“Robba-na…

Robba-na….

Dzolam-na…

Anfusa-na……

Disela-sela isakan, makhluk ciptaan terkasih dari Sang Maha Pencipta itu memelas, menghamba, mengiba, menyesali perbuatannya menuruti godaan iblis.

Adam kubayangkan memanjatkan doanya dalam sunyi, malu terlihat oleh siapapun,  karena pelanggarannya terhadap perintah Yang Terkasih, pelindungnya, pengayomnya, pemberi segala-galanya, sumber hidupnya. Kemudian dilanjutkannya dengan kalimat yang menyatakan rasa penyesalannya yang amat,

“Wai(n)lam taghfirla-na…

Watarham-na…

Lanakuuna-na…

minal khootsiriin…

Tak dapat lah kubayangkan hubungan yang lebih mesra dari yang telah terjadi antara Adam, si makhluk ciptaan utama, dengan Khaliq-nya Allah Swt, saat kupanjatkan do’a yang sama di sunyi malam, di ketenangan pagi.

“Robba-na… Tuhanku… Tuhanku.. Telah kusakiti sendiri diriku… Maafkanlah aku…. Bila tak Kau ampuni diriku…. Maka ku kan masuk ke golongan manusia merugi… Jauh dari rahmatMu… tak mampu aku… tak kuasa aku… Tuhanku… sayangi aku….”

Iklan

2 pemikiran pada “Do’a Adam

  1. Dalam kesunyian malam, kubaca tulisan ini.

    Dalam keheningan pagi, kubaca komentar ini. Halah 🙂 Seluruh manusia akan bisa menjalani hidup dengan bahagia, bila terus tersambung dengan rahmat Allah, ya Masgi :)</strong>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s