Alhamdulillah… Dan Subhanallah!

Bagaimana tidak, tiga proyek besar kulewati sekaligus dalam periode yang sama dalam kurun minggu terakhir bulan Maret.

Tiga, semuanya di luar kontrolku. Bila ya, tentunya waktu ketiga ujian itu akan kuatur sedemikian rupa sehingga. Tapi tidak. Rupanya Dia memang sedang menunjukkan Kehendak dan KuasaNya padaku. Yang berakhir sangat manis…

Pertama, AMI.   Kukira jadwal AMI tidak mundur dari yang sudah diworo-woro sebelumnya.   Tapi karena kerakusan BusDev mengunyah pekerjaan, proyek yg belum selesai dicerna jadi perlu waktu lebih banyak dan AMI pun molor menjadi minggu terakhir Maret.  Lebih baik daripada tidak sama sekali sih.  Ceritanya, aku lega karena sudah selesai dengan nyaris tanpa hambatan.  Walaupun aku harus mondar-mandir lokasi audit sambil koordinasi, sangat menguras pikiran dan tenaga..

Ujian Kedua, boyongan dari rumah kontrakan ke rumah baru karena waktu kontrakan kami sudah mencapai tenggat akhir bulan lalu.  Lebih baik aku tidak cerita detil mengenai prosesnya.  Ciaat ciaaat geser ke kiri, bongkar di kanan!  Angkat gunung, lempar kunyuk!  Sikat musuh, palu penjahat! Begitulah kurang lebih. 

Hanya punya Sabtu Minggu, karena rencana cuti untuk menikmati semua itu bubar jalan, lihat ujian kesatu.
Tapi rumahku kini sudah agak rapi dan bila ada gegar budaya atau lingkungan, itu tidak kami rasakan. 

Bila otot-otot ini menjerit karena ketegangan berlebih, wajar.  Muncul sensasi aneh yang familiar. Dulu waktu kita dibintal, pada saat minggar, entah siapa yang masih ingat rasanya : capek pegal dan luka-luka. 

Setelah mengalami tahap kebas, otot ini jadi kebal,  lalu tanpa bisa dijelaskan: menjadi cair dan luwes…  Dan bertahan dalam setiap aktivitas melelahkan yang terjadi setelahnya.   Salah satu kebesaranMu Tuhan! Aku masih bisa berlari mendaki jembatan penyeberangan tadi. Jadwal pijat yang tadinya ‘harus sekarang juga!’,  dapatlah diulur minggu depan….. Setelah lebih santai.

Last but not least, seolah kurang berat bebanku, masih ada ujian ketiga sepanjang minggu terakhir bulan itu:  ketika bulan tanpa ampun mengutukku menjadi werewolf AUuuuuuuuung!! Kucabik-cabik sendiri badanku! berdarah-darah ia!
Siapalah yang bisa melawan kehendak alam!

Akankah Kau membentukku menjadi gatotkaca, Tuan?

Sekian meracaunya.
Sekarang mau tidur dulu. Capek, gila.

Iklan

4 pemikiran pada “3 Ujian Hercules

  1. Selamat menempuh hidup baru di rumah baru TD..semoga betah dan dapet tetangga yang baik2, biar ga usah ngeluarin golok…:D. Can’t wait to come and visit!
    n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s