Itu pertanyaan sang guru. Para murid langsung mengarahkan mata mereka pada jam yang terpaku di dinding, mencoba berhitung sisa waktu dari jam pelajaran yang tersedia untuk pelajaran ini.   Sang guru pun turut melirik ke sana, lalu matanya kembali terarah pada kelas. 

“Itu bukan yang  kumaksudkan…,” desahnya lirih.

“Sebenarnya, kita tak mempunyai banyak waktu lagi.”

 

tickclockRamadhan tau-tau sudah berlalu.

Tahun lalu, Ramadhan tanggal 1* adalah hari ketika aku tiba-tiba memahami perkataan sang guru.   Begitu banyak yang bisa dilakukan, begitu sedikit waktu.  Yang  realistis adalah memilih satu, di antara banyak alternatif.

Dan itulah yang dilakukan manusia setiap saat.  Di situlah satu-satunya kewenangan yang dimiliki oleh tiap manusia, universal.  Lalu, bila kau diberi kewenangan, dengan kata lain kekuasaan, untuk tujuan apa kau akan menggunakannya?

 

 

*Keterangan lebih lanjut, di sini 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “How much more time do we have?

  1. benar D bahkan satu detik ke depan pun belum tentu menjadi milik kita..

    menjadi hambaNYA yang selalu sadar.. bahkan kecelakaan itu adalah berkah untukmu D, karena tak pernah membuatmu berhenti mencari makna.. aku iri dan berterimakasih untuk selalu mengingatkan..

    1. Tidak pernah sedetik pun kulupakan betapa hidup manusia sangat rapuh tanpa pertolongan dari-Nya. Yang bisa kulakukan adalah berpegang pada tali-Nya dan berusaha mengajak serta keluarga dan para sahabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s