Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.

Bismillah, pada hari ini Jumat tanggal 16 Januari 2009 pukul 14.00  dengan resmi aku menutup account facebook-ku.  

Dan dengan ini aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman yang pernah kuajak dan akhirnya bergabung dengan facebook.  Dengan ini aku serahkan pada kalian untuk menentukan sikap sendiri, sebagai orang yang sudah dewasa.

Catatanku yang terakhir di FB masih menyisakan polemik berkepanjangan antara yang pro dan yang kontra, selain dari dua golongan itu ada juga yang berada di tengah dan coba-coba mengadu domba antara pihak yang berseberangan… nice try 🙂 

Secara positif, inilah dinamika pemikiran dari beragam user facebook.   Contoh demokrasi ?  Silakan.

Seperti de javu, aku kembali mengambil sikap yang sama terhadap FB, seperti yang kulakukan terhadap Plurk dulu.    Sikap yang kuambil bisa jadi dipandang tidak rasional oleh para penyuka situs jaringan sosial seperti FB dan Plurk, tapi aku punya pandangan sendiri soal itu. 

Ya, aku tidak mau mendukung perusahaan yang menyumbang  Israel yang terkutuk.  Sebagaimana aku sebisa mungkin menghindari Starbuck,  Coca Cola, McDonald, L’Oreal, Marks & Spencer, Estee Lauder, Limited Co, Nestle,  Danone, Kraft, Nokia, Sara Lee, Arsenal dlst.  

Ya, aku tidak mau tergantung pada produk-produk perusahaan yang mendukung Israel.

Ya, aku tidak ingin hati nuraniku tercemar dengan membiarkan diri tergantung bahkan kecanduan terhadap sesuatu yang akhirnya ketahuan menyumbang Israel.   

Ya, aku tidak mau perhatianku teralihkan dari beramal yang lain, seperti berhenti bersikap autis, membaca atau menulis blog tentang ilmu yang berguna dan mudah-mudahan bermanfaat untuk keluarga dan orang lain.

Silakan, mau menganggap aku sok suci, aku hanya sedang berusaha untuk konsisten pada hati nurani dan arah tujuan di akhir hayatku nanti.

Aku berterima kasih pada facebook karena telah mempertemukan aku dengan teman-teman lamaku.   Tapi aku juga yakin pihak facebook  juga mendapatkan keuntungan dengan bergabungnya diriku sebagai salah satu user.    Jadi aku tidak perlu merasa bersalah meninggalkan situs ini.

Aku yakin aku masih bisa meneruskan hidup layak, berhubungan dengan teman-teman, tanpa facebook lagi.  

Masih ada alat pembangun jaringan lain, selain facebook, betul??

Updated :    

Di tengah begitu banyak kritikan mengenai keputusan ini, aku melakukan sedikit riset mengenai facebook, dan bertemu dengan link yang membeberkan filosofi pendirian facebook oleh pengembangnya di sini .   Bila ada waktu akan diterjemahkan agar semua orang dapat mengerti apa yang disampaikan dalam artikel tersebut.

Btw, wordpress memang dibuat di Amerika, tapi tidak ada yang salah pada niat Matt Mullenweg, pendirinya yang berusia masih sangat muda.  Silakan lihat link ini.

Iklan

28 pemikiran pada “Bye Bye Facebook

  1. Kalau pacebok membikin kita sibuk, itu berarti kita yang takluk.
    Kalau pacebok membikin kita terikat, itu berarti kita tersesat.
    Kalau pacebok membikin kita peace, baru berarti kita master peace.

    Face book selamat bobok ( tanpa k ), selamatlah juga si bubuk ( tanpa k juga ).

    You the winner.

  2. Kang Firman, akhirnya aku berhasil membunuh ego narsistik yg dipupuk selama ini oleh fb. Tantangan terbesar adalah kehilangan teman2 yg seolah mengelilingi. Ngeblog bila niat awalnya untuk berbagi ilmu yg bermanfaat, dan bukan sekedar memanjakan sifat narsis, mudah2an tidak membesarkan ego ya kang.
    @Masgi, hidup itu penuh peperangan ya, tapi anehnya yg berat adalah peperangan dengan hal2 yg ringan dan lucu seperti fb.

  3. “Aku yakin aku masih bisa meneruskan hidup layak, berhubungan dengan teman-teman, tanpa facebook lagi.”
    Ah ya tentu saja. Sebelum kenal dengan fesbuk, kita udah bisa hidup layak kok.. Kayaknya lebih penting nyari asuransi pensiun yang tepat buat kita, dari pada mempertentangkan masalah fesbuk 😀
    Tapi ngomong2, WordPress kan buatan Amerika juga. Apakah kira2 sebentar lagi bakal ada berita WordPress ternyata mendukung perang Gaza?
    hihihi.. cuma becanda, Din.. Piss ah.. 😀

  4. Sayangnya blog speedyand juga pake engine-nya WordPress. Demikian juga blogdetik dan dagdigdug. Kalo mau pake yg engine-nya buatan sendiri, di Flexiland aja tuh..
    Hmm.. kayaknya ini peluang buat Flexiland utk menarik para blogger pindahan ke Flexiland. Bisa pake semboyan: “Menggunakan engine buatan sendiri, bukan buatan negara yang mendukung perang something-something”..
    Cape deh… kalo semua2 disangkutkan dengan perang.. 😀

  5. wah din… ngeboikot ye.. gak nyambung deh kayaknya dgn perang …

    mudah2an kuat prinsip loe bisa ngeboikot semua produk dari israel/amerika..

    salut

  6. salam beringi merah………
    inilah yang kami tunggu…. dan saatnya kita memberikan yang terbaik du dunia IT kita… jangan asal regestry… ternya kita menyumbang untuk kemaksiatan..

    selamat deh…..

