dgravatar2Hari ini, sepulang kantor, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, yang tersembunyi, tenang, tak terganggu oleh apapun.  Mungkin sambil menyesap kopi panas, yang akan turut menghangatkan pertemuan kita.  Aroma kopinya menambah semerbak kenangan yang timbul sesudahnya.   Wajah dan senyummu yang teduh menentramkan akan membuatnya sempurna tak terlupakan.  Lalu aku akan memuaskan pandangku padamu, hingga segala kernyit dan gerak bibirmu tak ada yang lewat tanpa kesan.

Aku tak mau suasana menjadi rusak hanya karena hariku hari ini adalah satu hari yang ingin kuendapkan.  Aku hapal apa yang harus dilakukan, tahap-tahapnya seperti yang selalu kita diskusikan.  Endapkan, tarik nafas, refleksikan, ambil pelajaran, jangan biarkan berlalu karena dalam setiap event baik maupun buruk, selalu ada sesuatu yang bisa masuk perbendaharaan.  Betul semua itu.  Jadi aku hanya ingin melewatkan waktu ini bersamamu, dalam rangka merunduk,  meregang,  setiap otot-otot kesabaran.  Setelah momen ini aku tahu aku  akan menjadi kuat, dan kembali mengaum.  Kepada dunia yang penuh tipuan.

Kamu ajaib,  Sayang.  Hanya membayangkan melewatkan waktu bersamamu, membayangkan wajah setenang lautanmu sudah membuatku siap menghadapi dunia dan seisinya.  Terima kasih atas kesediaanmu mendampingiku dalam setiap suasana hati. 

Tak ada jalan yang terlalu panjang, selama selalu ada engkau di sisi.

I love you,  Ayah.

Iklan

8 pemikiran pada “Hari ini

  1. Dari segi komersialitas jelas gak nyambung. Yg dipajang di sana harusnya ekstrim , kalo ga lucu banget, norak banget. Ato melas banget.
    Hihi piss juga ah 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s