Ini resume parsial dari talkshow di Radio Delta tadi pagi antara presenter ‘gila’ favoritku  Farhan dengan DJM alias dokter Joko Maryono.  Mendengar radio di mobil adalah rutinitas setiap pagi dan sore sepanjang perjalanan pergi ke dan pulang dari kantor.    Mereka berdua membahas penyakit yang banyak timbul akibat pemanasan global.

Parsial, karena aku dan suami suka memindahkan channel radio setiap ketemu iklan, yang walaupun lucu tapi kalo udah sering kali didengar jadi bosan juga.   *Lalu salah satu dari kami pun teriak “NEEEEEEXT!!!”  sebelum memindahkan channel*.     Kalau ketemu berita lain yang lebih menarik, jadi kebablasan deh nggak ngikutin lagi.     Terus, aku keburu sampai di kantor jadi harus turun dari mobil, padahal talkshow masih belum selesai.  Ok ok, cukup dengan pembelaan  X)  , langsung ke topik pembahasan.

Jadi, menurut DJM, penyakit yang banyak merebak sebagai efek pemanasan global adalah penyakit yang ditularkan dari binatang.    Contohnya seperti flu babi, flu burung, kaki gajah,  demam berdarah, cikungunya, malaria, pes dan sebagainya.  Dan mungkin ebola juga hiii…..

Cuplikan dari Washington Post mengenai artikel yang terkait berjudul ‘Climate changes drives disease to new territory’:

Global warming – with its accompanying rise of floods and droughts – is fueling the spreads of epidemics in areas that fully unprepared for the diseases.  Mice, ticks, mosquitos and other carriers are surviving warmer winters and expanding their range, bringing health threats with them.

Kalau kita jadi suka batuk berkepanjangan, itu juga salah satu efek dari  kelembaban udara yang tinggi pada tingkat pemanasan bumi sekarang ini.  Yaitu menyuburnya jamur yang dormant di dalam paru-paru.  Yang punya bronchitis jadi batuk  gak sembuh-sembuh.  Ini kasus yang dialami Yasmin dan Salman.  Aku sih sudah menduga karena cuaca, ternyata karena pemanasan bumi… 

Entah aku harus senang karena tebakanku gak meleset-meleset amat, atau harus sedih karena anak-anakku sakit.

Waktu aku memberi mereka madu murni setiap hari, batuknya menjadi jarang.  Tapi ketika madunya sudah habis, mulai lagi deh kedengeran setiap lewat tengah malam dan pagi,   saatnya  organ paru-paru mendetoksifikasi dirinya sendiri.  Jadi tak ada pilihan lain selain melanjutkan memberi mereka madu, obat segala penyakit, makanan berkualitas no 1 menurut Al-Qur’an.

Penyakit lain yang disebabkan cuaca hangat juga bisa ditebak.  Dan psst… buat perempuan, kalo kulit jadi makin banyak berjerawat, berminyak, dan banyak flek akibat matahari, jangan heran ya.   

Sementara itu dulu posting kali ini ya.. semoga bermanfaat untuk pengetahuan.

Iklan

3 pemikiran pada “Penyakit di masa Global Warming

  1. Rasa cinta pasti ada
    Pada makhluk yang bernyawa
    Sejak dulu hinggi kini
    Tetap suci dan abadi
    Tak kan hilang selamanya
    Sampai datang akhir masa
    (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)
    ——–
    Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta
    Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.
    Salam hangat dari Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s