I’m ready.. promotion..  😀   I’m ready… Promotion  😀 

~ Spongebob Squarepants

SpongebobAlhamdulillah, hingga hari ke 23 pada Ramadhan 1430 H ini, Allah telah memberikan  beberapa kado special buatku  😀   Mudah-mudahan ini merupakan trend yang akan meningkat dari tahun ke tahun.  Berharap yang baik dan optimis, harus kaan? 😀

Ini kadonya :

  1. Konsisten melaksanakan sholat Dhuha harian, yang akan menjamin sepanjang hari bimbingan untuk naluriku dalam menghadapi setiap masalah, memperkuat sikap positif dan optimis, keyakinan akan adanya perlindungan dari kebingungan, keresahan, kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugasku hari itu. 
  2. Membaca buku Paulo Coelho, The Winner Stands Alone, membuat aku makin percaya diri menghadapi dunia, merasa telah melakukan hal yang benar dengan menyaring pengaruh distraksi yang dikemukakan dunia pada diriku, yang benar-benar tidak penting. 
  3. Membaca buku Ken Watanabe, Problem Solving 101, yang memberikan petunjuk cara menganalisis masalah secara sistematis sehingga kita tiba pada sumber masalah yang sebenarnya.  Buku yang benar-benar indah, karena kesederhanaannya.

Kalau pagi ini aku merasa semangat, itu karena aku merasa sesuatu telah disibakkan bagiku:  tiba-tiba saja aku merasa yakin bahwa aku mampu menjadi seorang manager yang memberikan kualitas kerja yang baik.  Gila, bukan? 😀

Di kantorku, banyak pihak  yang ‘merasa’ dirinya pantas menjabat suatu kedudukan.  Kalau banyak yang percaya diri, maklum saja,    karyawannya merupakan orang-orang pilihan yang seleksinya ketat *secara pernah menjadi the most wanted company gitu loh…*.   Kalau aku, mungkin aku termasuk minoritas yang selalu merasa belum mampu memegang amanah yang  lebih besar daripada yang sedang dijabat sekarang.  

Jadi apa yang kurasakan pada pagi ini, ini merupakan satu lompatan besar.

Aku mulai merasa harus mengupdate visi jangka pendekku lagi.   

Setelah berhasil mewujudkan visi sebelumnya yaitu keluarga bahagia yang memiliki landasan yang kuat (dan aku rasa, akan bertumbuh menjadi lebih kuat lagi, insyaAllah), kini aku sudah siap tinggal landas untuk menerima tanggung jawab lain di luar diriku dan keluargaku.  Mudah-mudahan ini sebagai peningkatan dan usaha mewujudkan hari esok yang lebih baik dari hari ini.

Kalau ada yang penasaran mengapa aku tiba-tiba yakin mampu, sebenarnya prosesnya dimulai sejak dua tahun terakhir aku menjabat sebagai officer quality.   Aku banyak belajar mengenai sistem proses yang berkualitas.  Dan tidak seperti masa kuliah yang hanya bicara teori, aku sudah mempelajari mengenai implementasi lapangannya juga : menjadi auditor banyak memberi andil bagi proses pembelajaranku.

Maaf, tidak ada yang instan di dunia ini Saudara-Saudara 😀

Pegangan seorang personil dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam suatu organisasi sebenarnya jelas : selalu ada pakem kerja yang harus diikuti, agar proses kerja kita dapat disebut sistematis. 

  • Rumus sederhana PDCA yang dijabarkan untuk setiap misi tetap saja ampuh. 
  • Agar segala sesuatunya berjalan lancar, tinggal dibumbui oleh gaya pengelolaan SDM yang cocok untuk zaman 2.0 di mana kita tidak dapat menutup suatu informasi untuk kepentingan sendiri, atau menganggap bawahan harus lebih bodoh dari atasan.   Dan itu adalah gaya kepemimpinan Ki Hajar Dewantara : tut wuri handayani, ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulodo .  Seorang tutorku bilang, bahwa resep keberhasilannya membuat unit kerjanya berprestasi adalah karena dia menempatkan diri sebagai fasilitator.   Ini baru tahapan manager, OK, bukan untuk level pemimpin perusahaan.  Karena harus ada tambahan ilmu lain untuk itu 😀   aku sendiri belum sampai di situ.
  • Kemudian,  untuk setiap jabatan, harus ada suatu obsesi yang dikawal dengan ketat hingga terwujud.  Dan untuk hal ini, aku mengizinkan diri untuk ngotot meminta sumber daya yang kuperlukan untuk itu pada atasanku nanti.  Tentu saja dengan syarat, obsesi itu memberi benefit yang besar bagi organisasi, agar semua yang kuminta terjustifikasi. 

Adapun perilaku yang wajib dihindari adalah :

  • Pengelolaan sumber daya (manusia, material) yang dominant didasarkan pada subyektivitas;
  • Memelihara kekurangan wawasan;
  • Lari dari masalah, melempar masalah ke bawahan;
  • Membiarkan proses-proses baru tidak dikawal dengan baik;
  • Bertahan, membela diri dari orang lain yang memberikan feedback;
  • Membiarkan rasa tidak percaya diri merasuki ketika dihadapkan pada suatu tantangan.  Karena akan banyak kolega yang dari segi usia maupun pengalamannya lebih senior dariku. 

Bila ada yang penasaran, mengapa aku bisa yakin menjalani semua ini, silakan baca kembali paragraf awal postingan ini 😀

Semoga Allah memberikan waktu dan kesehatan bagiku, bila saatnya tiba nanti.   AAAMIIINNN..

Iklan

14 pemikiran pada “I’m Ready :D

    1. Bundo sangat paham, mungkin karena telah lebih dahulu menemukan jalan-Nya. Aku tumbuh agak terlambat, tapi tak mengapa daripada tidak sama sekali 😀

  1. Kesiapan diri memegang jabatan yang lebih tinggi ( kuat )adalah hal yang bagus, itu berarti hidup menjadi lebih “hidup”. Sebagai mana dulu kita menempuh sekolah mulai dari SD-SMP-SMA-STTT, ujian demi ujian telah kita lalui, demikian juga dengan ujian “Jabatan” nanti, semakin tinggi semakin berat ujiannya. Tapi tak usah terlalu takut, kalau persiapannya sudah bagus.

    Manajer yang baik, lebih baik daripada Officer 1 yang baik. Sebagai mana pemimpin yang baik, lebih baik daripada bawahan yang baik. Karena semakin tinggi posisi, semakin luas kebaikannya menyebar.

    Prinsip yang harus dipegang, “Jabatan adalah Amanat, tanggungjawabnya bukan hanya kepada atasan dan bawahan saja, tapi juga pada atasan yang paling atas sekali (AL-A’LA) jangan lupa untuk selalu minta bimbingan-NYA.

    Semoga sukses selalu.

    1. Kyaaa… dikomentarin kolega nih… jadi malu >) hihihi..
      Iya Masgi, aku yakin bisa bila selalu mendapat bimbingan-Nya. Selama ini aku termasuk yang maju mundur kalau melangkah, karena banyak keterbatasan termasuk faktor gender *yang walaupun aku coba menutup mata selama ini, tapi ternyata pengaruh banyak* dan tanggung jawab pada orang di rumah.

      Ealaaah.. emang siapa sih yang mau promosiin hehehe kok jadi dibahas.. hihihi .. 😛
      Masih banyak yg harus saya buktikan pada dunia, mas, sebelum itu terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s