Hari Sabtu tgl 25 lalu kita ke Gunung Bunder. 

Outbound time!😀

Aku sudah menulis catatan tentang acara ini di Telkomblog , dan ini adalah cerita behind the scene-nya.

Acara yang belom tentu bisa terlaksana dua tahun sekali ini akhirnya jadi juga setelah tarik ulur antara 4 pihak PSI-AD dengan HRC dan TLC yang punya anggaran.  Fiuh, perjuangan bahkan harus dimulai sebelum pertempuran dimulai.

Kalau yang belum tahu Gunung Bunder, itu adalah nama bukit di kaki Gunung Salak tempat latihan tempur para TNI kita.  Lokasinya baru bisa dicapai setelah menempuh 20 km dari jalan raya Bogor – Leuwiliang dari pertigaan Cikampak.  Dan itu artinya 60 km dari pusat kota Bogor di Kebon Raya.  

outbound2009 
Btw, ini foto kita di tempat berkumpul lapangan parkir Kantor Datel Bogor.   

Sebenarnya agak berat meninggalkan keluarga pada hari Sabtu, hari keluarga gitu loh.  Tapi outbound bareng orang kantor bisa jadi alternatif yang menyenangkan, asalkan kita berniat untuk menikmati prosesnya.  

Kebayang nggak sih…  Dimulai dari ngantuk karena subuh2 sudah harus berangkat dari rumah, lapar karena pas berangkat belom sempat sarapan, mabuk perjalanan karena mobil elf yang dinaiki shockbreakernya minimalis, hingga antisipasi acara nanti yang diinstrukturi oleh tentara.  Mana orang kantorku rata-rata sudah paruh baya,  aku saja yang termuda baru lewat satu dekade dari seperempat abad… halah :D     Tapi semuanya kelihatan semangat.. dan yang tidak semangat, masih punya hati untuk tidak mempertunjukkannya di depan yang lain.

Sepanjang perjalanan menanjak mulai dari pertigaan Cikampak, kita sudah dihadiahi oleh udara segar.   Mendung juga menggantung.  Tapi kita nggak was-was lagi, karena niatnya memang mau latihan tempur.  Ya harus siap dalam kondisi apapun, emangnya bisa milih?

Apalagi kita sempat melewati para marinir yang sedang melatih para calon security.  Ada seorang siswa yang pingsan dirubung, sambil ditarikin kupingnya.  Yeeh, maksudnya untuk merangsang syaraf yang ujungnya di telinga, bukan yang lain gitu. 

Sesampainya di lokasi, kita langsung disuguhi pemandangan indah di lingkungan markas pelatihan.    Ini hanya satu gambar yang berhasil kuambil.

gnbunder

Kalo liat yang seperti ini, aku juga mau jadi tentara hehe… pletak!!  Mulai deh berhalusinasi.  Iya aku tahu. Jadi tentara itu pengabdian.  Harus mau disuruh-suruh bangun jembatan, gotongin mayat di lokasi bencana,  naik pesawat yang udah lama gak terawat, dan lain sebagainya.  Oleh karena itu, hormatilah mereka!  Paling tidak, mereka adalah manusia mesin yang sudah merelakan kemerdekaannya dalam menjalani kehidupan ini, demi kebaikan rakyat yang bandel-bandel dan nyusahin ini. Yeeeh… kok aku jadi marah-marah ya hihihi… 

Baru 2 menit ketemu tentara, kita udah merespon setiap pertanyaan atau permintaan dari siapapun dengan jawaban… “Siap pak!”  huh… kayak spons bener… 😀 hihihi

Btw, ceritanya dilanjutin nanti aja ya, udah pagi nih… .

20 pemikiran pada “Gunung Bunder : Behind the Scene (1)

    1. Salah besar…… mana mungkin ditolak, tambahan peserta wanita is always welcome .. apalagi yang centil kayak Adel😛 soalnya emang garing banget sich.. cowok semua hihi *Selain itu aku juga menganggap orang kantor tidak berjenis kelamin. Semuanya satu spesies : orang kantor! hehehe*

      1. hyaaa beneran kayanya.. yang pake jilbab di foto itu ga berbeda dengan yang baris dibelakang.. malah mungkin yg paling tangguh..

