Ku amati orang-orang banyak yang masih jalan ke mana-mana, tanpa arah tujuan. 

~
Bilangnya sih, mau pergi ke tempat X.   Tapi ngambil jalannya ke arah Y.   Walaupun bisa juga sampai di X dengan mengambil arah Y,  tapi kan kena resiko berputar-putar dulu.


Alasannya supaya liat-liat dunia dulu?  Ok lah.  Tapi emang umur bisa diatur supaya dia masih hidup sebelum dia sampe ke tempat X?

?? 

Aku jadi bingung, sebenarnya dia tahu apa yang dia mau gak sih?  Kalo tahu, kok muter-muter? 

!?? 

Belom tahu peta ya?

8 pemikiran pada “Renungan Anak Teknik Industri

  1. Ok, aku tulis penafsiran aku ya.
    Yang pertama kali terpikir adalah Dina sedang nulis jalan hidup Dina. Dari lulusan Teknik Industri, tapi nyasar sampe ke Infratel..🙂

  2. ya, itu salah satu yang salah. hahaha
    TI itu dididik untuk selalu mencari jalan terpendek. kalo bisa lurus, kenapa harus berputar? tapi kenapa orang suka sekali berputar2?

  3. karena manusia hanya bisa berikhtiar, kalo memang harus melalui Y untuk ke tempat X ya gapapa. Seorang anak manusia hidup dan dihidupkan oleh dua hal keyakinan dan ikhtiar. jika nantinya berputar2 aku yakin dia akan mendapat hikmah dari berputar2nya itu, jika ia berfikir….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s