Aku bukannya ngomongin soal lukisan pengalih perhatian di badan truk yang bikin ‘kangen istri’, atau warung remang-remang yang full dangdut dan goyangannya yang menggoda iman (dan imin)…

pantura1.jpg

Seperti yang kuingat, jalur pantura adalah jalan terpendek yang menghubungkan akhir tol Cikampek hingga kota Cirebon, yang merupakan jalur favorit truk-truk besar (yang kumaksud, truk dari yang ukuran pickup hingga tronton)  pengangkut komoditi penggerak ekonomi riil (kedengerannya smithsonian banget nih…)

Sebagaimana sifat manusia yang cenderung lembam…  setelah melewati jalur tol dengan kecepatan tinggi, biasanya sopir enggan mengurangi kecepatannya di jalur pantura. 

Semua ini karena jalur pantura memiliki kemiripan dengan jalur tol :

  • lurus,
  • lebar (2 jalur untuk satu arah), dan
  • agak-agak sepi.  

Itu semua membuat sopir lupa bahwa jalan pantura BUKANlah jalan tol!

Kayaknya aku lupa sesuatu… apa ya..??

“Kayaknya aku lupa sesuatu… apa ya…??” 

Di kiri kanannya ada rumah penduduk, sekolah, pasar, pesantren, rumah makan, bengkel, kantor dsb.  Walaupun kadang-kadang diselingi sawah, kebun dan pepohonan. 

Intinya, jalan pantura juga digunakan oleh motorbikers, pengguna sepeda, becak, pendorong gerobak, tukang bakso dorong, dan pejalan kaki yang mau menyeberang. 

Tapi sopir kendaraan yang kebanyakan berupa truk besoar dan bis beraneka ukuran ini biasanya lupa untuk mengurangi kecepatan hingga di bawah 60 km/jam sebagaimana layaknya jalan bukan bebas hambatan.  Malah, biasanya tidak kurang dari 100 km/jam!

Awas ada truk datang!

Untuk memotret truk di depan, aku sudah harus siap dengan telunjukku sebelum dia muncul di horizon. 

Karakter lalu lintas  kendaraan di jalur pantura:

  • kecepatan kendaraan berada di kisaran 100 km/jam (motor pun akhirnya jadi ikut-ikutan karena seperti dikejar-kejar mobil di belakangnya)
  • untuk menyalip, gunakan jalur sebelah kiri (truk/bis besar nggak kan mau menyerahkan tempatnya di jalur kanan).  Seperti ketika mobil yg kutumpangi kulonuwun mau izin duluan:

menyalip-dari-kiri.jpg

  • untuk memutar arah, harus super waspada dan kasih sinyal dari jauh-jauh hari
  • pejalan kaki/motor yang mau menyeberang jalan perlu waktu hingga 30 menit untuk menunggu kesempatan yang cukup aman
  • Malam hari yang gelap bukan alasan bagi kendaraan2 yang numpang liwat itu untuk mengurangi kecepatan.

tanpa-lampu-jalan.jpg

Dari semua gambar di atas, pernah kelihatan ada tiang lampu jalan nggak? 

Nggak heran, jalur ini merupakan lokasi favorit terjadinya kecelakaan, hingga menewaskan korbannya.  Coba lihat berita-berita berikut ini:

www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/042007/05/0304.htm

http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=43521

Walaupun humas dari Dirjen Prasarana Wilayah Tengah I telah mencanangkan zero pot hole, yang akhir tahun kemarin baru dikebut dalam rangka menyerap anggaran tahun 2007.   

http://www.pu.go.id/humas/tanggapan/tg-3007031.htm

Tapi penerangan jalan belum sekali pun disebut-sebut!

Aku tak heran penduduk yang  berdomisili di kiri-kanan jalan kena depresi sehingga beberapa kali aku menemukan orang tanpa busana sedang melenggang di jalan.

<sorry pict is banned hehehe… maunya!>

Karena bahaya selalu mengintai mereka. 

Saat kami melakukan perjalanan ke Kuningan akhir tahun lalu, beberapa kali kami menemukan kecelakaan terjadi. 

Oleh karena itu aku mendedikasikan posting hari ini untuk memperingatkan pejabat berwenang agar menjaga keselamatan rakyat.  Bila perlu, jalur Pantura dijadikan jalan tol sekalian.  Tapi jadinya harus dibangun jalur baru untuk kendaraan non roda 4 juga sih…

Alternatif lebih murah, perbanyak rambu-rambu peringatan bagi sopir untuk memperlambat laju kendaraan mereka.

“NgEBuT beNjOl!”

“Biar Lambat Asal Selamat”

“Alon-alon asal kelakon…”

“Ingat keluarga di rumah… Mbok ya ingat juga keluarga korban tabrakan kemarin..”

Dst. 

Tentunya dengan do’a, mudah-mudahan pantai utara pulau Jawa tidak cepat-cepat berkurang luasannya, akibat air laut yang meninggi sebagai efek global warming.

