Bismillah..

Hari ini tanggal 1 Muharram 1432H, tahun baru umat Islam di seluruh dunia. Indonesia memperingati hari ini dengan menandai kalender dengan warna merah. Tahun 2010 ini kebetulan bertepatan dengan hari Selasa. Jadi kantor dan sekolah meniadakan kegiatan rutin pada hari ini.

Di pagi ini, di 1 Muharram, hujan tadi malam menunjukkan jejaknya di mana-mana. Halaman basah di beberapa tempat tergenang air. Langit pun berwarna abu-abu. Matahari yang masih senang bertirai mendung, seolah mengajak manusia-manusia untuk turut berselimut mencari kehangatan di tempat tidur masing-masing. Di tengah godaan yang maha berat, aku beruntung dijadikan seorang ibu. Seorang ibu tentunya memiliki kewajiban untuk menyiapkan rumah yang hangat dan layak huni setiap saat. Jadi aku bergegas memanaskan air untuk mengisi termos, siapa tahu ada yang mau dibuatkan kopi pagi-pagi. Dari situ berlanjut ke pekerjaan lain, pekerjaan rumah yang kata orang nggak ada habis-habisnya.

Aku tidak akan membiarkan hari ini lewat tanpa kesan, demikian tekadku kemarin. Karena aku muslim, dan seharusnya tahun baru dijadikan pancang untuk memulai sesuatu yang baru dan lebih baik dari tahun yang berlalu tentunya.

Setelah sholat subuh, ayah mengumumkan badannya meriang. Sudah seminggu ini ayah merasa kesehatannya terganggu, jadi aku biarkan pasien satu ini rebahan lagi.  Bagaimana pun, ayah telah menunjukkan daya juangnya selama sakit dengan tetap berfungsi sebagai kepala keluarga yang baik. Pada hari libur di tengah hari-hari kerja ini aku maklum bila beliau ingin beristirahat.

Aku juga ingin. Sebenarnya. Tapi hari ini 1 Muharram. Harus ada yang berbeda khusus untuk hari ini, yang kucamkan dalam hati menjadi hari pertama bulan pertama untuk kehidupanku yang kutekadkan harus selalu lebih baik dari sebelumnya. Membina mentalku dengan cara meningkatkan semangat untuk berjihad kubro, mengalahkan hawa nafsu diri.

Setelah sholat dhuha, anak-anak yang telah aktif sejak pagi kubiarkan berisik di tengah rumah. Ini membangunkan ayah, yang lalu mengecek posisi istrinya yang telah membiarkan kondisi ini berlarut. Melihat istrinya masih bertudung mukena di atas sajadah sambil memangku netbook, ayah pun langsung mengambil air wudhu. Alhamdulillah.

Pagi mendung ini, aku berjanji untuk terus berusaha mengalahkan diri sendiri. Aku yakin di saat nanti, aku akan dapat mengenang hari khusus ini dengan tanpa penyesalan.   Secara hari ini, 1 Muharram gitu loh 😀

Allahu Akbar! 😀

Iklan

3 pemikiran pada “Pagi Mendung di 1 Muharram

  1. amin amin amin 🙂
    walau saya mengaminkan, rekan2 perlu tahu bahwa ada satu yg ingin saya cegah, yaitu saya ingin mencegah rasa kecewa yg timbul akibat berharap terlalu banyak pada indonesia, pemerintahnya, maupun makhluk2 fana yg lain. mereka sangat tidak bisa diandalkan!
    lebih baik berharap pd diri sendiri, untuk memacu diri, dan sisanya, berharap hanya pada Allah swt.

  2. Membayangkan perempuan itu, yang masih bertudung mukena di atas sajadah sambil memangku netbook.. 😀

    ah D, yang selalu dengan kekuatannya itu
    menulariku seketika.

    met tahun baru, sista..

    Ahaha jaadi maalu… :”)
    Kalau pun aku lagi nggak kuat, nakja nggak kan pernah tahu 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s