Pesta rakyat 5 tahunan yang dinamakan PEMILU,  menjadi kenyataan.  Tahun ini ajang itu memang menjadi pesta yang memilukan.  Aku usul agar  singkatannya diganti saja, asal jangan yang itu.  

Tidak perlu seorang ahli roket (atau tepatnya, ahli politik) untuk memprediksikan kekacaubalauan yang akan terjadi. 

Dari pandangan orang awam saja, dengan sistem yang berubah-ubah, dari metode pemilihan coblos jadi ‘contreng’ (yang entah pertimbangannya apa), sistem pencalegan (nomor urut caleg atau suara terbanyak?), resiko dampak pilpres terhadap pileg yang pasti ada (mau mendukung presiden yang mana, kan membuat pemilih harus memilih partai dan tidak lagi melihat siapa caleg),  kebijakan pelaporan dana kampanye yang entah dipatuhi atau tidak, perubahan jadwal kampanye pada detik-detik terakhir (sangat tidak menghargai waktu orang lain!), kasus DPT yang macam-macam jenisnya itu walaupun sudah diperingatkan jauh-jauh hari dan   yang paling menyesakkan, adalah tanggapan KPU yang santai-santai dan menganggap semuanya sudah beres seperti seharusnya. 

Berikut adalah prediksi pertimbangan perubahan kebijakan coblos menjadi contreng :

  • terlalu saru.. apalagi bila berniat mendukung caleg yang perempuan:mrgreen:
  • mencegah salah paham, mengingat tingkat pemahaman rakyat yang bermacam-macam.  Karena ada kekhawatiran, bila diperbolehkan mencoblos orangnya, besoknya akan muncul banyak laporan caleg tewas ditusuk.
  • coblos tidak bisa diralat, contreng bisa diralat dengan memberikan garis tambahan sehingga membentuk tanda silang.   Sebentar… ini ujian test masuk perguruan tinggi atau pemilu sih…?

Belum menyebut lain-lain kasus yang mendasar, seperti : bagaimana sebenarnya filosofi demokrasi yang diterapkan pada pemilu tahun ini, yang seharusnya menjiwai dan memberi arah dan target yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan? 

But this is the must go on show.

Jadi, sebagai warga negara yang baik dan masih berpikir positif demi masa depan bangsa ini, kami sekeluarga bersemangat menyambut pesta negara 5 tahun sekali yang dibiayai oleh uang pajak yang kami setorkan ini.

Walaupun hingga malam sebelum tanggal 9, kami belum menerima undangan selembar pun.  Padahal tetangga kiri kanan sudah ada yang menerima.
Security yang bilang, undangan untuk rumah kami memang tidak ada.  Penasaran, ayah memastikan pada pak RT dan panitia KPPS.  Confirmed, tidak masuk DPT.

Tapi sebagai warga negara yang baik dan masih bersemangat memberi pengalaman politik pada anak-anak, sekalian olah raga, pagi-pagi sekali kami sudah mendatangi TPS.  TPS 65 untuk RT 4, 5, dan 6 RW 19 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cimanggis Depok didirikan di Taman Kodok perumahan Griya Telaga Permai.

9april09-061

Jangan ditanya sudah mandi apa belum😉 ,  😆

Ketua RT 6 pak Armeko yang menjadi ketua KPPS, kabarnya hingga hari H juga tidak masuk DPT.  Ck ck ck.  Kami ragu, apakah harus merasa terhibur,  atau sedih😐

9april09-09

9april09-10

9april09-15

Siangnya kami mendapat kabar, untuk warga Kota Depok diperbolehkan memilih dengan memperlihatkan KTP walaupun tidak masuk DPT.  Too bad,  TPS sudah ditutup.  Dan kami sudah kabur ke lain kota.

Di TPS 65, dari 200an pemilih yang terdaftar dalam DPT, 160 memilih Partai Kita Semua.    Ini satu-satunya yang menghibur kami.   

Karena membuat kami tambah yakin,  tetangga di lingkungan rumah  kami didominasi orang-orang yang rasional, senang tolong menolong,  relatif bersih dan religius😉

Yess😀

8 pemikiran pada “Pemilu 2009 di TPS 65

  1. Akupun tidak mendapat undangan, dan di takdirkan berada di pinggir jalan dari jam 01:00 dinihari sampai sore hari karena ada FO putus.

    Hanya bisa berdoa semoga partai kita semua bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat.

  2. Masgi, … lihat hasil polling di blog ini🙂 Polling di sini murni, tidak ada rekayasa atau konspirasi apapun. Juga polling yang di detik.
    Semoga partai yang kita beri kepercayaan itu tetap dapat mempertahankan amanah ya, amin..

    Ada bagusnya juga nggak dapat undangan ya, jadi tidak harus menjadi salah satu partisipan dalam pesta yang memilukan ini.
    Walaupun tadinya sakit hati karena merasa tidak dianggap sebagai warga negara, dan hak menyalurkan kepercayaan pada satu partai tertentu ditolak, yah…. setidaknya fokus ke pekerjaan Masgi hari itu jadi gak terganggu😉
    Dan saya juga fokus ke liburan … hwehwehwe *menghibur diri sendiri*

  3. ga ada undangan nor ga niat..hehehhe…di sini cuma ada pengumuman di websitenya konjen RI di Toronto buat milih. That’s all.😀

  4. Yee… masuk DPT kan sama aja dengan diundang buat milih. Kalo di CA semua orang bisa nyambung ke internet.. Kesimpulannya: ga niat! woh.. Nanti dulu.. kalo udah jadi permanent resident, kan emang udah bukan warga negara RI lagi ya? hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s