Hari-hari terakhir ini orang-orang pada ribut tentang cinta.   Apa sih cinta itu btw?  Dengan banyak definisi yang bikin lieurr,   aku mendingan cari referensinya aja di kitab tuntunan umat manusia, Al-Quran.  Supaya nggak salah kaprah, nggak terpeleset, nggak menghujat, nggak melambung, nggak memuji berlebihan, nggak tertipu. 

And here’s what I’ve found:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.   QS  Maryam 96

Oh ya?  Apakah ini artinya bagi orang yang tidak beriman dan beramal sholeh tidak akan merasakan dalam hati mereka rasa kasih sayang?  Jadi, rasa kasih sayang yang terjalin selama ini di antara manusia yang belum mendapat hidayah, apakah namanya? 

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.  QS  Al An’aam 12

Pada hakikatnya, manusia adalah tidak memiliki apapun, bahkan manusia itu milik Allah, dunia dan segala isinya, yang di langit dan di bumi, yang terdeteksi indera maupun yang gaib, termasuk rasa cinta di antara umat manusia. 

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.   Al-An’aam 54

Besarnya kasih sayang Allah meliputi  kesempatan bertobat,  hingga saat di mana tobat tidak memungkinkan lagi (ajal).   Seluruh manusia, baik  yang beriman maupun tidak percaya pada ketetapan-Nya, mendapat segala karunia dan rejeki sesuai dengan yang diusahakannya.  Jadi,  apakah sebenarnya rasa yang dimiliki oleh manusia ketika mereka tertarik/cenderung pada orang yang disukainya?

Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.  Al- ‘Ankabuut 25

Haduh, siapa yang mau nanti di hari kiamat saling menyalahkan dan melaknati satu sama lain hanya karena salah caranya menciptakan perasaan kasih sayang di antara mereka?

Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.   As Syuura 23

Dengan semua dalil di atas, aku berkesimpulan berkasih sayang hanyalah benar bila dilaksanakan berdasarkan keimanan dan amal sholeh,  di jalan Allah SWT.   Demikian pula cinta yang kita miliki pada pasangan, anak-anak, keluarga besar kita, teman-teman dan manusia lainnya.

Aku tahu pemahamanku masih dangkal.  Sesungguhnya, pemahaman manusia terhadap Al-Quran itu berlapis-lapis.  Dimulai dari pemahaman yang paling harafiah (dangkal) hingga yang paling mendalam. 

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam,  setelah membaca kita harus melakukan.    Setelah melakukan, niscaya Allah akan menambahkan pemahaman atas ilmu kepada kita.

Apa yang tertulis di sini adalah sebagai usahaku untuk meluruskan pemahaman berkasih sayang di antara manusia, juga cara berkasih sayang di antara keluarga kita sendiri.    Sudah banyak terbukti di antara manusia yang berumah tangga bukan dengan niat beribadah di jalan Allah, menemui jalan buntu perceraian, awet rajet (awet tapi penuh konflik), atau menghasilkan anak-anak yang rusak jalan hidupnya.  Walaupun bagi yang sudah lama berpacaran, dengan alasan usaha saling mengenal karakter masing-masing sebelum masuk masa pernikahan. 

Dan ketika orang yang dikasihi menjelang ajalnya, atau mengalami musibah kehilangan harta, maka  manusia yang paham arti cinta yang sesungguhnya :  tidak akan meratap.  Juga tidak menjadi depresi karenanya.   Orang yang memahami cinta yang melingkupi seluruh dunia dan seisinya akan merasa selalu penuh, bahagia,  optimis dan bersemangat. 

Sudah sejak lama aku hanya memahami satu hal tentang cinta : 

Allah adalah Cinta itu sendiri.

Bukankah pengertian itu yang diharapkan untuk dipahami,  setiap kali kita membaca kalimat berikut  sebelum beraktivitas? 

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Iklan

9 pemikiran pada “Kasih Sayang

  1. Menilik definisi dari Sang Maha Pencipta sendiri, bahwa kasih sayang itu adalah rasa yang ditanamkan oleh Allah setelah manusia beriman dan beramal sholeh, berarti rasa2 lain yg menyimpang dari definisi itu bukanlah kasih sayang yg hakiki.

    Semoga kita tidak termasuk golongan yg tertipu.

  2. Ping-balik: 25 Fakta Tentang Saya
  3. Iya ya, ternyata Alloh mengajari kita untuk menerapkan kasih sayang di dalam mengawali semua tindakan kita, kenapa mesti nunggu 14 Februari ???

  4. Membaca artikel ini hati saya merasa tenang, sekiranya setiap orang bisa menerapkan kasih sayang yang seperti diterangkan dalam al quran dalam kehidupan sehari-harinya dunia akan aman,amiiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s