Akhirnya kembali ke rutinitas di meja, setelah perjalanan ke lokasi-lokasi untuk assessment persiapan audit blablabla.

Dari hiruk pikuk kembali ke keheningan.  Kantor kosong, nyaris semua kolega tengah berada di workshop ini dan itu.  Hmmm…. iklim kerja idaman untuk seorang introvert berat sepertiku 🙂   Dengan ditemani alunan musik instrumental beraliran smooth jazz dari internet radio Boomer, segera setelah lowong aku mengunjungi kembali ruang maya sunyi tempat aku bisa bermonolog tanpa gangguan. 

Kali ini aku ingin membahas pertanyaan dalam sebuah kuis berjudul ‘Seberapa religiuskah kamu?’ :  ‘Do you believe in miracle?’

Pertanyaan yang mungkin akan banyak orang masih ragu-ragu menjawabnya.  Namun aku menjawab : Yes, I believe in miracle.

Bila kau dengar suaraku ketika menjawab itu, kau akan mendengar suara yang tegas dan mantap.

Jawaban ini bukan sekedar jawaban kosong yang datang dari harapan, melainkan hadir dari keyakinan yang didasarkan pengalamanku sendiri. 

Beberapa kali aku dianugerahi keajaiban disaat aku benar-benar siap menerimanya, dan di saat aku benar-benar membutuhkannya.  Dan itu adalah saat-saat ketika aku ikhlas dan pasrah terhadap cobaan yang berkenan diujikan-Nya kepadaku.

Contoh yang paling mutakhir, adalah ketika aku kecopetan dompet di dalam  bus ketika aku turun di dekat kantorku di Jalan Gatsu Jakarta.  Siangnya aku mendapat kabar dari orang rumah, bahwa ada seseorang yang mau repot-repot mengembalikan dompetku (kartu2 lengkap),  ke rumahku, di wilayah Cimanggis. Itu 50 km jauh ke pinggir kota.

Sebelumnya lagi, adalah pemulihan yang cepat dari kondisi koma dan perdarahan di kepala belakang, gegar otak, gendang telinga koyak dan cedera otot-otot dan urat akibat tertabrak motor tgl 1 September 2008 lalu.  Kecelakaan yang juga terjadi pada ayah, karena kami sedang bergandengan tangan pada waktu kejadian.    Sebelas hari di rumah sakit, pulang ke rumah aku sudah bisa menulis blog, dan berpuasa lagi.  Bulan lalu tangan kiriku sudah bisa diangkat naik  180 derajat yang walaupun belum kembali seperti semula namun aku yakin pemulihannya masih berlanjut.  Dan yang paling menyenangkan, aku sudah bisa melakukan olah raga kesenanganku masa gadis : renang, tanpa harus merasa pusing sesudahnya akibat air yang masuk ke telinga.   Bahkan minggu lalu ketika HR menghidupkan lagi program test kardio dengan cara  lari keliling lapangan selama 12 menit, ditambah sit up dan push up, aku sudah bisa mengikuti walau masih terasa ngilu di sana-sini.

Ayah yang jari jempolnya yang kanan diamputasi setengah ruas hingga ke batas pangkal kuku, kini kukunya sudah tumbuh kembali dengan bentuk yang baik, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.    Untuk mengetahui bahwa yang kanan telah mengalami amputasi,  kedua jari jempol harus disandingkan terlebih dahulu.  Perdarahan di kepala yang ayah juga alami, sekarang sudah tidak berbekas lagi.   Ayah sudah kuat menyetir jauh ke luar kota.

Contoh lain,  sudah berlalu  7 tahun.

Sebelumnya, aku adalah makhluk kesepian dalam keramaian, menyedihkan dan tanpa tujuan.  Lalu aku memutuskan untuk pasrah pada-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan  menutup aurat.  Tidak lama setelah momen keputusan itu,  ada yang memperkenalkan aku pada seseorang.  Tiga bulan kemudian kami menikah dan menjadi sahabat terbaik bagi satu sama lain 😀

Alhamdulillah, Subhanallah.

Oh YES!    I believe in miracle!  😀     

 Do you believe in miracle?

Iklan

14 pemikiran pada “Do you believe in miracle?

  1. dari pengalaman hidupku, aku percaya itu ada.
    tapi, entahlah, makin terjebak ke pemikiran rasional, keajaiban itu makin menjauh saja. klik dengan frekuensi keajaiban semakin menjauh saja *keluh*

    btw, dirimu intrvert??? yang benar saja 😀

    1. Dari berbagai test kepribadian, semuanya bilang aku introvert. Berat malah, mencapai 84%.
      Mungkin karena punya rasa percaya diri yang tinggi jadi tersamar hehe. Percayalah 😀

  2. ya kepasrahan & iklas kadang hanya mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit implementasinya. bila kita pasrah yg datang dari lubuk hari ( bukan Hati ) pasti akan menghasilkan sesuatu yg indah dan menjadikan sesuatu yg sulit / sakit menjadi ringan.

    Keajaiban atau sesuatu yg tidak terduga sama sekali akan datang bila kepasrahan dan ke iklasan datang dari lubuk hati. seperti 6 bulan yang lalu dikala aku sakit .

    makanya akau berprinsip sakit itu kadang2 diperlukan agar kita lebih mengenal sang kholik. karena bila kita sehat jarang2 menyebutnya , tapi bila sakit hampir tiap detik.

    1. Yuk, kita bisa bikin orang lain merasakan miracle juga loh 🙂

      Dengan cara memberi pada orang yang membutuhkan secara surprise dan ikhlas tanpa berharap balas 🙂 Apalagi bila orang yang diberi adalah orang yang sedang membutuhkan…

  3. sudah kutebak, D selalu penuh keajaiban..!

    sesungguhnya semua jiwa miliki keajaiban,
    hanya.. sering tak terlihat karena tertutup kabut pesona kosong
    seringnya tak terdengar karena tertutupi suara bising
    **halah.. nakja lg sok iye 😛

    1. Dearest Nakja… 🙂 dirimu pun penuh dengan keajaiban itu

      *lo emang cewek ajaib huehehehe*

      Seseorang sampai terpesona dibuatnya hingga dia ternakja-nakja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s