Setelah tertunda sekian lama, akhirnya datang juga kesempatan untuk meneruskan cerita di Gunung Bunder.

Gunung Bunder bukanlah sebuah gunung, sebenarnya dia hanya sebuah lokasi  di kaki gunung Salak, dan setelah kucari-cari ke sekeliling tempat ini, aku jadi bertanya-tanya, apanya yang bunder di sini yah? 😉

gnbunder1Sedatangnya di tempat ini, para peserta dibariskan untuk tradisi setiap acara bersama para tentara ini dimulai dan diakhiri : hitung, mulai!  Untuk mengecek kekuatan pasukan, seperti biasa.  Atau memeriksa apakah jumlah kaos yg disediakan mencukupi atau tidak.  Atau jumlah porsi makanan.

Berhubung ukuran badan para peserta bervariasi, untuk mulai menginfiltrasi peserta mengenai kekompakan,  PSIAD menyediakan kaos berukuran sama : ALL SIZE. 

Hail PSIAD!    Alhasil,  dari yang ukuran badannya M hingga XXL menggunakan kaus sama besar.
Oh well, memang bukan waktunya untuk bergaya dan memikat jodoh lagi 😛
*wak dzig!*
 
Dari 65 orang, hanya 3 orang yang perempuan (akhir-akhir ini udah makin ga jelas ngeliat gaya bergaulnya). 

Ga ada latihan fisik sih, tapi aku nggak khawatir, karena penyelenggaranya memang khusus mengurusi masalah psikologi.  Psst salah satu instruktur yang wanita bernama Ayu (kelahiran 80 loh) daftar masuk tentara setelah lulus dari Psikologi UNPAD.  Wow keren.  Fisik ok, mental pun ok.  Hayo, siapa yang ga mau kayak gitu? 😀
Sayang aku ga sempet ambil fotonya 😦  Yang aku bisa ceritakan hanyalah dia memang seayu namanya.  Wuuhuuu… Tough girl!!! 😀

Seluruh peserta dibagi 4 tim berdasarkan warna name tag yang disandangnya : merah, kuning, hijau, (di langit yang) biru.

chicken dancekereta bakiakflying fox3Karena cuaca berubah hujan deras, permainan sebagian diadakan indoor.
Permainan yang diselenggarakan ada chicken dance (dengan musik soundtrack film warkop prambors, ada yang tahu?), ikatan tali, bola pingpong dalam pipa paralon, kereta bakiak, flying fox, spiderweb, zoo game.

pingpongNamun yang paling berkesan bagiku adalah pingpong dalam pipa.
Mungkin ini belum pernah diceritakan oleh yang lain.
Soal permainan membawa bola pingpong dalam pipa paralon.  Bola ini harus tetap berada di dalam pipa walaupun pipa ini diangkat dan dibawa berjalan sejauh 10 meter bolak balik oleh 4 orang anggota tim yang masing-masing mengendalikan pipa dari 4 arah dengan empat buah tali kenur yang diikatkan pada kedua ujung paralon. Ok supaya ga bingung lihat aja gambarnya.

Supaya bola pingpong bisa tetap berada dalam pipa, apa teori yang bisa dikemukakan?  Pertama, pipa harus dibuat rata terus menerus. Tim harus  kompak mengendalikan pipa dari keempat ujung tali.  Kedua, perlu ada rekayasa tertentu agar bola tidak keluar.  Sudah diusahakan dengan cara memegang tali sedemikian rupa di kedua ujung paralon yang terbuka sehingga menghalangi bola yg mau keluar.  Tapi kata instruktur, segala bentuk kecurangan tidak diperbolehkan.
Herannya, dari keempat tim yang bertanding, semuanya berhasil membawa bola bolak-balik dari start ke finish.

Setelah diinvestigasi oleh para instruktur, inilah yang telah dilakukan masing2 tim :

Tim Kuning :  menggosokkan getah pisang ke bola, sehingga bola anteng menempel pada pipa paralon.  Baru ketahuan setelah instruktur melihat bola tidak bergerak-gerak di dalam pipa hehe..

Tim Biru : bola pingpong ditumbukkan secara diam-diam ke tembok sehingga sedikit penyok, sehingga bola bisa duduk diam di dalam pipa pada sisi yg penyok tersebut. 

Tim Hijau : Mengangkat paralon pada level lutut, kalau bola kelihatan mau keluar, lutut dari anggota tim yg ada di belakang langsung menutupi ujung pipa, pura-pura ga sengaja karena pipa dibawa sambil berjalan.  Ini trik yang cerdik menurutku.

