Lagi asik-asik nunggu bis jurusan Cibinong lewat di Halte Pajak, hari Selasa 12 Agustus 2008 kemarin,  tiba-tiba para komuter termasuk aku dan ayah yang juga ada di situ, dikejutkan oleh suara BRAKK!! BRAKK!! BRAKK!! BRAKK!! yang sangat memiriskan.  Pertanda telah terjadi tabrakan di antara para pengguna jalan yang sedang padat-padatnya.  Waktu itu kurang lebih jam 17.25.

Setelah menemukan lokasi sumber bunyi-bunyian tak lazim tadi, aku disuguhi pemandangan 2 pengendara motor terkapar, beserta motor-motornya.  Satu kaca spion tergilas retak, beling kaca telah halus bertaburan, diuleg ban mobil. 

Untungnya mereka bisa bangun lagi, dengan dibantu beberapa orang yang nekat menghentikan lalu lintas yang sedang mencapai peak hour sore itu. 

Kedua motor segera minggir.  Urusannya cepat beres, bahkan sebelum polisi sempat datang.  Bangsa Indonesia memang terbukti cinta damai kan?

Namun tidak serta merta lalu lintas menjadi lancar kembali.  Ternyata ada dua kendaraan yang posisinya di belakang kedua motor tadi, masih berhenti di tengah jalan.  Satu buah bis ukuran 3/4, kapasitas penumpang antara 20 s.d 40 orang (namanya juga di Indonesia… hehe), diikuti di belakangnya oleh mobil derek gratis layanan tol dalam kota.  

Wah hebat, mobil derek sudah langsung tahu aja kalo ada kecelakaan, gumamku dalam hati.   Aku kecele.

Kukira mobil derek itu stand by untuk menolong menderek kendaraan yang jadi mogok karena kecelakaan.  Tapi ternyata…. malah mobil derek itu yang disinyalir telah menabrak bemper belakang bis 3/4 hingga tak berbentuk!  Casing kap mobil derek itu sendiri juga retak dan penyok! 

Bis 3/4 yang telah menjadi korban tertabrak mobil derek ini merupakan bis karyawan PT Flexia Tangerang, yang sedang dalam perjalanan pulang kantor.  Para karyawan yang sedang menumpang berhamburan keluar, agak shock dengan kejadian itu.  Mereka jelas shock karena waktu perjalanan pulang pasti jadi molor kalau urusan jadi berkepanjangan…. belom lagi harus lapor ke kantor polisi, belom lagi kalo bis harus ditahan…. belom lagi dicemberutin ama orang rumah karena datang terlambat……….. repot!

Tapi polisi yang memang sedang berada di daerah itu segera datang.  Penciuman mereka terhadap kejadian kecelakaan memang hebat.  Liat jalanan tiba-tiba lengang atau tiba-tiba macet aja, mereka bisa langsung tahu kalo, oh ini ada mobil keserempet, oh ini ada orang nyetir sambil mabok, oh ini ada perelly sirkuit lepas ke jalan… Pokoknya tau ajah!

Kalo kejadiannya seperti begini, kira-kira bagaimana penyelesaiannya ya?  Siapa yang salah, siapa yang harus bertanggung jawab?

Kronologinya, pertama-tama terjadi kecelakaan motor, yang membuat bis karyawan harus mengerem mendadak, yang lalu segera ditabrak oleh mobil derek yang sama sekali nggak punya petunjuk telah terjadi apa di depannya.

Kira-kira apa yang diomongin pak polisi ya? 

Gak mungkin kayak gini :  yah, yang sabar aja pak, namanya juga musibah, tabrakan beruntun, kecelakaan yang nggak diinginkan, lagian motornya juga udah pada pergi, dan pengendaranya juga pada lecet-lecet, motornya sama-sama pada rusak, jadi harap yang sabar aja ya pak, siapa tahu ini memang cobaan kita untuk bersabar,  apalagi menghadapi bulan ramadhan, emangnya pak haji…?? hehehe😛

7 pemikiran pada “Tabrakan Beruntun Pangkal Sabar

  1. Dan sebagai pengguna ojeg, aku jadi tak henti-henti berdoa sepanjang jalan setiap kali bermotor…

    Motor memang berkarakter liar dan selalu mengalir seperti air mencari tempat yang kosong… walaupun di depan gak tau mau nabrak apaan…
    Yang punya motor, ati-ati ya…

  2. Kabar duka, Dina pemilik blog ini dan suaminya mengalami kecelakaan. Saya jadi teringat postingan ini. Semoga Alloh segera memberikan kesembuhan untuk Dina dan Suami.
    Kami mendoakanmu Dina ………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s