Sebagai perempuan, aku ingin angkat bicara pada kasus yang sedang ramai saat ini antara seorang wanita Indonesia bernama Daisy Fajarina dengan pihak keluarga Kerajaan Kelantan, Malaysia.

Jangan ganggu anakmu yang sudah menikah
Jangan ganggu anakmu yang sudah menikah

Kasus ini menarik untuk diamati karena memperseterukan negara ini dengan negara tetangga yang memang kurang akur, seolah-olah ini merupakan masalah nasional.   Bagaimana tidak, dengan cara Daisy mengadu ke Menteri Peranan Wanita, Kedubes RI Malaysia, Istri Presiden RI, Komnas HAM dan kepada pers media massa.

Kalau aku menulis di blog ini, semata-mata karena aku memang perempuan yang cukup rese untuk diam saja, atau bisa juga aku merasa sangat terganggu dengan pemberitaan ini sehingga aku perlu melampiaskan isi pikiran.   Dan karena berita ini sudah jadi konsumsi publik, daripada menulis komen satu kalimat dua kalimat ga jelas di posting berita yang begitu gencar di detik.com, aku menulis di sini saja deh.

Bagaimana pun, dengan tersebarnya berita ini di media masa, sebagai publik aku dapat memiliki penilaian.   Apalagi berita ini mengenai perempuan Indonesia.    Sebagai sesama perempuan bolehlah aku merasa cukup berkompeten untuk mengomentari berita ini dari sudut keperempuanan.  Lagipula untuk menunjukkan bahwa tidak semua perempuan Indonesia berpikiran seperti Daisy.   Setuju atau tidak setuju,  here I go…

Terlepas dari hal-hal yang diadukan oleh Daisy kepada pers mengenai apa yang terjadi pada anaknya Manohara, aku mempertanyakan beberapa hal yang sangat mengganggu :

  1. Mengapa sebagai ibu, dia menikahkan anaknya dalam usia 16 tahun, yang bisa dibilang usia yang masih belum matang dalam ukuran rakyat Indonesia pada zaman ini untuk menikah.   Seorang ibu yang baik selayaknya membekali anak perempuannya dengan banyak sekali ilmu yang perlu diketahui seorang perempuan dalam perannya nanti sebagai istri dan ibu.
  2. Bila memang Daisy sudah menganggap anaknya cukup matang dalam hal ilmu berumah tangga, secara seksual maupun secara emosi, mengingat usia Mano yang masih sangat muda agak sulit membayangkannya telah mencapai tahap itu, mengingat dia dididik di kota Jakarta dengan gaya hidup metropolitan.  
  3. Pada usia 16 tahun, apakah Daisy tidak memandang perlu bagi anaknya untuk menyelesaikan pendidikan formal lebih dahulu sebelum dinikahkan maupun setelah menikah?   Banyak cerita mengenai TKI bodoh yang menjadi bahan kekesalan majikannya di luar negeri bisa dijadikan bahan pelajaran.
  4. Siapakah Daisy Fajarina sehingga dia bisa bergaul di kalangan jetset Indonesia-Malaysia?
  5. Bagaimana sejarahnya sehingga keluar pencekalan ibu CPT Manohara untuk masuk ke negara Malaysia?  Hal ini tidak mungkin terjadi bila tidak ada preseden buruk sebelumnya.
  6. Mengapa kasus ini dibesar-besarkan sehingga harus dijadikan urusan pemerintah republik Indonesia, padahal sewajarnya ini adalah urusan antar keluarga yang bisa diselesaikan tanpa harus keluar ke media massa apalagi sampe jadi urusan menteri negara.  Ada ada udang di balik batu kah?   
  7. Menceritakan pada publik anaknya pernah  berkonsultasi pada Naek L Tobing.   Seolah-olah urusannya sangat besar sehingga perlu seorang dokter selebritis yang harus menanganinya. Please deh….     Mengapa Daisy tidak berhitung lebih pandai, sehingga alih-alih mendapat perhatian publik, malah membuka aib-aibnya sendiri?    Ketahuilah ibu Daisy yang terhormat, publik tidak sebodoh itu untuk langsung mempercayai apa yang anda katakan pada pers, sehingga bisa begitu saja diarahkan untuk mendukung anda.

Setelah pertanyaan di atas bisa terjawab, maka aku tidak tahu harus menilai Daisy sebagai perempuan yang :

A.   Patut dikasihani karena telah berkelakuan buruk.

B.   Tidak peduli mengenai pendidikan anaknya, sehingga begitu ada kesempatan menikahkan anaknya dengan pria kaya, langsung disambar.

C.   Buta mata hatinya karena silau akan harta, sehingga anak perempuannya yang menjadi incaran banyak pria karena kecantikannya, sengaja tidak dilindungi sedemikian rupa bahkan seperti disodorkan ketika ada pria kaya mengincar.

Soal ini cocok untuk multiple choice dengan lebih dari satu jawaban yang benar.

Iklan

21 pemikiran pada “Huru Hara Manohara

  1. Problema dua wanita, ibu dan anak,

    Masihkah kalau ibu (” Daisy “) yang seperti ini dibawah telapak kakinya ada syurga???

    Bagus untuk kita renungkan kembali, Kartini pun pasti sedih 🙂

    1. Bener Masgi, Kartini maupun Siti Nurbaya pasti sedih karena cerita ini masih bisa terulang lagi di hare gene geto loh. Hikmah paling jauh, cuman bisa diambil jadi plot cerita sinetron murahan. Tentang tahta, harta, wanita.