        **saking ud ngerasa sama, diledekin juga ga ngeh😛 **

  1. *pura-pura ga liat komen ~noe~*
    elmoudy, hehe no offense ya🙂 saya memang selektif, tapi saya suka gaya menulis anda, nggak ngasal, topiknya juga berbobot, grafisnya juga ok. Ok kita tukeran link.
    Saya nggak mau terjebak jadi orang pragmatis, hanya gara-gara anda sudah pasang link saya di blogroll. Saya pikir anda juga selektif memasang blogroll ya kan?
    Tapi mas Arya updatenya kok jarang banget?🙂
    *jadi inget, saya musti update blogroll, yg udah lama banget gak aktif dengan sangat terpaksa harus saya delete*

    1. selama ini diriku menjalankan opsi yang kedua. secara berkala scanning lagi blogroll yang ndak aktif lagi.
      yang menyedihkan jika diriku sering bw ke sana tapi ndak pernah dapet kunjungan balik. pdhal di blogrollnya ada link blogku. jadi buat apa ada blogroll… aneh…
      tapi keputusan terakhir rencananya akan dibersihin juga aja🙂
      tapi tidak buat blog yang menyangga berdirinya blogku di awal2.

      1. Noe, jadi apa niatmu menulis blog, blogwalking dan menulis komen di blog2 itu? Kenapa harus kecewa?
        Ehm… ralat, aku masih terus memelihara blogroll dari teman2 yang kukenal di dunia nyata, aktif atau tidak.

      2. niatnya adalah berinteraksi dan belajar berekspresi lewat tulisan.
        bukan pada pencarian hit atau duit. informasi adalah efek samping dari ngeblog.
        interaksi harus dua arah, ndak bisa satu saja yang datang ke salah satunya. meskipun sambutan di sana hangat, tetapi kalo model jaguh kandang seperti itu, mmm… ketik c spasi d. cape deh…
        *tuing-tuing…
        jadi ada ide postingan lagi😀

  2. ok ok ok baiklah, aku juga memang keterlaluan.
    Contohnya, nakja yg sering berkunjung kemari dan jarang mendapat komen balik aku, tidak pernah menuntut untuk dibalas, apalagi mencopot link ku di blogrollnya. Itu namanya unquestionable love di arena blogging.
    Tapi kupikir emang nakja anak yg iseng banget masang blog aku hihihihi.. *canda canda*
    sorri belum diupdate lagi dengan link baru setelah ‘berubah raga’ kemaren, Nakja. Aku sebenernya nunggu ada yg protes hahaha… si macan doyan banget brantem ya

  3. Noe, rupanya alasan kita ngeblog memang berbeda. Btw, kalo ga pingin komen di sini aku ga keberatan, bagiku yg penting memang gatel pingin komen dan ikhlas. Itu jauh lebih bernilai bagiku, sebagai orang yg mementingkan kualitas.
    Aku sendiri lebih suka belajar interaksi di dunia nyata, di mana terletak tantangan sesungguhnya.
    Kapan2 kita ketemu ya😉

    1. tidakkah kau lihat blog ini masuk daftar tribute-ku😛
      (ini sudah menjawab alenia pertama ya)
      ku sudah ngedraft postingan yang tuing-tuing tadi, schedule hari jumat.
      bagaimana interaksi blog tidak hanya antarblog, melainkan juga ke narablognya. itu bagian dari prinsip.
      beberapa blog yang komennya cuma numpang lewat, ndak baca postingan, atau sekedar menebar backlink sudah mulai aku filter. dan diriku sudah menemukan beberapa narablog yang asyik berinteraksi, tidak hanya via blog, tapi sudah ke media lainnya.

      mo ketemu di pemalang?
      ndeso banget😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s