Guruku dulu pernah berkata, akan ada suatu waktu dalam hidup manusia di mana dia akan mempertanyakan jati dirinya.  Siapa dia sebenarnya? Untuk apa dia diciptakan?  Mengapa?  Bagaimana seharusnya dia berbuat?    Tahukah kawan, bahwa semuanya telah dijelaskan dalam Al-Qur’an,  tuntunan hidup bagi seluruh makhluk, jin dan manusia.  Namun ada yang mempercayainya, ada yang tidak.  Dan bahkan hal itu pun, diperinci dalam Al-Quran (bahwa akan ada yang percaya, ada pula yang kafir).    Di bawah ini saya kutipkan terjemahan Al-Insaan (QS 76: 1-31).

Bismillaahirrohmaanirrohiim….

  1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
  2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
  3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
  4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.
  5. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.
  6. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
  7. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana.
  8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
  9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
  10. Sesungguhnya Kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.
  11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.
  12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,
  13. di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.
  14. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
  15. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,
  16. (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.
  17. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.
  18. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.
  19. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.
  20. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
  21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.
  22. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).
  23. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.
  24. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
  25. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
  26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
  27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
  28. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka
  29. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.
  30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  31. Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang dzalim disediakan-Nya adzab yang pedih.

 

Allah memulai penjelasannya yang Agung tentang manusia  dalam surat Al-Insaan, dengan sebuah pertanyaan pancingan, yang kebenarannya mutlak.  Kemudian adalah penjelasan cara Allah menciptakan manusia, dan apa yang Allah lakukan padanya setelah dia tercipta (mengujinya dengan perintah dan larangan),  tentu setelah manusia itu diberikan kemampuan mendengar dan melihat supaya dia mendapat informasi.  Dan diberinya manusia tentara jasad yang  memiliki lidah, tangan, kaki untuk berbuat, dengan hati sebagai rajanya/pusat pembuat keputusan, dan otak sebagai perdana menterinya/penasihat (Ihya Ulumuddiin – Imam Al-Gozhali).

Kemudian ketika Al-Qur’an itu turun…  manusia ada yang tunduk dan berserah diri pada Penciptanya.  Mereka mau melaksanakan perintah Allah semampu mereka, pun menjauhi larangan-Nya semampu mereka.   Mereka menerima bahwa yang Wujud itu hanyalah Allah, oleh karena itu mereka tidak memuja yang lain yang ada di dunia: harta, jabatan (posisi di masyarakat),  pasangan hidup (istri/suami/anak atau manusia lain seperti  artis, selebritis, politikus, ilmuwan dsb),  atau….  diri sendiri (narsistis).   Memuja selain Allah, atau menduakan Allah dengan selain-Nya adalah perbuatan syirik, yang tidak diampuni oleh Allah.  Banyak manusia yang lalai, mengira bahwa berhala itu berbentuk patung saja,  padahal bentuknya bisa bermacam-macam.    Ada berbagai macam bentuk syirik, dari yang paling besar hingga yang paling kecil.  Bentuk syirik yang sering tidak disadari manusia adalah riya, atau sikap yang tujuan utamanya ingin dipuji oleh orang lain, ingin menyenangkan orang lain, mendapat ridho orang lain.  Pencitraan semata.

Ada pula yang menolak, tidak percaya, tidak mau menyembah Allah.  Mereka memilih menyembah apa yang ada di dunia, atau merasa diri ‘eksis’ dan melupakan bahwa semua ini adalah ciptaan Allah semata, bukan karena mereka memiliki kekuatan sejati.  Mereka ini yang disebut orang-orang yang kafir (unbeliever).  Tidak mengherankan bukan, bila Allah Murka pada orang-orang yang seperti ini.  Makhluk ciptaan berlaku sombong terhadap Pencipta-Nya… masya Allah… padahal telah turun Al-Qur’an, yang diturunkan oleh Tuhan yang sama yang telah menurunkan Taurat, Zabur dan Injil…

Dan ada pula  atau memilih keyakinan (aqidah)  lain yang tidak ada petunjuk dari-Nya.  Mereka mengada-adakan sesuatu dalam hal keyakinan, yang tidak dicontohkan Rosulullah.  Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang tersesat.

Namun menjadi kafir, tersesat, atau beriman, itu semua tergantung pada Kehendak-Nya.  Yang dapat manusia lakukan adalah meminta pada-Nya.    Layak saja kan,  bila setiap permintaan  dikenai syarat oleh yang dimintai, agar permintaannya dapat dipenuhi?  Seperti bila kita mengajukan permohonan kredit ke bank, bukankah ada bejibun syarat yang harus dilengkapi?   Allah menguji kita dengan perintah dan larangan.  Barang siapa yang menaatiNya, sebagaimana yang telah diperinci dalam KitabNya, maka surga adalah tempat kembali yang kekal,  sebagai balasan atas kesabaran mereka menjalani ketetapan Allah di dunia.   Dan bagi yang tidak taat, wajar jika Allah mengancam mereka dengan azab yang pedih, karena Allah Maha Adil dan tidak menzalimi makhlukNya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berjalan di atas keyakinan yang lurus kepada Allah…. Jalan di mana rohmat dan ampunan-Nya begitu besar…  tak terbatas.

Ya… Allah… Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.  Tunjukilah kami jalan yang lurus.. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

(Al-Faatihah : 5 – 7)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s