Sudah selesai? Belum!  Uang yang ada dalam amplop ada 84 ribu, berarti dengan keluarnya 75rb, masih tersisa 9 ribu rupiah, yang sumpah mati aku tidak ingat bagaimana riwayatnya sehingga masih ada sisa.   Uang 9 ribu itu tidak jelas pemiliknya, karena para penerima uang sudah menerima uang sesuai haknya.  Sebagai bukti adalah tandatangan mereka di daftar penerima uang itu.

Nah.  Kemarin aku khilaf dengan menyangka mungkin itu uangku sendiri yang mungkin belum kuambil semuanya waktu membagi-bagi.  Seharusnya untuk status uang yang tak jelas itu, aku memberikannya ke mesjid sebagai infaq.  Seharusnya.  Tapi tidak.  Aku memasukkannya ke dompetku.    Esok harinya, yaitu pagi ini, tanpa ba bi bu Allah langsung menghadiahiku dengan kejadian kelima ini.  Dan apa yang hilang mungkin setimpal dengan yang telah kutahan selama 3 tahun, plus yang 9rb nggak jelas itu

Sebenarnya aku malu sekali dengan kejadian ini.  Tapi aku harus mengaku, karena ini seperti pengakuan dosa yang disertai dengan harapan, semoga pemirsa  yang membaca ini bisa mengambil pelajaran dari pengalamanku.

Fiuhh…  *tarik napas lega*

Fiuhhh…. 3 x lagi.

Aku semakin yakin bahwa Allah memang sayang kepada hamba-hamba-Nya.  Dan aku yakin, untuk merasakan langsung konsekuensi dari setiap perbuatan, kita  tidak perlu harus berangkat ke tanah suci Mekkah dulu.  Banyak cerita-cerita yang berhaji bahwa di sana kita tidak boleh merasa sombong terhadap hal apapun, karena sesuatu akan langsung terjadi pada diri kita, tunai saat itu juga.   Seperti cerita orang tersesat/tertimpa musibah.  Setiap orang memiliki cerita-ceritanya sendiri saat berhaji.

Namun, aku yakin bahwa Allah sebenarnya sudah akan langsung menunjukkan konsekuensi, dimana pun hamba-Nya berada, seperti yang terjadi kepadaku.  Mungkin ini tergantung kepekaan orang-perorang.  Mungkin ini tergantung tingkat kasih sayang Allah pada tiap hamba-Nya.  Aku percaya yang terakhir saja deh 🙂    Secara aku langsung ditegur ketika aku bikin salah.

Aku memang selalu berdo’a, semoga Allah membalas segala perbuatan tidak baikku di dunia.

Karena aku yakin, tidak akan pernah sanggup menghadapinya di akhirat nanti 😦

Itulah sebabnya aku bersyukur padaMu dengan kejadian ini.  Karena aku tahu bahwa  Allah sedang sayang padaku.  Walaupun aku malu, tapi aku juga senaaang sekali 🙂

Aku sudah gila kalik ya? 🙂  Gila karena cinta-Nya! 🙂

-end of story-

Iklan

Satu pemikiran pada “Cerita Copet (4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s