Akhirnya.. .. punya waktu buat duduk manis depan komputer dan menuangkan isi kepala supaya nggak kepenuhan…

Aku mau bilangin aja, bahwa teman kantorku ada rencana menikahkan adiknya dan sebagai panitia dia harus bantu mempersiapkan acara… dan aku sendiri harus bersiap-siap dengan prosesi pembangunan rumah… berkenalan dengan penghuni komplek perumahan, selamatan, buat perikatan dengan kontraktor dsb…. teman lain akan mengajak keluarganya ke The Jungle di Bogor…

Semuanya dengan memanfaatkan waktu cuti bersama 8 Februari 2008.  

Sebagian rencana menjadi bubar jalan.

Seminggu ini rasanya kayak roller coaster…  yang kumaksud soal isu batalnya beberapa hari cuti bersama tahun 2008… oleh SK 3 menteri (Menteri Agama, Menteri  Transmigrasi & Tenaga Kerja & Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara) yang dikeluarkan tanggal 5 Februari 2008…  hanya 2 hari menjelang cuti bersama Imlek 2008….  hingga tersisa  cuti bersama Lebaran dan Natal saja…  menjadi salah satu contoh betapa seringnya pemerintah kita berubah pikiran seperti mengganti celana dalam  menari poco-poco …

Bahkan mungkin ganti celana aja nggak sesering itu… 
*oops.. gak boleh buka rahasia ya….*kidding*…
  

Adanya cuti bersama tadinya ditujukan untuk mendongkrak bisnis pariwisata dalam negeri… dan memang benar terjadi sesuai harapan…. bahkan mungkin menghasilkan kualitas yang lebih dari itu karena keluarga dan sanak keluarga memiliki lebih banyak waktu menjalin kebersamaan… 

Tapi ketika begitu banyak banyak perusahaan protes karena biaya lembur justru jadi tambah bengkak,  … pemerintah pun mengeluarkan jurus baru kebijakan perubahan waktu cuti bersama.  

*Bukan karena SK tiga menteri sebelumnya dikeluarkan oleh pemerintahan Mega kan, pak?

Yang disesalkan, mengapa harus mendadak, begitu lho… ketika manusia-manusia yang biasa bekerja sistematis dan terencana harus merubah semua rencana yang telah dibuatnya untuk cuti bersama, menindaklanjuti hingga kemungkinan besar telah ada pengeluaran yang telah terjadi,  meninggalkan kesan yang dalam betapa pemerintah membuat kebijakan tanpa pertimbangan dan perencanaan yang matang.  

Apakah sebenarnya mereka memiliki VISI,  MISI, rencana STRATEGIS yang jelas untuk hari libur nasional, yang layak untuk mendapatkan konsistensi pelaksanaan?

*Bisa jadi kesempatan bagi bapak2 di DPR untuk mengajukan benchmark pelaksanaan libur nasional ke luar negeri nih…

Wah jadi sedikit kepolitik-politikan deh.  Kalo aku nulis ini di jaman Soeharto, mungkin besoknya aku sudah menghilang dari peredaran…

Jadi biar gampang aku buat pernyataan ini saja lah…. : 

Ternyata RAKYAT hanya bisa berencana,  namun hanya MENTERI sajalah yang menentukan…

……………………….

Iklan

5 pemikiran pada “Roller Coaster Cuti Bersama

  1. But anyways, setelah ditelaah lagi (ciee..), the problem is not about banyak libur ato ngga, tapi karena pembatalan yang mendhadhak dari pemerintah yak? Hm..yah, yu ar rait. Pemerintah ga professional. En kalo mau studi banding ke LN ttg libur nasional? oh puhlease,..I really against that. Buang2 duit, ga efisien. They’ve wasted too much money already. Wayy…too much for such unnecessary things. Sekarang kan jamannya teknologi maju. Kalo mau banding2in, kan bisa tukeran info lewat websitenya negara yang (maunya) dikunjungi, kan katanya orang di dpr dah pada punya laptop. Ya dipake dong. Atau kalo mau canggihan lagi, pake video conference, gitu. Sorry kok jadi napsu seh? hehehe..hormonal change nih. 😀
    n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s