Aku punya anak perempuan dan anak laki-laki, dan aku ingin mendidik mereka untuk menemukan hakikat keberadaan diri mereka di dunia.

Tidak, ini bukan pemikiran yang terlalu berat untuk masa sekarang ini.  Duapuluh tahun lalu mungkin iya.   Namun sekarang, begitu banyak yang sudah tercerahkan mengenai keberadaan manusia, bumi dan Tuhan serta jalinan diantaranya.

Untuk itu, aku harus mulai dari cerita tentang Adam dan Hawa.

Bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk  Adam, dan menjadi pemicu Adam terbujuk oleh Iblis.

Bahwa wanita menjadi kelemahan pria *karena Allah menciptakannya demikian, untuk tujuan tertentu*, dan bagaimana melalui kitab suci Allah menuntun pria dan wanita,  cara sebaiknya berperilaku, dalam upaya mereka tidak menjadi lemah oleh bujukan iblis.

Bahwa Tuhan Maha Pengampun.   Karena Adam dan Hawa yang sudah mengenal Allah langsung pun, masih dapat terbujuk Iblis, namun mereka bertobat dan diampuni oleh Allah Swt, walau harus melalui masa ‘hukuman’ diturunkan ke dunia, yang tidak seperti surga, di mana mereka berdua harus berikhtiar untuk hidup.  Selesai menjalani misi melahirkan keturunan dan wafat, maka mereka berdua dapat kembali ke surga tempat mereka berdiam pertama kali.

Bahwa kita semua manusia pun suatu saat dapat terbujuk iblis dan melakukan kesalahan besar seperti Adam dan Hawa, lalu harus melalui percobaan yang besar, yang bila kita lalu bertobat dan berpegang teguh pada tali-Nya, maka kita dapat berujung pada penemuan hakikat diri dan misi kita di dunia.

Bahwa bila kita tidak bertobat dan berpegang pada tali-Nya maka kita dapat terjerumus lebih dalam menjadi teman iblis dalam penderitaan neraka dunia dan akhirat.

Bahwa bubu dan ayah perlu memberi mereka pendidikan tentang bagaimana cara berpegang teguh pada tali Allah, semenjak mereka masih dalam kandungan hingga akhir hayat.

Bahwa bubu dan ayah pun bisa melakukan kesalahan, dan mengizinkan anak-anak untuk mengingatkan kami bila kami alpa melanggar apa yang kami ajarkan.

Bahwa kami memberi nama Fatiha  (surat al-Fatihah) dan Ahady (yang mendapat hidayah) pada mereka dengan suatu alasan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Adam dan Hawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s