TitasikHari ini rupanya ditakdirkan sebagai hari introspeksi bagiku.  

Kayaknya bukan kebetulan kalo hari ini aku ga bisa ngantor karena serangan demam yang bukan mendadak (gejalanya sudah dari minggu lalu), dan hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 36 menurut tanggalan hijriah.  Alhamdulillah, Allah masih memberi waktu untukku untuk memperbaiki kesalahanku di masa lalu dan melaksanakan misiku di dunia. 

Misi yang masih terus kucari dan kuidentifikasi, terus terang.  Sementara ini dengan bergulirnya waktu dan tanggung jawab, peran demi peran kujalani sebagai proses.

The Summary

If life is only an illusion we never get to comprehend
then what is the point  of understanding it thoroughly
for there are surprises waiting in every turn
rushing us to get moving, forward
onward
until the day we face the fact
the discontinuity of our breaths
and the summary of the life
finally dawns

Ya, hari ini aku terpaksa tepar seharian di tempat tidur, setelah berondongan tugas yang tidak hanya menuntut fisik tapi juga pikiran.  Mungkin sebagian salahku, karena aku kebanyakan berpikir tentang suatu pekerjaan.   Sementara yang lain bisa langsung ‘just do it‘ begitu saja,  aku bisa terus menerus memikirkan sesuatu selama aku terbangun, pergi makan maupun ke toilet.   Semuanya itu memakan energi cukup banyak. 
Semoga ini bukan berarti aku punya bakat schizophrenic  😮 

Ini pertanda alam kalau aku sudah nyaris uzur.  Jadi setiap kali ada orang kantor yg mencari keberadaanku, aku bilang aku lagi sakit tua.  No more question asked please (kondisi sebenarnya aku bolak-balik ke toilet ihiks).
Gak seharusnya badan ini diberondong pekerjaan seolah-olah badanku punya kemampuan unlimited seperti paket speedy.
Susah juga kalo kita kelihatan punya etos kerja tinggi *ehem, aku bilang ke li ha tan*,  orang jadi mengira kita bisa dibebani pekerjaan apa saja.
Terutama karena aku tidak bisa menolak ketika ditunjuk sebagai anggota tim ini itu.

Hutang cerita terusan episode gunung bunder juga belum sempat kelar, aku belom sempat aja dari kemaren.  Baru tahap mikirin aja, cerita apa yang bisa  kutulis dari kegiatan itu hehe.. Mikir lagi.  Mendingan just do it, betul?  Aku akan lakukan sebentar lagi setelah aku beres curhat biar lega beban ini.     

Hei, alasan aku menulis blog salah satunya karena untuk self analysis juga loh.  Ehm, sebenarnya bukan salah satu alasan, tapi ini adalah alasan utamaku dalam menulis.  Dalam rangka menjadi psikolog bagi diri sendiri.  Dalam rangka mencari jati diri ketika kehilangan, aku suka baca ulang cerita-ceritaku sendiri.  Seperti seseorang yang sedang membuka album foto lama dan menemukan banyak memori di sana.  Ketika suatu saat anak-anakku sudah besar, dan mereka ingin mengenal ibunya lebih jauh,  mereka bisa membuka lagi cerita-ceritaku masa muda dan mengenai mereka  sewaktu masih kecil.  Sebagai lahan pencarian jati diri mereka sendiri  juga. Oh betapa dramatis sekali kan… hihihi

Bagiku, menulis itu lebih mempersoalkan proses menceritakan pengalamanmu dan apa yang kau pikirkan.  Bukan mempersoalkan teknik menulis yang benar, sesuai kaidah atau memiliki pengalaman menulis yang panjang. 
Menulis adalah budaya berpikirmu.  Menunjukkan siapa dirimu.  Membuka tabir-tabirmu.  Seperti pernah aku tulis di sini :  Apa pengalaman menulismu?
 
Aku tidak pernah berniat untuk menerbitkan tulisan-tulisanku menjadi sebuah buku *tahu diri lah* karena sudah merasa menjadi penerbit kelas dunia melalui internet halah.., mencari uang dari tulisan, menjadi orang yang top sebagai penulis *oleh karena tulisan-tulisanku biasa-biasa saja tidak meningkat tekniknya*,  mengikuti trend bahasa tulisan gaul  Indonesia gundul *scr gt dwech*.  Semuanya bisa kucapai bila aku mau. 

Tapi hal yang lebih menarik adalah menjadi diriku sendiri, itu sudah menjadi imbalan yang lebih dari cukup.

Ini bisa menjelaskan kenapa aku ga sering punya cukup waktu untuk blogwalking, dan ga begitu peduli sama traffic.  Maafkan aku rekan-rekan blogger.  Sebagai seseorang  yang sedang berusaha memiliki jati diri di dunia ini, aku bersangat berterima kasih pada rekan blogger yang masih suka berkunjung dan berkomentar pada cerita-ceritaku, semuanya berkontribusi pada proses introspeksiku.

Hari ini tubuhku sedang konflik antara fisik dengan batin, semoga terselesaikan dengan tuntas.  Aku harus lebih sering ‘just do it’ kayaknya.  Supaya menjadi mesin asset perusahaan dan keluarga yang lebih efisien 😉  halah.

Iklan

7 pemikiran pada “12 Sya’ban 1430 Hijriah

  1. Tambah satu usia kita, hakikatnya berkurang satu jatah hidup kita. Met ultah ya, semoga usia yang tersisa membawa berkah bagi seluruh alam, khususnya keluarga.

    1. Barakumullah Masgi.. Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin menangis karena bersyukur, betapa rahmat Allah selalu meliputi diriku sehingga berkenan digugurkanNya dosa2ku dengan sakitku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s