Obrolan di gazebo bambu suatu hari kemarin… mengenai kondisi para cagub Jabar yang pilgubnya baru berlalu.  Dengan seseorang yang diminta menjadi penengah dari semua keributan yang timbul dari beberapa kelompok masyarakat.

Calon gubernur provinsi Jawa Barat yang sejauh ini memimpin dalam quick count tidak diperhitungkan sama sekali oleh pesaing-pesaingnya.  Mereka bahkan cenderung masih dalam kondisi shock.

Tapi yang paling shock, malah yang menangnya.

Bagaimana ceritanya, pak?

Begini, katanya: 

Dua pasangan kandidat pertama adalah politikus kawakan.  Mungkin karena terlalu yakin bahwa salah satu dari mereka akan menjadi gubernur terpilih, mereka  telah berikrar janji bersama untuk saling mengamankan dengan kekuatan ‘pasukan’ masing-masing.  Siapa pun yang memenangkan pertarungan. 

Jadi tidak ada yang menyangka, ya pak, kemenangan mengarah ke si ‘anak bawang’, yang tidak memiliki kelebihan dari segi mana pun dari kandidat lain, pun tidak membuat koalisi apa-apa. 

Justru mereka adalah yang paling kekurangan. 

Kekurangan dari dana kampanye, pengalaman kampanye, pengalaman berkuasa, usia (dan di sini harusnya berbanding lurus dengan ‘kedewasaan’), jumlah ‘pasukan’, dan masih panjang daftarnya.   Bahkan dari segi karakternya pun, dikenal sebagai yang bicaranya ‘sabedug sakali’ (hanya pembicaraan yang berguna), dan pasangannya dicurigai banyak pihak sebagai pandai berakting.  

Tapi rakyat telah memilih.   Memilih perubahan.

Begitu, namun ini pemilihan gu-ber-nur untuk provinsi Jawa Barat.  Wilayah yang di dalamnya penuh dinamika politik dan kekuasaan.  Penuh ormas yang selalu melingkari pusat kekuasaan yang bersedia nyawa untuk membela pihak pengisi periuk nasinya.  Mereka akan berpihak pada yang telah terbukti mengisi periuk nasinya.  Mereka organisasi yang sangat ‘ngabelaan nu tas ngabelaan maranehna’.

Memang terbukti, kondisinya jadi tidak terkendali

Walau kabarnya kandidat yang sejauh ini kalah telah memerintahkan ‘pasukan’nya untuk tidak melakukan cara-cara kekerasan.  Tapi siapa yang bisa melarang mereka, yang merasa periuk nasinya akan hilang?

Maka yang paling shock dengan kondisi ini adalah pasangan yang sedang mendapat terror bertubi-tubi.  Pasangan yang dipojokkan sebagai penyebab terjadinya perang saudara yang dihembus-hembuskan akan terjadi.

Mereka berdua sedang dalam kebimbangan: akan bertahan, atau mundur dengan berbagai alasan?

.

Obrolan berlanjut.

Apakah endingnya harus seperti skenario yang diinginkan ormas-ormas itu?  Pilkada ulang?  Bagaimana bila hasilnya sama saja, selain juga mahal?  Harusnya bisa ada cara lain yang lebih damai kan pak?

Pasti ada.  Hanya apakah mereka bisa menurunkan ego masing-masing apa tidak.  Kuncinya adalah diplomasi politik.

Bila pasangan terpilih segera membangun jembatan komunikasi dan koalisi, dan mendudukkan dua pasangan yang lain sebagai ‘pupuhu Jawa Barat’.  Sesepuh penasihat yang kedudukannya lebih tinggi dari kedudukan manapun di Jawa Barat.  Bukan ‘Jabar 1’, tapi ‘Sang Jabar’.

Ya ya, bila demikian adanya, mungkin rakyat akan aman.

Mungkin pemerintahan bisa berjalan tanpa hambatan.

Mungkin pembangunan bisa dilaksanakan secara lancar.

Mungkin tanah Para Hiyang bisa menjadi gemah ripah repeh rapih sekali lagi.

Dengan pimpinan yang punya niat tulus, lurus, dalam menggapai ridho Ilahi  disertai dukungan yang penuh, bulat dan pasti.

Allah beserta hambaNya.  Amin. 

~;@*@;~

Keterangan:

sabedug sakali = jarang sekali

ngabelaan nu tas ngabelaan maranehna = membela yang telah memperjuangkan mereka

pupuhu = sesepuh

Para Hiyang = para dewa 

Iklan

3 pemikiran pada “Harap Cemas di Jawa Barat

  1. Wawancara di Todays Dialogue di Metro TV semalam, Dede Yusuf kelihatan tambah tua karena kelihatan capek. Ahmad Heryawan kelihatan maju dengan keyakinan yang bulat. Alhamdulillah, semoga mereka kuat di bawah tekanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s