Semenjak dimulai tanggal 8 Februari 2008, pembangunan rumah hybrid kami sudah ‘naik atap’ beberapa hari yang lalu.

Tenggat waktu pembangunan yang hanya sebulan, dipenuhi dengan pengerahan s.d 7 orang tenaga kerja dalam satu waktu.  Dua minggunya lagi adalah finishing, untuk instalasi listrik, instalasi ruangan dan pembenahan yang masih kurang sempurna. 

Inspection by Salman Ahady

Salman menginpeksi dinding bilik… memastikan bukan terbuat dari wallpaper.

Bagi yang masih penasaran dengan bahan baku rumah semi permanen, ini dia gambar-gambarnya :

Bilik Kajang

Ini Bilik Kajang, sebagai penyekat ruangan.  Penggunaan bilik kajang untuk sekat dinding dibuat 2 lapis supaya tebal dan kuat.  Untuk rumah tinggal, tidak menggunakan bilik yang bermotif.  Bilik bermotif biasanya digunakan di bangunan restoran/bangunan umum lainnya. 

Genteng Mantili

Ini Genteng Mantili.  Atap bisa juga terbuat dari rumbia yang diikat-ikat,  hanya saja rumbia (ilalang) jarang digunakan untuk rumah tinggal karena usia teknisnya lebih singkat daripada genteng.   Dan Genteng Mantili lebih jago silat. (what????)

Betung & Ikatan Ijuk

Bambu Betung/Bitung pembangun struktur,  yang gembung dan ngabelentrung bila di pentung.  Ikatan dengan ijuk membuat struktur menjadi lentur saat gempa.  Pramuka sekalllee 😀

Kayu kamperJendela Dapur

Sebagai bahan pintu dan jendela, masih mengandalkan kayu kamper.   Suatu saat pintu dari bahan bambu akan dirancang oleh orang yang kreatif.  Andakah orangnya?

Sekarang mari kita memeriksa batas-batas bangunan dengan tembok tetangga…

Tetangga Belakang & Kiri

Batas dengan tetangga belakangTeras belakang

Di belakang rumah kami menyisakan sedikit ruang terbuka untuk sirkulasi, biopori, tempat menjemur pakaian, dan bercengkrama di balai bambu (balai belum dibuat).

Talang Belakang 

Inilah yang kumaksud dengan talang yang mencegah limpasan air dari atap masuk ke wilayah tetangga belakang, walaupun jarak overstek atap mepet sekali dengan tembok pagar belakang. 

Sekarang mari kita periksa ruang dalam….

Dinding

Sekat ruangan di dalam rumah.  Cantik kan?  Rumah semi permanen, menggunakan bata merah yang diekspose untuk sekat bagian bawah dan bilik kajang lapis dobel untuk bagian atas.

dinding rumah permanen dilapis

Pada dinding kamar tidur yang berbatasan dengan rumah permanen, dinding tembok dilapis dengan bilik lalu bagian bawah ditempel dengan potongan batu alam agar artistik.

Jalusi

Ini jalusi untuk sirkulasi ruang tidur anak..

Sekarang kita lihat kamar mandi shower…

kamar mandi

kamar mandi 2

Karena ukurannya yang kecil, dinding dilapisi keramik putih agar kesan ruangan menjadi lega…  rencana awalnya akan dilapisi batu alam supaya bernuansa outdoor… tapi apa daya hanya 1,5m x 1,5m …  sudah beserta toilet duduk.

belakang kamar mandi

Agar terang, dinding belakang kamar mandi diberi 2 blok kaca tebal transparan untuk membuat cahaya masuk ruangan.

Saat ini masih belum selesai pengerjaannya, jadi mungkin masih terlihat berantakan, kotor dan kampung banget.  Tapi yang kami lihat adalah visi. 

Bahwa memiliki rumah yang aman dari gempa, ramah lingkungan, bergema dan berresonansi, melestarikan budaya nenek moyang yang baik, yang mengingatkan kami untuk tidak menjadi sombong akan harta dunia, mencegah kami dari perilaku berlebih-lebihan, dan mendukung segala usaha kami memberikan pendidikan akhlak terbaik pada anak-anak, adalah berarti segalanya bagi kami. 

Maka keprihatinan yang sedang dijalani saat ini, tidak berarti apa-apa dibanding dengan kepuasan yang kami dapatkan saat nanti. 

Semoga Allah swt meridhoi.

 ~@*@~

Baca juga tulisan sebelumnya :

Rumah Bambu 

Yayasan Bambu Indonesia

Rumah Hybrid : Prosesi Pembangunan (minggu pertama)

Iklan

17 pemikiran pada “Minggu-2 : Rumah Hybrid

  1. maaf, boleh tau gak alamat yayasan bambu, karena insya Allah, saya juga berminat untuk membangun rumah yang menyatu dengan lama, tadinya mau rumah kayu, cuma, alhamdulillah belum mampu, jadi bambu nampaknya bisa menjembatani keinginan rumah kayu saya, (bambu kan kayu juga,hehehehehe). lokasi saya di depok. terima kasih.

  2. Halo Ferry, coba klik link pada posting di atas yang menuju ke posting berjudul Yayasan Bambu Indonesia. Lokasinya di Cibinong, deket kan?

  3. Gimana cara bikin iketan ijuk pada sambungan bambu nya ya ? biar gak keliatan sambungan nya gitu kayaknya.trims info nya .

  4. sambungan bambu pake ijuk oke juga, … tp seringkali jadi sarang debu dan rumah spiderman … yg susah bersihinnya (dari pengalaman pribadi). Mungkin lebih cakep pake tali rotan (spt yg saya praktekkan saat ini)

  5. bener spt rmh idaman sy …. yg begini nie , top .
    makasi dah share , jd makin terinspirasi

    kalo udah jadi rumahnya, kasih tau yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s