Bila segala sesuatu di dunia ini mengalami siklus, maka aku sah saja bila mengklaim kemarin-kemarin adalah siklusku tidak semangat ngeblog.   Bukan.  Bukannya tidak ada sesuatu pun yang bisa kuceritakan di blog.  Memangnya aku sudah mati?  Tapi memang ada alasan lain.

Aku sungguh kesal dengan kenyataan bahwa salah satu blogku raib begitu saja.  Tanpa babibu tak bisa kuakses lagi isinya, tabungan ceritaku setahun penuh.   Tanpa permohonan maaf  pula dari pengelolanya.  Tidak, aku tidak akan menyebutkan siapa.  Bukan dari penyedia blog umum terkenal seperti yang telah eksis  selama ini, jangan khawatir.

Sebenarnya aku juga tak perlu gusar seperti ini.  Karena di dunia ini memang tak ada yang abadi.  Semua yang kuceritakan di sini, aku hanya berharap anak-anakku sempat membacanya sekali waktu kala mereka  akil baligh nanti.

Dicetak menjadi sebuah buku?  Diabadikan dalam cakram padat?  Boleh juga.  Namun adakah jaminan kedua bentuk itu dapat diakses pada saat mereka dewasa  nanti?  Sepertinya menorehnya di atas batu lebih menjamin keterbacaan  ;)

2 pemikiran pada “Prasasti Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s