Mudah-mudahan tidak bosan membaca update tentang yang satu ini…  😀

.

Ayah

Aku tidak keberatan cowok ganteng yang satu ini mondar-mandir di rumah 😀 

Pemirsa, rumah hybrid kami telah selesai pembangunannya.  Jadi cerita apa lagi yang harus disampaikan?

Apakah itu mengenai finishing obyek bambu?

Vernis pada bilik

Bilik itu memendarkan cahaya setelah divernis.

Untuk proses finishing, pertama batang bambu dikuas dengan soda api untuk mencuatkan warna bambu yang bagus, baru di cat vernis.  Mungkin ini yang dimaksud dengan metoda pengawetan bambu?  Sebenarnya, agar bambu awet berpuluh tahun, prosesnya telah dimulai jauh-jauh hari sebelum bambu ditebang.  Sudah kuceritakan sebelumnya di sini.  

Teras belakang juga sudah rapi. 

.

Teras BelakangLantai MozaikTeras Belakang 2

Apakah itu mengenai instalasi listrik? 

Stop KontakInstalasi Listrik 

Kabel listrik disembunyikan dibalik bilik.  Tentu saja kabel harus memiliki kualitas baik karena resiko bilik terbakar sangat tinggi.  Mungkin kami perlu menyimpan APAR di rumah. Hmmm… just a thought.  

Apakah itu mengenai rasanya masuk ke rumah bambu?

Terus terang saja, global warming yang digembar-gemborkan oleh Al Gore, langsung dianulisasi ketika masuk ke bagian rumah bambu kami.  Tetangga satu blok yang telah menginspeksi rumah kami karena penasaran, telah mengakuinya.   

Aku mau jual AC Plasma Cluster 3/4 PK ku 1 unit, ada yang mau beli? (update:  sekarang sudah laku terjual… hehe alhamdulillah)

Sekarang mengenai pergola..

.

Tampak Depan

Kala bermaksud mampir nanti, anda tak kan salah rumah.

.

Lantai Carport

 .

Lantai Carport menggunakan batu sikat.  Batu yang disikat 😛

 Lantai Teras 

Anak-anak kuperbolehkan berguling-guling di sini kalau mereka mau.

.

Lantai Teras Depan 2Pemandangan dari TerasPintu depan

Pintu depan rumah, agak sempit, menyesuaikan dengan ruang yang ditinggalkan bekas jendela sebelumnya.  Walau demikian, bukan berarti kami tidak menyambut setiap tamu yang datang berkunjung.

 ~;@*@;~ 

.

Ada satu hal yang kupelajari dari rumah bambu kami. 

Batang bambu betung, bambu ikat, bambu tali dan lainnya yang menjadi bahan pembangun rumah kami, bukanlah material yang disintesa dalam pabrik.  Dia ditumbuhkan di alam, oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Jadi jangan berharap mendapatkan kesempurnaan presisi di sana-sini, atau kesempurnaan warna yang rata.  Sudah buatannya bahwa bambu besar di pangkal, kecil di ujung.  

Bagaikan anggota keluarga kita yang memiliki kekurangan dan kelebihan, bila dicintai tanpa syarat, dia akan bertumbuh optimal sesuai dengan tujuannya hidup di dunia.

~;@*@;~ 

“Ketidaksempurnaan melahirkan keindahan.  Keindahanlah yang melahirkan kesempurnaan.”  ~Dina~

Iklan

25 pemikiran pada “Rumah Hybrid : Minggu 7 (Selesai)

  1. sedikit koreksi untuk batu sikat, prosesnya batu tidak disebar dan disiram dgn pasta semen terus disikat supaya batunya timbul, tetapi diatur (istilahnya, ”ditandur” seperti tanam padi). pertimbangan teknis metode terakhir lebih kuat.

  2. Hi Dina,

    Kalau boleh disiarkan sekali gambar bahagian dalam rumahnya untuk tatapan umum supaya lebih jelas akan apa yang dimaksudkan dengan rumah bambu dalam erti kata sebenarnya…… boleh ya buk????

