Tadi seharian Salman ngadat bu, jerit-jerit minta dianterin ke kantor bubu, mau peluk bubu katanya.  Katanya, tadi pagi lupa peluk sebelom ibu berangkat ke kantor!”  lapor Teh Ida, pengasuh anak-anak yang baru tiga bulan bekerja di  rumah kami.

Aku dan ayah baru saja masuk rumah, duduk sebentar dan sudah  langsung digelayuti Salman dan Yasmin.  Mereka tampak cuek dengan gerutuan pengasuhnya.

Susah banget nih Dede, dibilanginnya!  Sekalinya punya kemauan aja…,” lagi-lagi  dia mengomel.

Mungkin ngadatnya Salman begitu hebat tadi sehingga dia masih saja gusar.

Susah banget dibujuknya bu, tangan saya ditarik-tarik keluar rumah, padahal udah dibilangin kantor bubu jauuuuh banget…!”

Hehe.  Seingatku, tadi pagi aku sudah memeluk anak laki-lakiku, hanya saja dia sedang asyik memperhatikan kartun Mickey Mouse.

Kupandang Salman dengan senyum penuh persekongkolan.  Salman membalas senyum walaupun matanya agak sayu karena sudah agak mengantuk.  Capek habis ngadat, mungkin.   Mulutnya disumpal jempol kirinya, seperti kebiasaannya kalau mau tidur.   Tangan kanannya merangkul pinggangku tak mau lepas.

Ah,  Teh Ida.   Suatu saat kau akan mengerti.  Tidak setiap saat kami bisa berpelukan setiap kami mau.  Ada waktu-waktu ketika anak-anak menunggu kami pulang kantor, namun kami tidak sampai jua ke rumah karena harus digotong ke rumah sakit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s