Sewaktu kami memutuskan untuk mendaftar berangkat haji  pada Des 2008, ada teman bertanya : Mengapa tidak memanfaatkan fitur ONH plus yang bisa lebih cepat  waktu keberangkatannya, dan lebih singkat periode perjalanannya?    Kami waktu itu memiliki alasan utama: kondisi kesehatan yang masih disangsikan, berhubung  kepala saya masih dalam rangka pemulihan pasca perdarahan dan gegar otak.  Karena di tanah suci cuaca ekstrim, dan rawan meningitis. 

Keputusan untuk melaksanakannya secara reguler, memberikan kami waktu untuk pemulihan dengan melalui waktu tunggu antrian beberapa tahun.   Alhamdulillah panggilan Allah sampai pada kami setelah menanti selama 3 tahun, pada tahun 2011 M/1432 H ini.

Ternyata,  selain pertimbangan di atas, melaksanakannya secara reguler dirasakan oleh kami merupakan pilihan terbaik yang pernah kami putuskan.  Selama hari-hari di Mekkah kami puas mengeksplorasi kota (baca: belanja-red)  dan bisa memiliki waktu lebih lama bermesraan dengan Ka’bah dan Masjidil Harom,  selain bisa melaksanakan umroh lebih sering.  Demikian pula arba’in-an di Masjid Nabawi Madinnah, merupakan training secara militan selama 8 hari untuk tidak melalaikan waktu sholat dan melaksanakannya secara berjama’ah, khususnya bagi laki-laki yang memang seharusnya sholat berjama’ah di mesjid.

Namun tentunya setiap orang punya pertimbangan berbeda, dan terbaik untuk kami belum tentu terbaik untuk orang lain.   Allah telah menjadikan kita berbeda-beda bukan hanya dalam segi  suku, warna kulit, bahasa dan budaya.   Namun juga latar belakang, kepentingan, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, bahkan niat tiap-tiap orang untuk satu aktivitas yang sama,  dan segala hal yang lainnya.   Perbedaan adalah sesuatu yang diciptakan Allah supaya kita saling kenal mengenal, dan itu merupakan berkah.   

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS-49 Al Hujuraat – 13)

Dipandang dari aspek ekonomi, adanya perbedaan telah menciptakan berbagai peluang bisnis untuk memenuhi kepentingan tiap-tiap pangsa pasar yang berbeda.  Dipandang dari segi seni, sosial dan budaya perbedaan menyuguhkan warna warni indah di dunia ini.  Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Subhanallah…….. Allahu Akbar!  Allah Maha Mengetahui apa yang tidak diketahui oleh manusia.

Perbedaan merupakan hal yang sangat mewarnai perjalanan haji kami.  Di tanah suci Mekkah dan di Madinah, di mana pun kami berada, selalu berpapasan dengan orang dari lain negara dan berbeda warna kulit dan bahasa.  Orang Indonesia yang paling banyak pun, bahasanya berbeda-beda.   Namun perbedaan itu tidak mempengaruhi komunikasi kami, karena bahasa isyarat sudah bisa menyampaikan inti pesan secara layak tanpa embel-embel .  Sedikitnya pengetahuan mengenai bahasa negeri dari rekan sholat berjama’ah di sebelah kiri dan kanan kita bahkan mengurangi peluang untuk mengobrol ngalor ngidul. Hehe.. setidaknya untuk yang suka mengobrol seperti saya, sering sekali terjerumus  ke dalam obrolan lain yang tidak penting atau dilarang Allah seperti ghibah.  Jadi waktu di Harom/mesjid Nabawi dapat dihabiskan untuk berzikir/membaca Al-Qur’an kalau tidak sedang thowaf/sa’i.   Untunglah teman-teman sekamar saya sepakat untuk tidak saling ketergantungan, jadi berangkat ke/pulang dari mesjid menurut waktu yang dirasa nyaman oleh masing-masing, tidak harus berbarengan yang mengakibatkan harus saling menunggu.

Betapa banyaknya berkah dari perbedaan tersebut, bila kita dapat menyikapinya dengan bijak, dengan cara mengembalikan semuanya kepada (tuntunan) Allah dan Rasul-Nya!

Iklan

3 pemikiran pada “Haji dan Perbedaan

    1. Sebenernya blom puas, pingin balik lagi hehehe… secara di sana tax free untuk semua barang gicu loh..
      Yang membatasi cuman quota barang bawaan masuk ke pesawat!

      Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS Al Baqoroh 198)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s