Yay!  Proses pembangunan Rumah Hybrid kami telah memasuki minggu ke-3, yang berarti, sudah bisa memulai tahap finishing.

 Lantai Toilet

We will eat this food and then put the waste later in this toilet.

Setiap ruangan, dinding dan elemen-elemennya telah terlihat bentuk aslinya.   Kini kami mulai bisa membayangkan hasil akhirnya dengan lebih riang 😀

..

Kita mulai dengan kamar mandi.

Dengan biaya ringan, kami mendapat toilet yang membuat kami merasa sedang berada di villa peristirahatan.  

 Dinding Kamar MandiPintu Kamar MandiToilet

Kusen pintu kamar mandi kini sudah rapi,  dan lantai toilet dibuat sedemikian rupa sehingga kemiringan lantainya cukup landai untuk mengalirkan air buangan.

Selanjutnya, water reservoir

Kami menggunakan reservoir berbahan fiber dengan merk ‘K’ dengan kapasitas 1100 liter.  Hasil survey ke beberapa toko material, merk lain tidak memiliki layanan purna jual sedangkan yang ini bergaransi 5 tahun. 

Peletakan reservoir di lahan yang sempit disiasati dengan membuat tiang ‘jamur’ yang dicor di bagian atasnya.   Diperkuat dengan bata ekspos, cantik kan?  

TiangReservoir

Sekarang kita cek dinding dalam ruangan. Kami tak kan pernah bosan memandanginya.

 Dinding Kamar TidurDinding Ruang Dapur

Ini bukan Kue Lapis Surabaya.

Dinding luar kamar tidur anak.

Dinding Luar Kamar Tidur 

Kusen pintu kamar.

 Kusen Pintu

Dan jalusi cantik ini.  Pada proses finishing, seluruh objek dari bambu dan kayu di rumah akan mengalami usapan cat pernis, yang membuat warnanya rata, cantik mengilap.

Jalusi

Ini langit-langit kamar yang akan kami pandangi sebelum terlelap.

Langit-langit 

Dan kalian pikir kami narsis??? 😀

Iklan

14 pemikiran pada “Minggu-3 : Rumah Hybrid

  1. Terima kasih dan salam kenal, Tridewita *nymm…nama yg bagus*. Saya memang berusaha sekuat tenaga mempromosikan penggunaan rumah bambu. dan nanti akan saya lanjutkan reportasinya dengan tema lebih jauh ‘bagaimana rasanya tinggal di rumah bambu’.
    Ada pertanyaan lain?
    *:D*

      1. Dari Yayasan Bambu Indonesia. Denah rumahnya kita yang desain sesuai kebutuhan keluarga kita dan ukuran tanah, sisanya diserahkan pada pak Jatnika cs.

  2. untuk rumah ini, harga borongan sudah termasuk survey, desain, material dan tukang, aku dikasih 1,2jt/m2. mungkin karena lokasi bangunan yg dekat dengan workshop pusat YBI. dan mungkin krn aku ce-es sama pak Jatnika hahaha…jk jk.
    kalo jauh, mungkin bisa kena tambahan biaya transportasi.
    sebagai perbandingan, harga rumah permanen borongan tahun lalu paling tidak 1,8 jt/m2.
    dan awal tahun ini harga material rata2 naik 5-10%.

  3. Hi Din,
    Boleh juga rumah-nya ..keren..back to nature..
    3 Minggu udah mau finishing ya? cepet banget…berapa org yg kerja ? dan berapa m2 itu dibangun ?
    (Bowleh nanya2 ya, mbandingin..sy jg lagi rencana bangun serupa di ciwidey..kmr sdg bikin RAB-nya)

  4. Mangga… diantos bade naros naon ieu teh?
    Nu damel aya kana 7 na, tapi kadang oge mung aya 3an, kumargi katawis seueurna padamelan..

  5. Yok bikin yok… tapi cari pembangun rumah bambu yang sudah terbukti kompeten ya, maksudnya ngerti banyak soal :
    1. Bambu
    2. Desain rumah yang sehat dan hemat energi
    dan yang lain-lain yang merupakan nilai tambahnya kalo ada.

  6. wah….
    ini baru inspirasi pure nature….
    kueren soro boz….
    biaya rumah biasa melambung tinggi….
    kita bisa desain rumah sendiri+ambil bahan yg bisa dipadupadankan dari sekitar kita….
    thx for the inspiration boz….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s