Bila ingin sesuatu dibicarakan, serahkan pada lelaki.  Namun bila ingin sesuatu dilakukan, serahkan pada perempuan.  Kalimat ini diquote dari sang wanita besi mantan PM Britania Raya Margaret Tatcher yang dimuat sebulan lalu di Koran Tempo.  Memang kedengaran ekstrim.  Tapi tak hanya satu yang berpendapat begitu, contohnya ibu Megakarti dari Republik Mimpi yang selalu berkomentar, “Itulah akibatnya kalau presidennya laki-laki.”  Yang menulis skript acara itu Efendy Gazaly dan Jarwo Kwat cs yang jenis kelaminnya laki-laki.  Jadi, pasti ada lebih banyak lagi yang berpendapat sama.

Jadi tak heran kalau aku lebih banyak ngomong tentang hal-hal yang praktis di blog daripada sesuatu yang berupa konsep abstrak.  Mungkin karena aku perempuan.  Lha iya.  Sudah jelas toh.  Aku sudah melahirkan anak dua. Mudah-mudahan, berbicara mengenai hal praktis sudah bisa diartikan sebagai mampu-implementasi.  Amin.    Maksa! hihihi  :p

Tapi bukan berarti aku juga nggak senang berpikir lalu menulis secara melantur, karena proses melantur bagiku bagaikan peziarah sedang mencari petunjuk.  Bila lanturan sudah ketemu pada suatu titik, biasanya ide2 banyak bermunculan.  Namanya cara berpikir di luar kotak. 
Rasanya ada banyak contoh ngelantur di blog ini yang tidak perlu kujelaskan lagi.  Dari titelnya saja, orang sudah (tidak) bisa menduga bakal mendapat apa.   Aku sendiri kadang terkejut kok.

Huh? Hihihihi..

Dear friends, mudah-mudahan kalian tidak keberatan kalo aku banyak nulis sesuatu yang nggak worth to read di sini. Blog ini bagaikan jurnal harian buat mencari dan mencatat ide, jadi kayak ilmuwan di film2 yang mencatat perkembangan penelitiannya dari hari ke hari gitu loh. 
Aku mo ngomong apa yah… kok jadi ngelantur heheh…

O iya, boleh nggak aku nulis posting kali ini untuk ngasih contoh bahwa untuk nulis blog nggak perlu punya tema yang berat dan ditulis dengan bahasa yang sok jaim?

Boleh nggak?

Wah.. udah terlanjur di posting…. :p

3 pemikiran pada “Addicted to Blog

  1. kenapa tidak Di? sebenarnya, justru aku iri banget. aku ~selalu saja~ gagal untuk menulis apa adanya. aku pengin menulis dengan lugas, tanpa pernah berfikir, orang akan berfikir bagaimana …

  2. @Listiana:
    Tks sista.

    @Moumtaza:
    Yah… rasanya ‘topeng’ itu agak susah untuk ditanggalkan, tapi percayalah, setelah topeng itu tanggal, kita pun jadi merdeka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s