Sepanjang perjalanan di jalur pantura selama perjalanan mudik ke kota neneknya anak-anak di Kuningan saat libur panjang kemarin, terlihat beberapa spanduk kampanye Pemilihan Kepala Daerah di hampir setiap titik keramaian. Perempatan jalan gitu loh.

Sayang fotonya nggak sempat kuambil kemarin itu. Tapi suwer, lucu-lucu banget. Ada satu baliho raksasa bergambar foto cabup yang di bawah tulisan namanya diembel-embeli : Alumni ITB Bandung. Memangnya ada ITB lain selain yang di Bandung?   Kecurigaan jadi muncul ketika mengamati yang bersangkutan tidak merenteng gelar sebagaimana kebiasaan.

Si Ayah berkomentar, ”Ada tulisan testimoni temen  ITBnya sekalian nggak?”

Hihihi… kalo nggak ada, jangan-jangan kuliah di sono-nya nggak sampe lulus 😛 Halah.

Trus ada spanduk yang hanya bergambar foto satu orang, yang pesannya minta dipilih sebagai wakil cabup.  Tapi pasangannya siapa, mboh.  Jadi kesian banget liatnya.

Spanduk lain sudah lengkap memajang calon bupati, wakil , sekalian program-program quick win-nya.   Tahun lalu istilah quick win masih terdengar di kantor, namun tahun ini rupanya sudah tidak musim lagi, entah kenapa. Tapi syukurlah.

Sampe sekarang aku masih belum pernah tercerahkan, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan istilah ‘quick win’?  

Jadi aku melakukan semacam googling.   

Dan inilah penjelasan yang paling rinci dari Kementrian PAN (Pendayagunaan Aparatur Negara) :

Quick Wins :

• Program yang yang mempunyai daya ungkit (key leverage) yang terkait dengan perbaikan pada produk utama (core business)

• Hasil perubahan dapat dengan mudah terlihat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat

• Keluaran atau hasil akhir dari program ini adalah perbaikan busines process produk utama (core business)

Pada tahap ini Instansi Pemerintah diwajibkan untuk :

• Mengidentifikasi area-area yang paling kritikal

• Menetapkan 3 sampai dengan 5 program QW menyampaikan rancangan pelaksanaan penyelesaian program

Jadi kata kuncinya adalah daya ungkit, yang mudah terlihat dan kritikal. Salah nggak kalau aku terjemahkan sebagai ‘kebijakan populis’?

Salah satu situs menerjemahkan ‘quick win‘ sebagai ’solusi cepat’ yang berarti program-program yang harus selesai dalam 100 hari. Kedengaran familiar?

Semua definisi di atas kudapat dari situs lokal. Apa kata situs asing berbahasa Inggris, si empunya vocabulary dan grammar yang tepat untuk istilah spesial ini?

Ini dari Wiki

QuickWin was a library from Microsoft that made it possible to compile command line MS-DOSprograms as Windows 3.1 applications, displaying their output in a window.

Since the release of Windows NT, Microsoft has included support for console windows in the Windows operating system itself, eliminating the need for QuickWin.

There is a program called QuickWin on CodeProject, which does a similar thing.

HUA.. HA.. HA.. HA.. HA.. HA… HA..HA HA… 😀

Di negara ini, suatu masalah yang bersifat kritikal, ibarat penyakit, biasanya sudah seperti kanker yang sumber masalahnya sudah berurat berakar. Bisakah suatu masalah yang sudah berurat berakar diselesaikan dalam waktu singkat? Seperti misalnya… kebodohan yang dipiara?

Jadi, aku hanya bisa berkomentar hmmmmmmm yang panjang.

 

D adalah seorang ibu yang sedang prihatin dengan Sistem Pendidikan Nasional di Republik Indonesia, negara tempatnya mengabdi sebagai warga negara, yang sedapat mungkin mendayagunakan akal sehatnya dalam setiap keputusan dan tindakan, dan tidak mengapa bila disebut jadoel kerenanya.

Iklan

2 pemikiran pada “Quick Wins

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s