Awal Ramadhan ini, seorang sahabat yang kebetulan seorang programmer mengupdate statusnya di facebook seperti ini :

will make different way.. to gain different results..Ramadhan, can help you … reformat your soul, your mind, n yours..reprogramming n reinstall with new ones

Dasar programmer! heheheh…. waktu itu komentarku masih mengandung unsur-unsur becanda, karena ketidaktahuan : kok kedengerannya kayak cuci otak Boss.. 😛 hehe…

Sedikit yang kusadari bahwa dia telah mendekati kebenaran.   Masih ingat cerita renungan spiritualku di posting sebelum ini, bahwa untuk menjadi muslim kita perlu memformat ulang mindset kita selama ini tentang cara menjalani kehidupan di dunia?

Lalu aku mulai rajin melakukan sholat dhuha?

Lalu aku pun mulai mencermati makna surat Adh- Dhuha, surat ke 93 dalam Al-Qur’an.  Surat yang wajib dibaca pada saat melaksanakan sholat dhuha pada matahari mulai naik di pagi hari, hingga pertengahan siang. 

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, (1)

Surat ini memang khusus dibuat untuk dibaca pada pagi hari.

dan demi malam apabila telah sunyi, (2)

Juga untuk malam hari, tahajjud atau tarawih.  Aku camkan dalam hati untuk membacanya selalu.

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (3)

Aku pun tercenung di sini.  Bila boleh aku menafsirkan, ayat di atas kan merupakan deskripsi dari Cinta Tanpa Syarat?  Dan cinta tanpa syarat, adalah jenis cinta yang diinginkan oleh semua manusia, tanpa kecuali.  Semua orang selalu dapat dimotivasi oleh cinta.  Dan cinta khusus itu,  hanya ada dari-Nya.   Bila pun ada manusia yang bisa mencintai tanpa syarat pada sesamanya, mungkin ia telah membiarkan Tuhan mengambil alih hatinya. 

Aku tahu sekarang, dan telah yakin, bahwa Allah akan selalu bersamaku ketika aku melenyapkan egoku, bersimpuh sujud di hadapan-Nya setiap pagi, dan mulai membiarkan-Nya menuntunku. 

Ketika Ia menuntunku,  naluriku menjadi tajam,  tahu apa saja yang harus dikatakan,  lalu jalanku dan urusanku dimudahkan, kebutuhan-kebutuhanku terpenuhi cukup. 

Ia tidak pernah meninggalkanku walaupun aku  meninggalkan-Nya.

Lihatlah, betapa aku tak bisa bila tidak mencintai-Nya? 

Kalau saja semua manusia menyadari betapa Dia begitu Sayang, begitu banyak memberikan petunjuk, mereka semua akan selalu cinta pada-Nya.

Mengapa manusia lebih senang melakukan segala sesuatu ‘the hard way’, ketika Allah telah banyak memberikan petunjuk bila seseorang berniat untuk menjalani hidup pada jalan-Nya yang lurus? 

Untuk saat ini, rambu-rambu yang baru kubaca barulah sholat dhuha, dan sedekah.    Terus terang saja aku masih orang baru di sini, karena selama ini aku masih termasuk manusia yang hanya tahu teori tapi masih terdistraksi oleh ego diri.  Aku kadang skeptis mengenai kemudahan-kemudahan yang dijanjikan Allah.  Masak sih semudah itu? Kadang setan melintaskan itu di pikiranku.

Nyatanya, memang semudah itu!  Namun setelah ego itu takluk.  Walaupun itu sedikit demi sedikit.  Kini aku baru paham makna dari kalimat “Bila kita mendatangiNya dengan berjalan, Ia akan mendatangi kita dengan berlari.”   Subhanallah. 

Allah hanya mensyaratkan manusia bersimpuh menyembah-Nya, berharap hanya pada-Nya, mengenal-Nya, mencintai-Nya.  Telah diberikan pula kemampuan akal pada manusia, untuk dapat menyusuri petunjuk ketika mencari-Nya.  Namun betapa manusia dapat menjadi makhluk yang sangat sombong!

dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (4)

Ya,  aku mengerti, karena lebih baik menjadi ‘mantan perampok’ atau ‘mantan pelacur’, daripada menjadi ‘mantan kyai’.  Karena Cinta Tanpa Syarat itu, maka  harapan selalu ada bagi manusia yang rohnya masih bersatu dengan jasad.   

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (5)

Bila ada janji yang kupercayai 100%, itu hanyalah janji dari Allah.  Karena aku telah membuktikannya berkali-kali.  Kapan giliranmu? 🙂

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (6)

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (7)

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (8)

Ketiga ayat di atas telah menjadi sumber energi harianku.

Bagi sahabat-sahabat yang sudah yatim, piatu, atau yatim piatu,  pada saat masa pertumbuhan kanak-kanak hingga remaja, dalam kondisi masih banyak perlu dukungan, melakukan sholat Dhuha dan meyakini fadhillah-fadhillahnya adalah apa yang harus dilakukan.  Jangan pernah merasa telah menjadi manusia yang kurang beruntung, karena yang mendukung  adalah langsung Sang Khalik! 

