Iseng banget aku nulis ginian gini hare… tapi tulis aja ah, kalo aku mikir gini terus nanti ga ketulis-tulis. 

Sebagai reminder, aku baru ikut sign in dalam petisi online untuk membungkam RS kemaren.  Aku sign in dengan full name Dina Agustin Wulandari karena aku tidak mau menjadi pribadi yang samar-samar.  Sebagai tanda solidaritas blogger, aku ikut sign in begitu saja, walau tanpa nginput komentar apa-apa.

Ini isi petisinya:

To:  MPR RI

Dengan ini kami sebagai individu-individu blogger indonesia menyatakan protes terhadap semua statement-statement tidak berdasar, tuduhan sembrono dan ocehan ngawur yang telah dikeluarkan oleh KRMT ROY SURYO (selanjutnya disebut ‘yang bersangkutan’) di berbagai media terhadap para blogger Indonesia. Maka dari itu kami yang menyatakan mendaftar disini sepakat untuk:
1. Menghimbau media pers indonesia untuk tidak menggunakan statemen yang bersangkutan sebagai acuan dalam berita, karena terlalu banyak statement yang dikeluarkan tanpa riset dan data yang valid.
2. Menghimbau yang bersangkutan untuk berhenti memberikan statement ngawur di media dan internet, dan lebih berhati-hati dalam melontarkan tuduhan-tuduhan.
3. Mendukung upaya pengajuan tuntutan pidana terhadap yang bersangkutan atas tuduhannya yang tidak berdasar pada blogger indonesia (dalam hal ini salah satunya Enda Nasution) seperti disebutkan dalam statementnya di http://www.indocommit.com/indexpage.html?menu=29&idnews=7449&kid=0
4. Menuntut kepada pemerintah untuk melakukan upaya untuk menghentikan statement yang meresahkan berbagai pihak dan mempermalukan komunitas kepakaran IT indonesia tersebut.

Tadi pas bengong di bis, aku kok jadi kepikiran ya, rasanya kok ada something missing, ada yang nggak klop dalam petisi ini.  Coba aku rinci dulu di bawah ini.

Pertama : oh, ditujukan ke MPR RI ya? Emang apa sih tugas dan tanggung jawab MPR RI kita yang era reformasi (katanya) sekarang?
Coba aku riset dulu (ngutip om Wiki, masih boleh kan):

Tugas dan Wewenang, dan Hak Tugas dan wewenang MPR antara lain:

  1. Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945), (Undang-Undang Dasar)
  2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum
  3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi) untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya
  4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya
  5. Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya
  6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya
  7. Anggota MPR memiliki hak mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD, menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas, dan hak protokoler.

Lho lho lho kok nggak ada wewenang untuk membungkam pendapat seseorang? Kan sudah diblok oleh UUD ’45 pasal 28 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat?

Kedua : Isinya, “kami yang menyatakan mendaftar disini sepakat untuk menghimbau kepada media pers… bla bla”   

Lah, piye, bukannya di awal ditulis ditujukan kepada MPR RI?  Ini jelas nggak nyambung.  RS bisa tertawa dengan suara tawa yang meledak-ledak bak mesin bajaj.

Ketiga :  Kenapa media nggak bakal menuruti sepenuh hati.  Buat mereka bad news is good news.  Makin panas para blogger, akan makin seringlah media mengutipnya.  Just for the oplah sake (apaan sih ini).   Apalagi bisa wawancara sambil liat-liat koleksi Mercedesnya.  (yee.. nglantur). 

Makin memuakkan seseorang, makin naik kansnya sebagai bintang iklan.  Bukankah iklan yang memuakkan akan terus-menerus diingat orang, bukan begitu bukan?

Jadi mendingan setelah ini kita stop aja wacana tentang you-know-who.  Stop. Titik. Period.

Mas RS, kalau berkesempatan baca ini jangan ketawa dulu sampeyan.  

Aku nggak suka pada siapapun yang kalo ngomong asal njeblak, nggak pake ilmu.

Mohon dipertimbangkan untuk menggunakan cara-cara yang lebih elegan namun efektif.  Mungkin bisa dimulai dengan cara memberi pelatihan pada ybs tentang dunia IT.

Thanks.

Iklan

7 pemikiran pada “Petisi Online Tidak Efektif Membungkam Roy Suryo

  1. Membungkam KRMT RSN, itu ibarat kita membungkam Sinar Matahari, perlu triliunan uap air untuk menutupinya, cape dech. Kalau namanya di terjemahkan, maka beliau adalah Raja Matahari yang Menata Kerajaan. Begitulah kira-kira ibunya beliau berharap agar anaknya ini bisa menyinari bumi.

    Sayangnya, sinar yang dipancarkan saat ini masih mengandung banyak zat yang merusak. Tapi siapa tahu kelak, ada yang bisa mengubahnya menjadi sinar yang bermanfaat. Kalau pun tidak berubah, biarkan saja Matahari itu lewat, menjelang senja hari, Mataharipun pasti akan redup dengan sendirinya. 🙂

  2. Wah sulit sekali memang kalo memang demikian halnya, mendekati tidak mungkin kan? jadi marilah kita tertawa bersama-sama kayak anis…. HWAAHAHAHAHA 😀 😀
    *entahlah apa itu artinya…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s