++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 
*Shout Out!*
Terlepas dari bencana di Tawangmangu-Karang Anyar yang terjadi selepas bupati Rina Iriani pesta Campur Sari nonstop 33 jam 33 menit 33 detik untuk mencatatkan rekor MURI,  dia tetap pahlawan untuk rakyat Karang Anyar.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sulit dipercaya, dihantam ancaman banjir dengan siklus yang makin singkat, rekan kerja yang satu ini masih saja bertahan. Rumahnya di wilayah Cipondoh Tangerang perumahan Poris Indah.  Setiap kali Jakarta dan Bogor hujan, dia langsung sport jantung.   Bukan itu saja, dia juga jadi sering izin dari kantor karena harus berjaga-jaga di rumahnya.

Bila aku tanya, sampai kapan dia akan bertahan terus di rumah itu, dia selalu berkilah apa saja.  Nampaknya sudah benar-benar cinta mati dengan rumah dan lingkungan rumahnya.  Dengan tetangga sudah seperti saudara dekat.  Mungkin pindah rumah tidak pernah terlintas dalam pikirannya. 

Ketika siklus banjir Jakarta masih 5 tahunan, dia berpikir : 

“Ah, hanya terjadi 5 tahun sekali ini.  Memang sudah waktunya mengganti perabot, supaya baru terus.  Lagipula ada proyek Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat.”

Ketika siklus menjadi 1 tahunan, dia berpikir:

“Setahun sekali, mungkin sudah waktunya meninggikan lantai rumah dan membangun lantai 2.  Lagipula proyek BKT dan BKB masih diteruskan… (eh, masih nggak ya?)”

Ketika genangan air banjir makin tinggi dan siklus banjir mendekati bulanan:

“Aku akan bertahan di sini bersama keluarga si itu, si ini, si atu, otu, oji dan uji yang masih juga bertahan.  Mereka saja bertahan masak aku nggak.  Lagipula nggak ada duit untuk pindah.”  Iya, uangnya habis untuk ganti perabotan tiap tahun!

Sudahlah bu, kubilang… mau sampai kapan ibu bertahan seperti ini..  tinggi lantai rumah balapan dengan tinggi genangan air.  Tahun ini segini, tahun depan bayangkan sudah segimana.  Untuk evakuasi pun tidak segampang itu, para penolong dengan rakit kadang nakal mengkomersialkan jasa bantuan dengan imbalan yang tidak sedikit.  Mau berharap banyak terhadap pemerintah untuk memperbaiki sistem penanganan banjir pun mustahil.    Setidaknya ada usaha dari diri kita sendiri untuk tidak terancam kebanjiran, begitu kan harusnya?

Dia masih menggeleng, kini agak bimbang. 

Aku meneruskan:  Bila ibu masih berpikir mengenai tempat pindah, ibu bisa pindah ke rumahku yang kosong di daerah Cibinong.  Boleh dibayar kapan saja, asal dibayar.  Luas tanah 114, bangunan 36, sudah ada pagar belakang dan keliling rumah,  kitchen sink.  Tetangga di perumahan juga sudah penuh.  Cuman 97 juta nego.  SHGB.  Bukan rumah sengketa.  Lokasi strategis sekali di jalan besar PEMDA BOGOR.  Dekat Rumah Sakit, Kantor TELKOM, PAM, POS, Bank Jabar, Alfamart, Indomart, lapangan olah raga, lapangan sepakbola, pasar kaget PEMDA tiap hari minggu.  Udara masih segar tanpa polusi.  Mau?

Dia tertawa.  WOOOOOOOOOOOI serunya, BILANG AJA MAU JUALAN RUMAAAAH!   

Whatever…..  I’m just trying to help here, lady!   :p  Btw opsi ini terbuka untuk siapa saja yang berminat, kontak aku via blog ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s