Bermacam-macam sikap manusia terhadap hujan.    Manusia di perkotaan ada yang menganggapnya penghambat kegiatan, ada juga yang menganggapnya sebagai rejeki, tergantung kegiatan mata pencaharian masing-masing.  Para petani akan menganggapnya sebagai rahmat dari Tuhan karena dengan air hujan, tanam-tanaman bisa tumbuh dengan subur.

Anak-anak  secara naluriah sebenarnya selalu menyambut hujan dengan riang gembira, hanya para orang tua kebanyakan khawatir anaknya sakit, karena kurangnya pengetahuan dan pengamalan tentang ilmu kesehatan.  Anak mana yang tidak suka bermain dengan air?   Saat terjadi banjir pun selalu terekam dalam foto anak-anak sedang bermain air dengan ceria.  

Lalu kenapa selama ini orang yang di perkotaan selalu melihat hujan dalam persepsi negatif?  Bahkan sampai ada peribahasa  It’s like rain on a wedding day yang artinya musibah.

Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap hujan?  Mari kita belajar tentang hujan, dengan bersumber dari kitab tuntunan bagi manusia, Al-Qur’anul Karim.  Supaya musim hujan ini tidak lewat tanpa tambahan ilmu dan hikmah yang menyertainya.

Tentang kejadian hujan :

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.   –  QS Al-A’raaf 57

Hujan menjadi pengobat orang yang putus asa (depresi), terkena gangguan syaitan, dan penguat iman orang yang bertobat:

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. ”   –  Ar-Ruum 48

Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.”  QS Ar-Ruum 49

“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).”  – QS Al-Anfaal 11

Aku diceritakan oleh Teh Pipih, pengasuh anak-anak asal Plered Purwakarta, bahwa orang di daerahnya suka menampung air hujan yang langsung jatuh dari langit (tidak terkena atap, talang, daun-daunan, dsb) lalu dibacakan doa untuk diminumkan kepada yang sakit sebagai obat kesembuhan.   Di sana, anak yang nakalnya sudah dianggap keterlaluan juga suka dimandikan dengan air hujan oleh orang tuanya.   Adapun kesembuhan terjadi karena rahmat Allah semata. 

Hujan sebagai penambah kekuatan (jasmani dan rohani) bagi orang-orang yang telah berserah diri:

“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”  – QS Al Huud 52

Fenomena hujan es dalam Al-Quran :

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”  –  Annuur 43

Tentang ibarat hujan mengenai kehidupan dunia :

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”  QS Al-Kahfi 45

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” QS  Al-Hadiid 20

Maha Benar Allah atas segala firmannya.

Nah, lalu mengapa orang selalu menghubungkan terkena hujan dengan sakit pilek?

Pernah terpikir hal itu terjadi karena sugesti diri?  Bagaimana kalau kita menyikapi hujan dengan cara yang sama sekali berbeda, sesuai dengan tuntunan-Nya?  Lalu lihat apa yang terjadi.

Setahuku, orang yang terkena virus/bakteri/kuman ini dan itu itu bisa terjadi karena imunitasnya rendah.  Sebenarnya tubuh sudah diperlengkapi oleh Allah swt dengan daya tahan terhadap penyakit, asalkan tubuh diperlakukan dengan benar, diberi makan dari sumber yang halal dan thoyib.    Dengan dasar ini maka bila tubuh rentan terhadap penyakit, bisa jadi karena tubuh itu sudah diberi makan yang tidak sesuai dengan fitrahnya.  Ketika  organ-organ tubuh diberi nutrisi racun sehingga fungsinya menjadi berkurang bahkan hilang, maka penyakit pun berjangkit dalam tubuh dengan leluasa. 

Alhamdulillah,  aku jadi makin semangat belajar dari Al-Quran, setelah mengetahui ayat berikut ini :

“Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.  Maka, apakah kamu tiada memahaminya?” –  QS Al Anbiya 10

Aku memilih untuk percaya.

Iklan

7 pemikiran pada “Tentang Hujan

  1. mohon maaf…
    ini penulisnya pegawai kantoran, ustad, atau ahli biologi ya.
    btw, sebetulnya tidak cuma hujan, D.
    panas, angin, salju, dan apa saja yang tidak diharapkan pada saat itu akan menimbulkan persepsi negatif. hanya memang yang sedang naik daun adalah hujan karena efek banjirnya.
    terus terang mungkin diriku satu2nya orang yang punya pikiran jelek tentang hujan. tentang bagaimana aku bersorak ketika hujan deras dan banjir yang dibawanya. sebab rumahku yang sering kebanjiran sejak jaman aku pake popok, sekarang sudah banyak temannya…
    kikikiki…..
    Tuhan maha adil.
    jelek banget ya pikiranku 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s