Sebelas hari di RS, aku hitung tiga kali sehari aku diperiksa tensi darah dan temperatur badan.  Grafiknya naik turun dengan variasi sedikit saja, tensi darah antara 80/60 sampai 110/90,  kalo suhu badan antara 36 sampai 37 derajat celcius.  Menurut pelajaran di SMP yang masih kuingat (o yeah) masih normal aja kan.

Cuman susternya sering banget nanya apakah memang tekanan darahku biasanya rendah? 

O ya, sahutku bangga.   It runs in my family.  Aku nggak kaget, beberapa kali ditolak donor darah. Karena tekanan darahku hanya pernah mencapai rekor paling tinggi 110/80, dan segitu itu udah top banget lah.  I mean,  kalo sudah turunan mau bagaimana lagi?

Karena susternya ganti-ganti menurut jadwal shift piket, pertanyaan ini sering banget muncul.   Lama-lama aku kesel juga.   Trus begitu susternya nanya lagi pertanyaan yang sama,  selain jawaban standar :  “Iya, biasanya memang segitu pas lagi sehat juga. ”  Aku tambahin sekalian:  “Sabar aja ya suster. ”

Suster (melongo, tapi lalu tersenyum) : “Loh, bukannya ibu yang harusnya sabar?”

Aku (dalam hati) : “$%!#$!%#$ Whatever!”

Kayaknya dunia emang udah kebalik-balik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s