Pada kali pertama, aku masih shock dan misuh-misuh untuk melampiaskannya.  Kejadian kedua,  ya pasrah adanya,   walaupun masih saja suka mengenang O2Zinc-ku yang kusayang.   PDA itu adalah gadget ketika aku produktif ngeblog.  Atau mungkin PDA itu yang membuat aku selalu gatel pingin ngeblog karena enak dipencet-pencetnya🙂

Kali ketiga yang dompet hilang, alhamdulillah aku bisa bersabar, mungkin karena sudah berpengalaman pernah kehilangan.  Dan Allah seperti langsung menjawab kesabaranku dengan datangnya orang yang ucluk-ucluk mengantar dompetku beserta KTP dan ATM lengkap di dalamnya, ke rumah.   Padahal lokasi kecopetan di Jl. Gatot Subroto, sekitar 50 km jauhnya, pada hari yang sama aku kecopetan.  Katanya, dia nemu dompetku tergeletak di trotoar depan  Hana Bank .

Kali keempat, ketika blackberryku yang canggih (secara bisa connect ke semua kontak tanpa jeda) ada yang ‘pinjem’ untuk selama-lamanya, aku sudah mulai menerima keberadaan copet-copet itu dalam hidupku.  Caileh.  Tapi beneran!  Aku mulai berpikir: mencopet adalah salah satu jenis mata pencaharian.  Soal halal haramnya lain perkara.  Soal siapa korbannya, itu hanya masalah giliran ;)  Tapi, semuanya pasti terjadi atas izin Allah, nggak mungkin enggak.  Iya enggak? :)    Seperti fungsi malaikat pencabut nyawa yang tidak diinginkan kehadirannya oleh manusia2 yang tidak siap menghadapinya, begitu pula fungsi tukang copet.  Menjadi alat-Nya untuk menegur manusia-manusia  sudah lalai terhadap perintah-perintah-Nya.  Aku yakin itu.  Itu sebabnya aku sudah tidak shock lagi.  Waktu itu aku pikir mungkin aku  sudah melakukan hal-hal yang kurang baik dengan gadget itu ;)  Secara aku kemana-mana menentengnya, sehingga mungkin ada yang merasa terlantar di rumah.   Teknologinya kan memang mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat :(    Jadi aku tidak melakukan perilaku norak itu lagi pada gadget2 berikutnya.

Hanya saja, ketika aku kehilangan nomor-nomor kontakku, terus karena aku nggak mau bilang-bilang soal kehilangan itu, aku jadi sempat ‘hilang’ dari peredaran dan susah dihubungi.  Mudah-mudahan tidak ada yang menganggap aku sombong, amin.

Nah, kali kelima.  Dompetku lagi.   Ini baru terjadi tadi pagi.   Namun sekarang aku sudah  bisa tersenyum menghadapinya, bahkan bersyukur.  Mungkin ada yang nganggap aku sudah gila kalik ya, tapi kalau kuceritakan sejarahnya pasti kalian akan menganggap aku manusia paling waras sedunia.   Amin😛

(to be continued lagi… )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s