  7. Ya…boleh lah…
    Tapi kita harus ingat…

    Kehilangan Idealisme jauh lebih menjijikan daripada tidak punya idealisme..

    Semoga anda jangan sampai kehilangan idealisme anda….

    Wassalam….
    Adit

  8. Hmm… Kalo sapi entuh makannyah rumput, trus gak berarti kita sebenernyah lagi makan rumput kaaaan? 😀
    Cuma sebuah logika sederhana dari sebuah analogi bernama fesbuk…. peace aaah…

  9. @ Anis, “Cape deh… kalo semua2 disangkutkan dengan perang.. ” sudahlah… ini pilihan masing-masing ok. Gimana flexiland, mau ambil peluang ini apa tidak?
    @ Ian, insyaAllah… kecuali kepepet
    @ Pakarpangan, seperti pemilu : ‘Your Vote, Count!’ Dimana satu suara demikian berharga, aku memilih melakukan hal yang kuyakini.
    @ aditcenter, yup, jangan sampai kehilangan idealisme… aku menghubungkannya dengan nilai diri kita sebagai manusia.
    @ tukangparkir, parkirin tuh mobil, jangan cuman mau duitnya doang 😀
    @ munyukmuntel, ga mudheng maksudnya.

  10. @Agus Riyanto, itu merupakan sikap yang sangat baik terhadap facebook. Anggaplah testimoni saya sebagai mantan pecandu facebook sebagai bahan pelajaran. Sangat mengasyikkan berhubungan lagi dengan teman2 di masa kecil, yang membuat kecanduan sebenarnya mereka itu lah.

    @Soulharmony, rest in peace 🙂

    @Noe , semenjak join di facebook aku dan beberapa teman telah menelantarkan blognya. Tapi jangan sampai pengalamanku membuatmu terpengaruh, karena bagi tiap orang rasanya akan berbeda karena disikapi secara berbeda. Bila sesekali saja mungkin tidak akan membuat kecanduan.

    Tidak akan, bila tidak mempunyai banyak sahabat dan senang menyapa mereka.

  11. Kalau mempertentangkan masalah Israel, mesti diingat berarti ada sangkut pautnya dgn Amerika. Dan perlu diingat Amerika menSupport hampir 3 million dollar untuk Israel stp tahunnya. Dan uang trsebut salah satu sumbernya dri pajak. Pajak itu salah satu yg bayarnya adalah perusahaan2 yg ada di Amerika, termasuk wordpress, google. Intinya semua yg berbau amerika, berpusat di Amerika pasti langsung maupun tdk langsung menyumbang ke Israel 🙂

  12. Teh D… rupanya telah terjadi perang bathin yang hebat ya..? sampai berdarah darah kelihatannya nih ..
    Btw, tanpa facebook juga masih dapat bersilaturahmi kok..

    Jadi kapan ke Bandung ? kan bisa jalan bareng he he he

  13. Teman-teman yang masih ingin memakai web sosial networking tapi gak mau pake facebook (dengan berbagai alasan), bisa coba http://okeycall.com/. Katanya buatan lokal lo…

    Mbak Dina, aku minta izin menempelkan link untuk boikot produk Yahudi.
    Pertama : http://www.inminds.co.uk/
    Kedua : http://swaramuslim.net/printerfriendly.php?id=295_0_1_0_C

    Mungkin mbak Dina mau merinci di blognya, merek apa saja yang perlu di boikot. Kita tidak sadar dengan banyaknya produk yang terkoneksi dengan Yahudi. Saat kita membeli komputer/laptop, ternyata kebanyakan memakai prosesor Intel yang sebenarnya harus diboikot juga. Begitupun jika membeli produk lainnya.

    Nah kalau Facebook dan Google memang pendirinya adalah keturunan Yahudi Amerika. Cuma aku belum ketemu informasi bahwa mereka harus diboikot juga. Lagi pula produknya gratisan, selama tidak meng klik iklan mereka, mudah2an kita tidak memberi uang kita ke mereka. Sementara pendapat ku kayak begitu. Kecuali mbak Dina dan pembaca lainnya bisa memberikan alasan yang bagus.

    Terima kasih

  14. yang ga suka pacebook jangan sirik sama yang hobi pacebokan maksud aku pes bukan? dengan ngatain pacebokan perempuan bener, ya aku juga ga suka tapi ga segitunya ……………… hi…hi….hi

    Itu semua proses berpikir, semoga kita jadi orang yang makin bijak memanfaatkan facebook ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s