  3. Permintaan yang sulit ditolak.
    Sayangnya foto2 yang memuat bagian dalam belum sempat saya download dari kamera. Foto di atas saya ambil menggunakan PDA yg kemampuannya terbatas, dan bagian dalam rumah agak terlihat gelap (blitz lampnya kurang baik). Mungkin minggu depan baru bisa saya update (minggu ini sedang sibuk dengan kantor).
    Atau.. bagaimana kalau langsung memeriksa lokasi saja :D..

  4. Oh….sudah tentu saya akan kesana.Apalagi sememangnya saya tinggal disalah sabuah rumah bambu Pak Jatnika semasa di Cibinong nanti.Saya difahamkan rumah Ibu berdekatan dengan rumah Pak Jatnika.

  5. Bagus dan elegan Din, rumah bambunya…
    Aku juga lagi nyari inspirasi buat bangun rumah di Bali yang back to nature… mungkin nanti aku contek rumah bambumu.. 🙂

    Kira-kira berapa biaya per meter perseginya ya ?

  6. @Pak Ramadhan : sila menyambangi rumah kami yang sederhana .. 😀 kami baru akan mengisinya sabtu-minggu ini.
    @Honey : japri aja ya Hon, besok. Ato kamu baca tulisan pada halaman ‘rumah bambu’ (linknya ada di sub menu blog ini).

  7. Tepat bos, rumah bambu berkarakter dingin di siang hari, dan hangat di malam hari. Mengapa? karena batang bambu menyerap dan menyimpan udara yang dapat menstabilkan suhu ruangan yang pas untuk manusia.
    Sekalian mengurangi konsumsi listrik PLN, biar nggak kena disinsentif…! *YESS!*

  8. Dari kebon sirih deket Dev, cuman sekali naik. naik taxi. perjalanan 3 jam. 😀
    untuk bambunya, coba trace dari link ke halaman rumah bambu yg di atas itu lho…

  9. Maaf..saya enggak berkensempatan berkunjung kerumah ibu tempoh hari,dan sekarang saya telah kembali ke Kuala Lumpur.Mungkin dimasa yang terdekat ini ada kelapangan untuk kesana lagi…….maaf sekali lagi…………..

  10. Tidak mengapa pak, secara kami juga belum siap menerima tamu kecuali kerabat dekat, karena memang masih agak berantakan. Kecuali bapak mau bantu-bantu beres-beres barang di rumah saya hahahaha… kidding 😀

  11. waduh…
    ga rugi nih aku ngecek blog yang direkomendasi ama mas yudi
    rumahnya keren….
    n salut buat tema mendukung “global warming”-nya…
    kapan2 disempetin mampir deh buat sidak… hhehehehe

  12. Sekeren apa sih? coba aku lihat dulu…
    Oh wow! ternyata nggak keren kok! tapi KEREN BANGET!
    *narsis on*
    btw, setelah diisi barang-barang, banyak yg gak matching.. rasa2nya jadi perlu banyak ganti barang nih … hahahaha ujung2nye…

  13. Biayanya jelas nggak lebih mahal dari rumah permanen, namana juga berbahan bambu, yang bisa diperbarukan di kebon hehe…
    Hayo cari data harga pembuatannya di posting2 di blog ini… aku udah pernah bahas kok.

  14. Salam kenal mba, iseng2 mampir ni padahal tadinya googling testimoninya Dr. Windu aja ternyata keasikan ngikutin prtoses pembangunan rumah bambunya yang unik. Kapan2 boleh mampir ya sekalian silaturahmi siapa tau dapet inspirasi soalnya lagi rencana bangun rumah pake batu ekspos dan kayaknya asik juga di combine dengan bambu. Boleh di email alamatnya mbak. Hatur nuhun…

  15. ingin sekali, mencontoh kehidupan yang sederhana tapi sukses. trim’s atas karya tulisnya semoga bermanfaat bagi kita semua amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s