  2. Tiap kali baca detik bareng walid, aku tanya ke dia, manohara itu siapa sih? Emang dia ngapain? Dia jawab, “model, gak penting…” Ya wis, nggak pernah cari tau lebih lanjut soal berita itu.
    Baca kupasan D, jadi tau dikit deh. Semoga Allah mampukan kita mendidik anak2 se-sholeh & secerdas mungkin, dan Allah jauhkan mereka dari kisah hidup yang na’udzubillah kayak gitu..

    1. Amin Tik, Amin… Sebagai perempuan kita tetap harus mengutamakan akal sehat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan amanah kita sebagai orang tua.

      Tulisan di atas udah aku edit sedikit, karena pas nulisnya ada unsur emosi yang bikin kalimatnya kacau…

  3. di jaman sekarang yang sudah maju masih ada aja orang tua yang menikahkan anaknya yang masih dibawah umur.kalo yang melakukan orang tua yang bodoh yang hidup didesa terpencil yang ruang lingkupnya sempit pula mungkin saya masih maklum tapi ini oleh orang tua yang saya yakin terpelajar dan mempunyai pergaulan yang luas kok bisa?di desa aja masih banyak orang tua yang buta huruf tapi mengharapkan anaknya bisa sekolah tinggi dan melarang anaknya nikah dibawah umur.

    1. Bener-bener heraaan ya……. ini kasus yang kekanak-kanakan dan tidak dewasa sama sekali. Kalo diblow up malah jadi makin kebuka, dan makin kacau lah balau apa yang seharusnya bisa diperbaiki secara diam-diam.

  4. Mungkin benar orang tuanya gila harta, tapi persoalan awal kayak ada paktor bejat (memperkosa duluan) dari orang malaysianya (pangeran.red), setelah nikah harusnya ada resepsi di indonesia kalau memengang pangerannya tu orang kaya, tapi gak dipenuhikan , kayaknya pangerannya tu sok orang kaya kali (jaman gini mana ada kerajaan kaya kecuali Inggris). Terus udah nika anaknya mau putuskan hubungan dg orangtuanya , mana ada orang tua yang mau.

    1. Abdul, pakai mata hati dalam melihat setiap persoalan… jangan menelan mentah-mentah semua aduan pihak yang berseteru. Setiapnya pasti akan mengemukakan pembenaran-pembenaran.. lihat saja kasusnya jadi semakin rumit mit mit. Untuk yang ini, aku hanya akan bilang *cape dee…*

  5. di bukan 4 mata hari ini ibu mano bilang dia menikah karena telah dinodai. menurut saya, aib seperti itu sebaiknya tidak dibeberkan di depan umum bukan?

    kalo memang menikah muda ya baguslah, daripada meneruskan yang tidak baik.

    kenapa mano merasa tidak nyaman?
    menurut saya karena:

    1. dia masih sangat muda, rasanya masih ingin bersenang-senang dan berteman dengan banyak orang, masih sangat labil.. (ibu mano seharusnya lebih bijaksana, seorang istri tanggung jawab utamanya ada untuk suaminya, seharusnya bisa memberikan nasihat2 untuk mano sebagai istri.. dia masih kecil, nikah umur 15 1/2 lho.. mungkin belum tau kewajiban dan hak2 sebagai istri..)

    2. menikah saja sudah terkekang, apalagi dengan keluarga kerajaan yang sangat ketat protokolernya. (seharusnya pihak kerajaan juga jangan terlalu mambatasi pertemuan ibu dan anak, tentunya akan membuat mano semakin terkekang..)

    yah.. tau deh..

    1. Naseakaluna, memang publik yang mampu menilai sendiri sepak terjangnya ibu dari CPT ini. Pihak mana yang bikin runyam, pihak mana yang punya akal sehat untuk meredam. Ada pepatah siapa menabur angin dia akan menuai badai…
      Yang jelas sebagai publik saya tidak mau ikut ribut dan terprovokasi urusan rumah tangga orang.. ngapain juga.. ga ada untungnya.
      Kasus ini makin lama makin ga masuk di akal. Aib diuar-uar apa udah nggak punya malu lagi tuh perempuan.

  6. manohara itu cakep pisan ya…
    salah ketemu orang dia, coba kalo setaun yg lalu maen2 ke tegal dan sekitarnya… ckckck…

    btw, mo nanya, d. komennya bisa langsung direply per komen ini paketnya theme atau harus pake script?

    1. Heeeeh.. Pake berandai-andai lagih 😛 kalo ama orang tegal dan sekitarnya sih belom tentu diserahin ama ibunya kalik!

      Ini udah sepaket ma theme kok Noe, sedap bukan?

  7. seandainya ibu si gadis cantik itu adalah D, takkan terjadi seperti ini..

    bunga tumbuh diatas tanah..
    bukan bunga yang tak lagi indah
    mungkinkah tanah yang sedari awal tak memberi cinta yang sesungguhnya 😦

      1. Hyahaha.. Tembakan telak, Nakja.. 😉 Tapi bila cantik fisik adalah fitnah dan cobaan sepanjang hidup, aku lebih suka menjadi biasa-biasa saja.. *ngeles mode*

  8. DESI IBU NYA MANOHARA YANG TERHORMAT
    MANOHARA KELIHATAN SAHAJA , TAPI KENAPA IBUNYA MALAH KELIATAN RAKUS.
    RAJA KELANTAN JANGAN DI LADENI IBUNYA MANOHARA, BIAR DIA BERKOAR SEMAUNYA
    DIA BERKOAR KARENA RAJA KELANTAN , KURANG MEMBERI PASOAN KEUANGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s