Iklan

15 pemikiran pada “Bahaya di Jalur Pantura

  1. blogger ini pasti sedang lucu – lucunya, informasi ini setidaknya mengingatkan untuk hati2 di jalan, bukan hanya di pantura.. kalau rambu2 lengkap pun, tak ada jaminan bahwa jalan yang dipergunakan itu karakteristiknya sudah memenuhi standar.

  2. Semoga yang berwenang dan berkompeten melakukan perbaikan alias pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi penduduk dan pengguna jalur pantura ini. Amin.

  3. jalur pantura sangat berbahaya, klo mo nyebrang saya harus nunggu 30 menit,itupun klo beruntung. biasa nya saya memanggil tukang becak untuk menyebrangi saya. saya banyak dengar keluhan masyarakar yang setiap hari ada saja kecelakaan.. dan klo macet bisa berjam jam menunggu kendaraan yang kecelakaan diefakuasi. debu,keringat bercampur asap dari mobil2 besar.
    bagi pemerintah mohon ini diperhatikan, karna nyawa di jalur pantura seperti tidak ada harga nya. kasihan masyarakat cikampek, khusus nya yang bermukim di jalur pantura.

    1. Begitu ya Re…? *elus-elus dagu*
      Apa yang bisa kita lakukan sebagai blogger/facebooker? Hmmm gimana kalo gini:
      Bikin cause di facebook, lalu setelah dapat cukup anggotanya, minta wartawan detik untuk memuat ceritanya supaya bisa mendapat bantuan pemerintah.

  4. ya mas lebih baik seluruh jalur pantura terutama dari merak pol semarang diubah jadi tol saja.kan enak dinas pu bina marga gak perlu repot beli pekarangan,nguruk,ngaspal dll.tinggal kasih pintu gerbang,jembatan penyebrangan,pasang pager dah beres.urursan spd motor,becak,spd pancal,dokar,andong lain lagi urusannya.

    1. Mei 24, 2009 pada 12:34 pm

      Komentar anda sedang menunggu moderasi.

      ya mas lebih baik seluruh jalur pantura terutama dari merak pol semarang diubah jadi tol saja.kan enak dinas pu bina marga gak perlu repot beli pekarangan,nguruk,ngaspal dll.tinggal kasih pintu gerbang,jembatan penyebrangan,pasang pager dah beres.urursan spd motor,becak,spd pancal,dokar,andong lain lagi urusannya.
      Balas

  5. hampir pasti 2 mgg sekali aku pulang kampung ke pekalongan (kurang lebih 7-8jam perjalanan, bila lancar) melewati jalur pantura, miris kalo pas ketemu sopir yg sangat “lincah” mengendara bus-nya, ada sepeda/becak/motor yg berjalan lambat di lajur kiri, tetep aja nyalip dari kiri dengan ‘haigspid’. kadang aku se7 kalo jalan pantura dalam keadaan tidak mulus karena mereka (para sopir) enggan untuk berkecepatan di atas 60km/jam, tapi terasa mual di perut, jadi bingung juga…
    harapanku semoga jalan bebas hambatan yang hanya bagi kendaraan roda 4 atau lebih, yang saat ini jasamarga sedang menggarap proyek jalan itu di ruas kanci, cirebon-pejagan, brebes segera rampung dan menyambung ruas cikampek/sadang-palimanan, agar kecelakaan2 di jalur pantura bisa terkurangi, semoga…

    1. Kita semua berharap selamat, jangan sampe ada lagi kecelakaan ya mas Anto.. iya deh kita doakan juga proyeknya cepat selesai dengan baik dan berkualitas, amin.

  6. sy kalo mau kecirebon biasanya udah stres duluan, secara suami kalo bawa mobil suka ikutan ngebut strus lawannya gede2, banyak motor, becak, pasar, wah pokoknya ngilu deh ngebayanginnya.. makanya kadang saya suka cari alasan supaya lewat jalur subang aja, jalanya berliku2 jadi banyak alasan supir untuk ngerem :D.. tapi sebenarnya enak kok lewat pantura asal yang para pengendara membawa kendaraannya dengan beradab..

    1. Terakhir kali saya lewat jalur Cikamurang adalah bulan lalu, jalanannya sudah jelek sekali di kebanyakan ruas. Perjalanan jadi terasa lamaaa sekali 😦

  7. bagi warga jakarta yang akan mudik kaya saya gini, kayanya jalan ini adalah jalan yang akan selalu dikangeni ( bagi yg kangen ), karena jalur ini mempunyai cerita yg unik.
    Macet …………….kita ………..ngeluh, lancar…………..juga ……..ngeluh.

  8. nyaman banget jalan di pantura. asal perhatikan depan belakang samping sih aman aman aja.

    ok 🙂 nanti bakal lebih nyaman lagi setelah jalan tol cirebon – Semarang selesai ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s