Mengamati kasus Susno jadi inget jalan cerita film Changeling.   

Di film yang berdasarkan kisah nyata di tahun 1928 itu,  awalnya dikisahkan mengenai wanita bernama Christine Collins yang melaporkan anak laki-lakinya Walter yang menghilang pada suatu hari  kepada kepolisian LA.  Namun ketika LAPD menemukan seorang anak yang mirip sekali dengan Walter,  Christine  (yang diperankan dengan penuh ketabahan dalam ketidakberdayaan oleh Angelina Jolie) bersikeras menolak untuk mengakui anak itu sebagai anak kandungnya.

Pangling juga nonton akting Jolie yang lain dari film-film wanita super hero yang biasa diperaninya,  yang selalu penuh aksi.  Tapi bukan ini topik pembicaraan kita hehe.. terus…

Pihak LAPD, yang diwakili oleh Kapten J.J Jones di Bagian Penanganan Anak  sama-sama bersikeras dengan hasil kerja mereka, bahwa anak itu memang anaknya, jadi Jolie harus terima saja begitu…?  Polisi yang aneh.  Bagaimanapun, seorang ibu akan selalu dapat mengenali anak kandungnya.   Setelah dibawa ke sekolah pun, anak itu tetap tidak dapat membuktikan dirinya sebagai Walter Collins.  Begitu pula waktu diperiksa dokter gigi anaknya.  Singkat kata, bukti-bukti lengkap sudah bahwa si anak bukanlah Walter.  Untuk membuat kasusnya diproses, Christine mengadu pada wartawan mengenai inkompetensi para polisi itu lengkap dengan penyerahan bukti-bukti.

Penolakan Christine dan aksinya membuat kasusnya diketahui publik membuat berang JJ Jones, karena dianggap telah mempermalukan institusi kepolisian.  Dan apa tindakannya kemudian?   Adalah memasukkan Christine ke RS Jiwa di bagian Psikopat! Dengan alasan  bahwa dia telah mengalami kelainan jiwa karena tidak mengenali anaknya sendiri.   

Fakta yang ditemukan Christine lebih mengagetkan lagi, ternyata banyak pasien di sana yang merupakan ‘titipan’ dari pihak kepolisian,  yang kasusnya berpola sama dengan Christine : bermasalah dengan polisi!    Alih-alih menindak polisi yang salah, mereka malah menindak korbannya!  Sungguh kezaliman yang tiada tara dari para pengayom masyarakat bersenjata itu.

Selama dia bersikukuh, maka siksaan demi siksaan atas nama terapi penyembuhan terus berlangsung.   Satu-satunya jalan bagi Christine untuk keluar dari sana adalah dengan menandatangani pernyataan bahwa anak yang telah ditemukan tersebut adalah anak kandungnya, dan mengakui kesalahannya kepada pihak kepolisian.    

Suatu solusi bodoh yang menganggap remeh kekuatan jiwa seorang manusia. 

Kasus Christine yang sudah go publik membuka jalan bagi tangan Tuhan

Taken from Cinemablend.com

 mengungkap semuanya,  hingga Kapten JJ Jones dan atasannya Kepala LAPD saat itu James E. Davis dipecat tanpa ampun karena inkompetensi dan pembiaran atas inkompetensi

Apakah kasus Susno akan berakhir happy ending seperti kisah nyata yang akhirnya terjadi  7  tahun kemudian di Los Angeles?

Mungkinkah kita harus menunggu hingga 7 tahun agar seluruh kebobrokan institusi kepolisian terbongkar dan mendapat tindaklanjut yang semestinya sehingga keadilan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat?

Belum terlambat untuk memulainya.  Susno sudah berada di jalur yang benar dengan memainkan people power.   Namun jangan coba-coba memanfaatkan kekuatan ini untuk kepentingan pribadi semata.  Mengingat masyarakat kita adalah masyarakat yang selama ini terzalimi, yang pasti doa massal mereka ke langit  akan membawa dampak yang luar biasa . 

Nevertheless, Go Susno.

Iklan

2 pemikiran pada “Changeling dan Susno Duaji

  1. Film ini lebih bagus lagi kalau soundtracknya pakai lagunya Bang haji Rhoma Irama,

    … yang benar dipenjara, yang salah tertawa
    Sungguh mata dunia, tiada sempurna…
    🙂

    Wah penggemar bang Haji juga, Masgi? 🙂
    Ngomong-ngomong, film ini relevan juga dengan kasus Babe itu, secara Walter Collins ternyata menghilang karena diculik Northcott yg punya kelainan seks dan selalu memutilasi korbannya. Hanya saja dia sudah memutilasi 20 anak. Lalu mati dihukum gantung 5 tahun kemudian. Kisah nyata loh.
    Semua kejadian yang terjadi pada tahun 1928 di Los Angeles, terjadi di Jakarta pada tahun 2009. Telat 81 tahun.

  2. Hmmm… Reaksi Mabes POLRI terhadap aksi Susno yg akhirnya mengakui bahwa Susno tidak melakukan pelanggaran apapun, bagaikan cerita yang belum mencapai klimaks tapi sudah harus berakhir. Kurang bagus untuk rating penonton 😛

    Tapi mungkin juga polri sudah mempelajari kasus changeling. Mereka sudah lebih bijak untuk merelakan solusi win-win.

    Bagaimanapun, masih ada satu yg menjadi ganjalan bagiku sebagai rakyat, ketika soliditas polri dipertahankan, dimana diletakkan pelayanan keadilan berkualitas untuk rakyat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s