Tim Merah : Memilih 4 orang yg tingginya sejajar, lalu pipa dibawa selevel wajah, dan bila bola pingpong kelihatan mau keluar ke satu arah, peserta di arah bola nyaris keluar langsung meniup-niup bola pingpong agar kembali ke tengah pipa.

Hanya kata ini yang aku bisa ucapkan  :  LUAR BIASA!

Ada beberapa orang dari keempat tim ini yang memiliki kepala dengan daya inovasi dan antisipasi yang kuat, dan untuk mereka aku berikan standing applaus! Plok plok plok plok plok!!!

Loh loh… tapi itu kan curang, kata instruktur??

Coba pikir lagi, bayangkan seperti kamu yg melakukannya sendiri , mungkin tidak hal itu dilakukan? Dengan bola pingpong yg ringan, pipa bergoyang sedikit saja sudah membuatnya menggelinding ke arah yang lebih rendah.  Satu manusia saja yang mengendalikan sudah memiliki error rate yang tinggi (kalo mesin sih bisa dibuat presisi), apatah lagi 4 orang dari ujung yang berbeda.  Jadi yang diperlukan di sini adalah :

  • Fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
  • Lakukan tindakan pengamanan dari kesalahan yang bisa terjadi sepanjang proses.
  • Tim harus kompak dalam melakukan tindakan tersebut.

Dan itulah yang dilakukan oleh para peserta.  Sekali lagi applaus buat mereka.  Instrukturnya sendiri sampe geleng-geleng kepala, mungkin takjub mungkin tak setuju, entahlah.   Aku sendiri nggak kepikiran untuk melakukan itu.  Tapi tujuan tetap tercapai. 

Inilah perlunya yang  muda harus belajar dari pengalaman yang lebih tua/tau, menginspirasi untuk menemukan jalan bagi hal yang nyaris tidak mungkin.

Dan terus terang, poin inilah yang aku ingin banget kuceritakan selama outbound tim building ini 😀 

Karena cerita selebihnya mungkin biasa-biasa saja, permainannya juga sudah familiar bagi kebanyakan orang.  Lihat-foto-fotonya aja ya 🙂

Kapt. Agus Subagyo, ehm... menambah pemandangan indah di sini
Kapt. Agus Subagyo, ehm... menambah pemandangan indah di sini
Mengantri untuk digantung di tali bajing luncur, di antara pepohonan tinggi di hutan
Mengantri untuk digantung di tali bajing luncur di pinggir tebing, di antara pepohonan tinggi
Pendopo di markas pelatihan gn Bunder, open air menyegarkan
Pendopo di markas pelatihan gn Bunder, open air menyegarkan
aku ada di sana juga.... :)
aku ada di sana juga.... 🙂

See ya on my next story ! 😀

Iklan

4 pemikiran pada “Gn Bunder : Behind the Scene (2)

  1. oh, my D.
    terperangkap dalam all size 😆
    outbond-nya menarik dan cukup serius terbukti dengan seragam dan menyertakan tentara sebagai instruktur.
    jangan samakan tentara dengan kita, karena biasanya mereka menerima perintah untuk patuh secara harfiah, kecuali untuk unit2 tertentu.
    btw, hujan deras? kapan?
    musim memang tidak bisa diduga sekarang 😐

    1. Rasanya kita perlu bercermin dalam hal itu : bos mengatur strategi, kita tinggal melaksanakan. Karena banyak karyawan yang merasa pinter terus ikut2an mengatur seperti bos, namun eksekusinya nggak ada. Begitu malah lebih gak produktif.
      Pada zoo game, ada pembagian tugas bagi yang berpikir dan melakukan eksekusi. Asyik juga.

      Hahaha… tak gendong… nananana.

      Sesekali becermin pada kesatuan paling kompak : partai berbasis ideologi (PKI, PKS) dan TNI.

  2. kesannya sih kayak militer gitu yaa. Pake baris ber baris, pemanasan.. pake kostum seragam. hmmm.. kayaknya gak cuman outbond sembarangan nih.. pasti ada misi tertentu.. hayyyaaah.

    jd inget wektu masih jd militan di kampus. wakakaaaahkk

    1. Misi jelas ada dong, biar kompak hehehe… kalo dalam penderitaan biasanya lebih gampang bikin orang jadi kompak, kalo dalam keadaan bersenang-senang susah banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s