Para wanita,  calon pengantin, orang-orang yang mulai mengalami penyakit degeneratif karena kegemukan,  umumnya merindukan menjadi langsing.
Mungkin ada yang mengira di sini aku akan membahas mengenai cara-cara melangsingkan badan melalui asupan nutrisi, olah raga, dan berbagai terapi.  Tadinya terus terang iya, kupikir aku akan menulis itu sebagai proses yang telah kulalui beberapa waktu terakhir.   Namun aku tergerak untuk menulis lebih dahulu satu prinsip dasar untuk menjadi langsing.   Lain-lain yang menjadi ikutannya, akan kutulis di posting berikutnya, insyaAllah.

Jadi, bagaimana cara menjadi langsing?

Pertama-tama kuajukan pernyataan ini :

Miliki gaya berpikir ‘langsing’.

Ah, pasti semua sudah paham bahwa segala perbuatan kita bermula dari cara berpikir kita.   Bila kita berpikiran positif, maka yang diperbuat akan bersifat positif juga.  Seperti analogi teko berisi susu akan mengeluarkan susu, bukan kopi, gitu loh.
Nah, ayo kita periksa apakah kita sudah mengamalkan gaya berpikir langsing tersebut, atau belum?  Caranya begini.

Dari apa yang telah kita perbuat, tentu akan terlihat dampaknya pula, iya kan?  Bila kita menyakiti seseorang, pasti akan ada yang marah pada kita, dan bila kita menolong orang, mungkin akan ada yang sangat berterima kasih pada kita walaupun tidak dinyatakan dengan lisan.  Yang sejenis itu lah.

Yang paling mudah terlihat adalah sekeliling rumah kita sendiri.  Bagaimana isi kamar kita, isi rumah kita?  Adakah barang-barang yang terletak tidak di tempatnya, atau barang-barang yang sama sekali tidak pernah disentuh semenjak waktu pembeliannya.  Adakah buku di rak buku kita yang belum sempat dibaca, baju-baju atau barang yang terlihat lucu, namun setelah dikenakan ternyata tidak selucu sewaktu dipajang di rak toko.   Adakah barang-barang lama yang sudah tidak pernah dipergunakan lagi selama 2 tahun terakhir, namun masih memakan tempat di suatu sudut di rumah kita?

Coba pikirkan itu.

Bukankah mereka bisa dianalogikan sebagai lemak-lemak bandel yang seharusnya tidak ada di tubuh kita?

Masalah lemak bandel juga berkaitan dengan nutrisi racun yang sudah terlanjur masuk dan mengendap di dalam tubuh kita.  Dan hampir bisa dipastikan barang-barang bekas yang sudah lama tidak tersentuh akan mengumpulkan debu bahkan menjadi tempat bersarang hewan yang tak diinginkan.

Apa yang ingin kutunjukkan adalah betapa cara kita mengurus rumah menunjukkan cara kita mengurus diri, dan keluarga kita.  Cara mengurus, bermula dari gaya berpikir.   Dan untuk semua kelebihan barang dan lemak-lemak itu, aku menyingkatnya dengan kata ini saja : berlebih-lebihan.

Memang berat untuk mulai bergerak membersihkan seluruh barang-barang tak terpakai di rumah, seperti isi lemari baju, sepatu lucu, kosmetik, krim wajah,….. bagi para wanita daftarnya bisa menjadi lebih panjang lagi.

Yang paling utama lihat isi kulkas, buang makanan yang sudah seminggu lebih umurnya.   Juga barang-barang di dapur, berbagai kontainer lucu, peralatan memasak, membuat kue… yang dibeli hanya untuk memberi ‘kebahagiaan sesaat’ dan perasaan ‘menjadi wanita’, walaupun anda sebenarnya jarang sekali mau meluangkan waktu untuk mempergunakannya.
Jadi setiap kali berangkat belanja dengan uang banyak di tangan, pikirkanlah lagi berulang-ulang apakah anda benar-benar memerlukannya atau tidak.  Bila anda benar-benar ingin membelinya walaupun sudah memiliki barang yang sejenis di rumah, anda harus siap mengeluarkan barang lama.  Memberikannya pada orang yang membutuhkan adalah solusi yang kurekomendasikan.

Katakan TIDAK! untuk tergoda membeli barang-barang murah import yang tidak kita perlukan.
Katakan TIDAK! untuk memesan banyak jenis makanan.
Keluarkan barang-barang di rumah yang lama tidak dipakai dan berikan semuanya tanpa berkedip, pada yang memerlukannya.
Bersihkan isi rumah anda dari debu dan serangga secara rutin, atau setiap kali anda mulai tidak betah dengan kotorannya.

One thing leads to another.  Biarkan cara mengurus rumah yang baru ini berdampak pada cara anda mengurus badan anda.  Entah dimulai dari rumah atau badan anda, biarkan hal itu menjadi suatu prinsip yang konsisten diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan anda.

Langsing itu sehat, langsing itu lincah, dan langsing itu efisien.   Namun bukan kurus.

Ngomong-ngomong, ini tidak hanya berlaku untuk kondisi fisik, namun juga psikis kita.  Di awal, aku sudah menyatakan bahwa langsing itu adalah suatu gaya berpikir.

Jadi, buang saja jauh-jauh memori dan gaya berpikir masa lalu yang membuat kita berat melangkah menuju masa depan lebih baik.

Ayo jeng, dimulai.

Iklan

7 pemikiran pada “Langsing (eg. lean)

  1. Kalau rumah serupa tubuh kita…Rumahku kecil deh 😀 *menatap tubuh didepan cermin*

    Jangan2 rumahmu masih berbentuk rumah di atas pohon Ham hehehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s