampir walaupun nyasar. bisa dibilang kita bakal menikah kalo memang sudah ‘saatnya’. jadi enjoy aja masa bujangan… just don’t do anything stupid. kala ‘the right man’ udah datang, kamu akan tahu… dia akan memperlakukanmu dengan benar.

  4. hiks… jadi terharu….
    btw, yg komen di sini temen baru smua ya, jangan-2 ngeliat posting ini krn googling pake keyword “kamasutra”.. hehehe….😀

    1. SAYA SUDAH MERASAKAN INDAHNYA
      DAN TENANGNYA PELUK DAN CIUMAN ORANG TUA DAN ORANG YANG SEDARAH DENGAN SAYA . EMMMMMMMMM RASANYA SEPERTI DISURGA…………….

  5. Assalaamu’alaikum Dina….
    Aku baru bkcimpung (emang kolam?)di dunia blog. Masih ingat aku kan, teman lama F114. Sekarang aku+walid domisili di Sidoarjo.
    Senang dan berkaca-kaca banget membaca posting2 Dina. Kamu selalu membuatku kagum dan bersyukur pada Allah telah dipertemukan dengan mu.

  6. Ati, dikauhkah itu? Alamat blognya mana, kan aku pingin mengunjungi balik toh.
    Ati bagiku selalu menjadi figur yang lurus tapi juga kocak mirip kanak-kanak… walaupun sekarang mungkin lebih mirip induk ayam ya hihihi…
    Ti, lebih baik jadi mantan perampok daripada mantan kyai, bukankah begitu?

  7. Ya, betul!
    Tapi blogku masih sederhana dan sepiiii, banget. Makanya sehari bisa 5-6 kali kukunjungi sendiri. Yah, mulai dari diri sendiri. (Mulai bosan, maksudnya)
    Aku, induk ayam? Kekecilan. Ntar lihat sendiri deh, sebadak apa diriku kini,hiii….
    (Jangan2 gara2 dulu sering kau beri bubur bayi sehat??)
    Tepat sekali Dina. Yang penting endingnya. Seburuk apapun awalan yang kita buat kalau DIA sudah menghapusnya, tinggal catatan2 kebaikan yang terbaca. Begitu juga sebaliknya.
    Oke Mama Salman, kutunggu dikau mampir ke http://khalifatur.wordpress.com.

  8. setujuuuuuuuu bgtttt…..mba… Emmm jd terharuuuu neh…. Rasanya dah ga sabar punya bayi kecillll yg lucu…. Aset aq dan suami…. Dunia dan akhirat. Lanuzkan dakwah nya. Thanks ya……

    Alhamdulillah… selamat ya sayang…🙂 Biarkan cinta itu mengalir dan mewujud di antara kalian berdua. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, penuh cinta dan kasih sayang.

  9. cerita bagus tapi kurang ditel
    inti dari cerita itu adalah keluarga no1
    pernikahan itu wajip hukum nya dalam agama maupun negara

    Terima kasih Aank, saya hanya bercerita pengalaman pribadi.

  10. pretty touch..banyak pengalamn yang ditularkan teman-teman saya bahwa mengawali itu sangatlah sulit, tp memang harus konsisten dan perlu mengeluarkan kesabaran ekstra untuk merubah tradisi keluarga yg mengalami hal seperti itu..salam kenal mbak Dina..

    Benar sekali dek.. (eh aku panggil dek karena aku dipanggil mbak ya heh). Dan konsistensi itu juga didorong oleh visi yang kuat terhadap hasil yang ingin dicapai. Selebihnya, tawakkal… dan bersyukur.. Allah menepati janjinya untuk menambahkan nikmatnya dengan mempermudah jalan mencapai visi itu bila kita bersyukur menghadapi setiap ujian.
    alhamdulillah saya sangat senang dengan kehangatan keluarga saat ini, dengan trend yang semakin membaik🙂

  11. Jadi ingat diri sendiri .. punya orang tua super sibuk membuat saya merasa kesepian.. jadi ketika punya anak, saya nggak mau seperti itu. Bagus*lovelove

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s