Dompetku isinya ‘ cuman’ 200 ribuan.  Ketambahan 5 buah meterai 6000-an buat bikin kwitansi (aku berdagang kecil-kecilan).  KTP dan ATM 3 buah.     Kartu diskon dan kartu member Body Shop dan sebagainya.

Kartu-kartu ATM sudah diblokir, tinggal call ke call center masing-masing bank, beres.  Ini mungkin hikmahnya, jadi kalau aku nggak ngeluarin uang saat ketemu ponakan-ponakan dan Sodara jauh pas Lebaran, mereka jadi bisa mengerti keadaanku yang tak memungkinkan.  Haha.  Semoga aja pada ngerti.

Soal kartu-kartu member, mungkin semuanya sudah tak kuperlukan lagi.  Jadi mungkin sudah nasib mereka harus say goodbye, D.

Buat KTP sudah nggak terlalu ribet lagi, karena sudah kenal sama RT-nya, semoga 😀

Soal uang yang 200rb, alhamdulillah, aku masih bisa bilang itu nggak seberapa.

Kenapa aku bersyukur, ceritanya harus flashback ke hari kemarin.

Kemarin aku beres-beresin lokerku.  Ketika aku mengeluarkan kertas-kertas yang akan kusortir, aku nemu amplop berisi uang 84 ribu rupiah.  Aku ingat lagi, ada uang honor salah satu auditorku yang  belum sempat diberikan, sebesar 75rb.  Sedikit sih, secara itu hanya uang makan 17500 sehari.   Daftar tanda terimanya masih ada, dan tercantum di situ auditor yang lain sudah menandatanganinya, tinggal satu orang yang belum.  Nah, kemarin itu aku langsung menitipkan amplopnya beserta tanda-terimanya untuk diserahkan kepada yang bersangkutan.   Sederhana? Tidak!  Karena, itu adalah uang honor untuk kegiatan audit pada tahun 2007!

OMG! Aku telah menyimpannya selama 3 tahun penuh! Aku sendiri lupa kalau masih ada satu hak auditorku yang belum disampaikan.  Saat ini mungkin ybs sudah lupa dengan uang itu, secara hanya sedikit.   Waktu itu problemnya karena uang honor itu keluarnya belakangan lama setelah kegiatan audit selesai, dan para auditorku letaknya terpencar-pencar di seluruh wilayah kota Jakarta.  Bukan pembelaan yang bagus ya.  I know 😦 Semoga sekarang uang tersebut sudah di tangan beliau.  Aku sudah dzalim selama ini.  Jadi aku berhak menerima konsekuensinya.

…..Allah sekali-kali tidak berlaku dzalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku dzalim kepada diri sendiri (Ar-rum 9)

(Sudah selesai? Belum!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s