Maafkan aku bila salah, tapi aku ingin sekali menghimbau bagi sahabat-sahabat  yang sedang berputus asa mengenai sesuatu,  janganlah setan dan ego menguasai diri kamu.  Lepaskanlah ego itu.  Kamu itu ‘tidak ada’,  ‘tidak wujud’, kecuali bila kamu menyerahkan diri pada perawatan-Nya.  Setelah berada dalam perawatan-Nya, yang merupakan sebaik-baiknya perawatan, Allah akan mengisi dirimu, lalu ketenangan akan datang dan keputus-asaan itu akan jauh darimu.  InsyaAllah!

Jadi apa lagi yang ditunggu?  Ayo segera laksanakan sholat Dhuha!  Laksanakan setiap hari! 

Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. (9)

Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. (10)

Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (11)

Ini untuk mengingatkan kita semua, jangan pernah menghapus nikmat yang telah diberikan Allah dengan melanggar larangan-Nya.  Sesungguhnya Allah tiada meninggalkan kamu tidak pula membencimu.  Manusia lah yang selama ini menzalimi dirinya sendiri.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Subhanallah. 

Aku mungkin memang masih awam, tapi aku akan terus berpegang pada petunjuk kesekianku, Ad-Dhuha.  Perjalanan masih berlangsung.  Kali ini dengan langkah selalu optimis 😀  

Alhamdulillah.  Kini aku telah menemukan jalan keluar ketika terjebak dalam siklus hormon yang kadang (sering) membuatku merasa depresi.  Terima kasih Allah, kau telah  mengajariku cara mengendarai gelombang kehidupan.

Jadi ini lah yang ingin kuteriakkan keras-keras :  Allah, I love You full!

 

Iklan

11 pemikiran pada “Aku ingin selalu bisa sholat Dhuha

    1. Abang Davik, saya telah mengupdate tulisan di atas barusan, sebab rasanya masih kurang ‘nendang’… karena terlalu bersemangat jadi banyak kalimat yang terasa menggurui.
      Astagfirullah, ilmu saya belum sampai level pak Quraish bang, ini semata berdasarkan pengalaman spiritual saya sendiri. Bila tulisan saya ada yang benar maka itu adalah dari-Nya semata.

  1. demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi..

    kembali, selamat mengenang hari lahirmu D, semoga senantiasa dialirkan daya olehNYA untuk menjadi rahmatan lil’alamin..

    1. Aku berusaha bundo… sedang berusaha…
      Terima kasih do’anya bun, doa yang tulus merupakan kado terbaik yang pernah diberikan seseorang pada saudaranya…
      Rupanya bagi saya Ramadhan adalah saat puncak kontemplasi, karena banyak peristiwa terjadi bagi saya pribadi, termasuk kecelakaan setahun yg lalu yg kejadiannya tepat tgl 1 Ramadhan. Semenjak itu, tak ada hari tanpa kontemplasi.

  2. mantab, d
    sudah mulai merambah ke produk religi.
    jadi ini tafsir apa namanya? tafsir qomm?
    hehe…
    untuk konsumsi individu berikut curcolnya dengan inner link, ini menjadi kajian yang indah. tetapi utk menjadikan pijakan ke depan khususnya buat orang lain, rasanya perlu membandingkan pula dgn tafsir lain dan asbabun nuzulnya.
    maju terus…
    eh selamat ulang tahun yaaa…
    lewat 3 hari 🙂

    1. Tulisan di atas bukan tafsir lah, memangnya aku punya ilmunya? Aku juga bukan penganut JIL. Aku cuman mencermati terjemahannya saja, dan itu sudah lebih dari cukup untuk memotivasi manusia dalam menjalani takdir-takdirnya di dunia.

      Ad-Dhuha, berisikan pernyataan cinta tanpa syarat dari Rabb, dan juga harapan bahwa akhir itu lebih baik dari permulaan. Cinta dan harapan, Noe! Motivator apa yang lebih baik dari itu?

      Terima kasih Noe, kamu juga baru lewat ya ultahnya.. happy belated bday juga kalo gitu 😀 Kadonya dianggap impas ajah 😛

  3. Assalamualaikum bu Dina,

    Ini kunjungan saya yang ke-2 kali 🙂

    Betul,saya setuju dgn pak Davik, tulisan ibu Dina bikin merinding 🙂
    Ini jadi menginspirasi saya untuk menambahkan dalam resolusi 2010 saya. Terima kasih ya bu buat sepotong inspirasinya.

    Wassalam

    Alhamdulillah 🙂 senangnya bisa memberi inspirasi mas Danar. Saya sebenarnya tidak terbiasa menulis yg seram-seram seperti ini, hanya kalau sedang terdorong saja 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s