Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup di dalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina.

Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya”. 

Dari hadist yang diriwayatkan Tirmidzi.

Pagi ini,  aku terbangun dengan kepala dan badan yang ringan – sangat ringan,  tepat sebelum azan subuh berkumandang.  Di luar terdengar hujan mengucur dengan deras, dan dinginnya seakan merontokkan sendi-sendi di badan.  Subhanallah, aku membatin, dalam cuaca seperti itu,  masih ada pula yang menjaga speaker mesjid supaya tetap bekerja mengingatkan kewajiban umat muslim setiap permulaan hari.  Aku yakin, bila bukan karena iman yang kuat di dadanya, tak kan ada yang mau melepaskan kenikmatan selimut saat itu.

Aku menghitung ini adalah hari ketiga setelah aku ‘putus’ dengan facebook, dan dua hari setelah aku dan ayah berbekam (kebetulan masuk tanggal yang afdol.   Ini kegiatan rutin kami tiap bulan, insyaAllah).

Aku masih ingat sebelum tiga hari yang lalu, ketika bangun tidur adalah kegiatan yang paling berat, setelah mata terbuka pun masih perlu toleransi 5-10 menit lagi untuk benar-benar menggerakkan badan.  Ketika wake up alarm dari handset dan curah hujan yang deras  malah menjadi musik pengantar mimpi paling indah.

Dalam kondisi aktif dan darah mengalir lancar,  ketika pikiran menjadi jernih, … membuat aku merasa tidak ada lagi yang harus kukeluhkan.  Aku merasa cukup.   Puja-puji pada Allah yang mengalun dalam hati sepanjang waktu  tidak lagi bermotifkan kebutuhan yang belum terpenuhi, tapi karena…  kecintaan. 

Alhamdulillah… aku bahagia.  Bahagia yang hakiki.

 

5 pemikiran pada “Aku Bahagia :)

  1. Nengcha, TD akan kirimi buku ‘Al-Quran, the Ultimate Secret’ tulisan Astrid Darmawan dan Muhammad Hidayat. Dibaca berdua ‘ma Aymen, ya !

  2. aku selalu merindukan suasana yang sama. bangun di pagi hari secara otomatis dengan badan dan pikiran yang ringan. dengan mata dan wajah yang cerah.
    entah sudah berapa lama momen ini tidak pernah aku dapat. padahal menyentuh facebook pun aku belum pernah🙂
    dirimu membuatku iri, d.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s