Sebagai ibu rumah tangga yang salah satu tugasnya memutuskan makanan apa yang perlu disajikan untuk keluarga di rumah, tentu saja aku menginginkan yang terbaik.   Setiap kali belanja daging, sayuran, buah, tentunya aku memilih yang paling bagus untuk dibeli.     Kadang aku sempetin pergi ke pasar tradisional, tapi kalo badan udah pegel-pegel dan nagih waktu tidur lebih banyak saat liburan (males, titik, gitu aja kok ribet) aku belanjanya di pasar-pasar modern kayak Giant, Carrefour dsb.  

Tiap kali belanja ke pasar modern, ada yang selalu aku hindari untuk dibeli,  yaitu ayam broiler dan bagian-bagiannya.  Memang perusahaan pemotongan hewannya sudah bersertifikat, tapi aku sering melihat masih ada darah yang mengendap pada bagian-bagian badan ayam.

Menurut abangku yang memahami hukum fikih pemotongan hewan, maka syarat-syarat sahnya penyembelihan hewan adalah sebagai berikut (mohon dikoreksi kalo salah) :

  1. Menggunakan pisau yang bersih dan tajam.  Bersih di sini berarti setiap kali habis memotong satu hewan sembelihan, pisau harus dicuci dulu sebelum digunakan untuk memotong hewan berikutnya.  Di tempat penjagalan, wallahu’alam.  Harus tajam pula supaya tidak menyiksa hewan sembelihan.
  2. Mengucapkan bismillah sebelum mulai menyembelih.
  3. Memastikan hewan tidak sekarat di dalam air, sehingga jelas penyebab kematiannya antara mati tenggelam dengan mati kehabisan darah.  Hewan yang mati tenggelam haram untuk dimakan (karena statusnya sudah menjadi bangkai) kecuali ikan.  Sehingga pada waktu penyembelihan,  hewan perlu dijauhkan dari badan air, supaya pada saat sekaratnya tidak terkena air.
  4. Darah hewan harus dikeluarkan semuanya dari badannya, tidak boleh ada yang mengendap.

Darah adalah agen perkembangbiakan bakteri (seperti kuman penyakit) yang paling baik.   Oleh karenanya, sebaiknya kita menghindari membeli daging ayam yang kelihatan memiliki bercak-bercak hitam yang disebabkan oleh endapan darah.

Aku nemu juga kejadian di KFC.  Anak-anak waktu itu merengek-rengek minta makan ayam goreng.  Setelah ayam tersaji dan dimakan hingga tinggal tersisa tulangnya, aku perhatikan ada tulang yang menghitam yang tidak biasa.  Pada daging yang melekat pada tulang itupun berwarna agak gelap.  Aku menduga warna gelap pada tulang dan daging itu terjadi karena ada resapan darah yang masih mengendap pada saat ayam tersebut dibekukan sebelum diolah.  

Aku jadi seperti diingatkan lagi supaya menjauhi tempat-tempat junkfood.  Padahal belum tentu dalam hitungan jari dalam setahun keluargaku makan di tempat-tempat seperti ini.

Untungnya, sebagai pemilik golongan darah B, aku nggak menjadikan ayam diet utama, bahkan menjadi salah satu makanan yang harus dihindari.  Tapi yang jelas, alasannya bukan karena ayam masih sodaraku loh :P

~*@*~

4 pemikiran pada “Memilih Daging Ayam yang Baik

  1. Ya. Ayam yang baik itu setelah disembelih dan dibersihkan langsung kita olah.
    Kalau terlalu lama di lemari pendingin, sudah ndak thoyib lagi.

    Kalau mau lebih lama- 2 atau 3 kali lebaran..itu lebih gawat.
    Karena Bang thoyib gak pulang-pulang.😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s