Siang ini, panas terik di angkasa raya.

Seorang sahabat sedang melepas pendamping hidup, yang telah bersama-sama berpuluh tahun, menanjakturuni jalan kehidupan.

Dalam sesak  isakmu yang tertahan dalam keramaian, termangu di pinggir makam,  berdiri aku sendiri, menghayati kesendirianmu

mungkin begini :

“Setelah kakanda mendahului pulang ke haribaan, tanpa kata tanpa pesan,  sepi akan menggigit keheningan, yang sebelumnya tidak pernah terasa sakitnya.”

lamat-lamat azan mengiringi suara urapan tanah melindungi jasad

setimbun demi setimbun

….

tenggelam aku dalam kehilanganmu

 

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun..

Untuk bu Asiah tercinta,  semoga Allah melimpahkan hikmah yang besar untuk ibu dan keluarga melalui ujian ini… amin.  Percayakan semua urusan pada Allah……  bahwa Dia hanya memberi yang terbaik bagi hambaNya.  

Sesungguhnya hanya kepadaNya, kita semua akan kembali. 

Jakarta, 19 Februari 2009

Iklan

2 pemikiran pada “Kepergian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s