Ramadhan baru saja lewat.

Ketika mendengar orang berkata : ‘Aku sudah merindukan Ramadhan lagi’, aku bertanya-tanya apa motif dibalik pernyataan itu.  Tentu itu bukan urusanku.  Urusanku, hanyalah, di bagian mana aku akan setuju dengan  mereka.

Ini ada beberapa pilihan motif :

  • Karena jam kantor jadi lebih singkat untuk kebanyakan instansi/perusahaan.
  • Karena ada saat buka puasa yang istimewa, jadi merasa sah untuk mengadakan berbagai macam penganan, yang jarang/tidak pernah diadakan sebelumnya.  Maksudnya sebagai reward karena telah menahan diri di siang harinya.
  • Karena suasana sahur yang hangat bersama seluruh keluarga, di waktu sepertiga malam terakhir yang tenang  dan nyaman,  mengetahui bahwa di seluruh dunia, muslim sedang melakukan hal yang sama.
  • Karena ada tambahan penghasilan berbentuk THR.
  • Karena perputaran barang dan makanan di pasar jadi lebih kencang, karena ada unsur THR, acara mudik dan merayakan lebaran.
  • Karena ini saat yang tepat untuk mengontak orang-orang dekat yang jarang kita temui sehari-hari.
  • Karena orang sedang dalam mood berbagi, jadi banyak makanan/pakaian gratis dibagi-bagikan.  Tentu saja termasuk angpau lebaran.
  • Karena di malam hari bulan Ramadhan, suasana begitu hangat dengan suara takbir dari yang sedang sholat tarawih dan bacaan Al-Quran.
  • Karena hanya di hari-hari dan malam-malam bulan Ramadhan, muncul satu rasa khusus yang tak dapat dijelaskan, yang melesak di dalam tenggorokan, menyimpul di perut, sulit untuk dinyatakan.
Sepertinya aku yang terakhir ini deh.
Iklan

Satu pemikiran pada “Apa yang kau rindukan dari Ramadhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s