Atau bisa juga hanya 6000 rupiah, kalau dia bisa dibujuk untuk bercukur di barbershop langganan ayah.

Salman paling susah bila saatnya untuk bercukur rambut tiba.  Dia lebih suka rambutnya sama panjang seperti punya kakaknya (copy cat mode on).  

before

Tapi aku tidak ingin dia terbiasa memiliki rambut panjang.    Aku berusaha supaya dia menjadi laki-laki beneran saat  dewasa nanti.  Yang rambutnya cepak, tidak boros shampoo, bebas kutu, dan nyaman dibelai (hehe).   Seperti ini:

after
sesudah

Untuk membujuknya bercukur, aku dan ayah biasanya harus membawanya ke salon khusus untuk anak-anak, yang ruangannya penuh mainan, tempat anak duduk terbuat dari mobil-mobilan atau pesawat-pesawatan, lengkap dengan tontonan video kartun, untuk mengalihkan perhatiannya dari gunting.    Jurus ini ampuh untuk Yasmin, tapi tidak untuk Salman.  Dia anak yang fokus.   Upaya mengalihkan perhatian jarang berhasil untuknya. 

Pada suatu hari bercukur, bahkan Salman sudah tidak mempan lagi dibujuk rayu dengan semua mainan.    Mas Barber bahkan sampe kewalahan, walaupun segala jurus sudah dikeluarkan.  Dari bujukan beberapa puluh menit, meniupkan balon busa sabun, lalu  menyetelkan video Tom and Jerry diganti dengan Mickey Mouse.   Pantas saja, tarif di salon khusus anak ini sampai sepuluh kali lipat dari tarif orang dewasa  hihihi….

Sampai suatu ketika, dua bulan yang lalu, keluargaku membutuhkan mobil baru.   Charade tahun 90 sudah ngos-ngosan minta diistirahatkan.  Untuk menggantinya dengan yang baru, aku memutuskan :  keluarga perlu mengetatkan anggaran belanja.

Jadi, pengeluaran yang bisa dihemat, segera dicoret dari daftar.

Saat itu aku merasa berkuasa penuh atas keputusan strategis yang dibuat dalam rumah tangga,  yang menentukan sukses tidaknya mencapai tujuan bersama.  Bukan lagi sekedar karyawan yang tidak berdaya atas kebijakan perusahaan dan hanya menuruti perintah boss 😛

Salah satunya, adalah anggaran untuk bercukur.  Huahahahahaha 😆 

*ibu tiri jahat on* 

Just Kidding 😛

Yasmin yang sudah lebih dewasa, *alhamdulillah* lebih mengerti keadaan, dan dia setuju bekerjasama denganku untuk mencoret daftar wishlists yang tidak benar-benar diperlukannya.   Karena dia anak yang demanding, aku sangat menghargai kesabarannya.   Lebih jauh  lagi, Yasmin membiarkan aku memotong sendiri rambutnya, di rumah, agar bisa berhemat.  Tentu dengan janji, kesabarannya akan diganti dengan ‘mobil hitam’.  Hehe.

Demi menonton kakaknya bercukur di belakang rumah,  Salman terbelalak.   Lalu dia memintaku untuk mencukur rambutnya juga!  Kesempatan emas! 😮

Tanpa menunggu lagi, langsung saja ku eksekusi.

Salman Got a haircutSalman Got a haircut2Salman Got a haircut3

Lihat senyumnya?  Tidak kelihatan terpaksa, kan? 😀

Salman Got a haircut4

Sebagai hadiah untuk kesabaran mereka, sebuah Avanza hitam mulai hari Jum’at kemarin sudah nongkrong di garasi rumah 🙂

A Happy Ending.

Iklan

4 pemikiran pada “Salman berhemat 60ribu rupiah

    1. Meneruskan tradisi turun temurun yang sangat baik lagi irit… 😀 Walaupun tinggal di kota tapi gaya hidup tetep…. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s