Maaf, kalau aku datang dan pergi seperti angin, sesukaku aja dan tanpa bekas.  Bila energi yang terkumpul cukup bagiku untuk meninggalkan jejak, maka hasilnya akan seperti badai baru lewat.  Mungkin.   Sekian lama mampir tanpa jejak apapun, maka pasti ada sesuatu yang mendorongku untuk kembali memposting catatan di sini.  Seperti ketika aku tidak memposting sesuatu pun setelah beberapa lama, aku pasti punya alasan.  Walaupun tidak ada yang mewajibkan aku untuk punya alasan.  Maupun untuk menyampaikan alasan itu.

Yang jelas aku sibuk.  Sibuk sekali.  Mungkin Sinchan aja kalah sibuk.  Eh, masih diputer nggak ya film jorok yang satu itu?  Kalau sedang tidak sibuk, pasti aku sedang malas bicara.  Dalam pikiranku, aku sedang latihan sabar.  Karena definisi sabar salah satunya adalah tidak mengeluh ketika ditimpa apapun.   Jadi kubiarkan semua hal yang datang padaku terjadi dan berlalu tanpa aku harus berkomentar reaktif apa pun.  Karena hikmah biasanya baru disadari belakangan, betuul?

Kalo sekarang aku nongol lagi dan ngoceh sana-sini itu berarti aku sudah merasa siap untuk tampil, keluar dari gua persembunyian.  Eh aku jadi ingat, memang kebiasaan orang introvert untuk kadang-kadang masuk ke gua kesendiriannya dan nggak keluar-keluar lagi hingga dia merasa perlu.   Ternyata aku memang introvert sejati.

Terakhir aku memposting apa?  Oh ya, tentang visiku 5 tahun lagi ya.  Ternyata, orang tuaku memang serius menasihatiku untuk menyelesaikan tugas-tugasku di kantor sebagai karyawan, hingga selesai pada masa pensiun nanti.  “Selesaikan hingga tuntas ya, seperti mamah,” begitu mamaku berujar minggu lalu ketika kami berkunjung.  Aku nggak bisa ngomong apa-apa lagi.

Tapi otakku berputar terus.   Setidaknya, berusaha mencari jalan tengah dari mandat yang rumit ini.  Satu dari jiwaku yang paling dalam, satu dari mamaku yang nggak bisa kuabaikan.   Satu ingin menjadi pengusaha yang punya karyawan, satu menetapkan aku menjadi karyawan hingga usia pensiun normal nanti.    Untungnya aku selalu punya tempat meminta petunjuk dan kemudahan yang bisa diandalkan setiap saat : Allah SWT.

Lalu dengan mengucap bismillah aku mulai merintis toko onlineku yang pertama 😀

Yep.  Belajar lagi.  Mulai dari nol lagi.    Kali ini dengan semangat mengatasi kegagalan, memahami benar bahwa setiap rintangan adalah kesempatan untuk menambah ilmu dan perbaikan.

 

Iklan

5 pemikiran pada “Hei :P

  1. wah, nggak bisa meninggalkan perblogan mas, blog kan kayak psikolog buatku kekeke
    kemaren baru beli domain dan sewa hosting, sekarang komputer di rumah lagi rusak hahaha.. rebutan pake ama anak2 buat ngegame sih 😛 ok deh aku segera cek cerita di pulau perbatasan 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s