Sands of TimeMalam ini.  Perwujudan dari imajinasi malam-malam sebelumnya : aku sedang mengetik secara acak, jariku berlomba mengikuti jejak pikiranku, dan ada banyak perhentian di sana.  Suara mesin AC kamar yang menderum lembut.  Mungkin juga segelas teh hangat.

Keciak  manja tuan Ib sudah tak terdengar lagi. Biasanya dia akan meramaikan di background ‘bubuuu… iiii  bubuuuuu tengok  inii………………  bubu maaaaah….’  Dan sang Ayah hanya melirik sebentar, sebagai rehat sedetik dari layar hpnya, lalu mengalihkan pandangan padaku.  Seperti malam-malam kemarin.

Oh ya.  Sekarang usiaku sudah resmi 42 tahun.  Dan aku memutuskan untuk memulai lagi aktivitas yang sudah lama kutinggalkan, dengan alasan yang sangat berat:  tidak mau menulis apapun lagi kecuali yang bermanfaat bagi orang yang membacanya.   Tapi, aku butuh menulis.  Aku, perempuan yang langsung merasa capek kalau diharuskan bicara. Hanya lewat tulisan saja pikiranku bisa mengalir. Izinkan aku.

Beberapa  malam lalu, tiba-tiba ia datang.

Siapa kamu?  Aku, Qomm, yang biasa.

Mau apa?  Aku mau menemanimu, ngawur melantur ke mana kau suka.

Alhamdulillah, you’re back!   😀  *Senyumku pasti lebar sekali sekarang.*

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s