Lagi2 ngomong soal manfaat blog, aku jadi punya ide untuk membawanya ke level selanjutnya:

Kalo aku jadi manager SDM, aku akan mewajibkan semua orang di unit bisnis yg kulayani untuk nulis blog. 
Ini berdasarkan asumsi bahwa Sumber Daya Manusia merupakan asset perusahaan yang utama. 
Semua orang tahu, orang yang diterima sebagai karyawan TLKM bukan orang sembarangan, paling tidak semuanya telah lolos beberapa tahap seleksi.  Bila seluruh karyawan yang kompeten ini diwajibkan untuk menulis pemikirannya mengenai perusahaan, kira-kira apa yang akan mereka sampaikan ya? 
Bila trendnya sekarang bahwa Knowledge pun merupakan Asset Perusahaan, maka knowledge yang dimiliki oleh keduapuluh lima ribu orang karyawan TLKM juga merupakan asset utama.

KAMPIUN yang ada sekarang khusus untuk tulisan serius, orang jadi agak segan dan kurang santai.  Tulisan diblog bisa saja serupa obrolan di warung kopi, bisa ngalor ngidul bisa juga serius kalo mau.  Mailing list yang disediakan perusahaan juga kadang dibanjiri berita yang belum tentu kita semua mau terima.  Lain halnya dengan blog: orang bisa memilih untuk membacanya/menerimanya melalui RSS Feed atau tidak, tanpa harus rugi kuota memory mailboxnya.

Kalo nama domain telkom.us ini masih dibiayai mas Koen dari kantong pribadi, maka aku rekomendasikan di sini untuk dibeli oleh kantor perusahaan, senilai berapa mas? 100juta? Tinggal sebut aja… hihihi.  Aku juga gak keberatan diangkat jadi manager Blog Content Development di HRC…  di acara ‘ngimpi kali yeee….’ :p

Mereka bebas bisa curhat tentang kantor, tentang organisasi, tentang mutu layanan HR, mereka bisa ngomong sepuas2nya di situ.  Karyawan lain juga bisa memilih untuk membaca blog karyawan manapun yang menjadi favorit mereka sekaligus terpacu untuk menghasilkan tulisan yang bisa dijadikan buah bibir yang lain.
 
Sebagai manager SDM, aku akan diuntungkan karena aku akan dibisakan berinteraksi langsung dengan kastamerku: mendeteksi kebutuhan2 layanan SDM agar aku bisa melakukan tindakan antisipatif sebelum meledaknya bom waktu. 
Tidak perlu ada aplikasi SKI Online atau Penilaian Kompetensi Online, karena aku bakal bisa langsung menjaring siapa2 saja yang punya kompetensi tinggi : yang tulisannya berbobot,  lalu dicross check dengan performansi lapangan mereka (catat : bukan SKI lho) dengan cara langsung tanya atasan langsungnya, berhubung ada banyak orang yang  NAWO (No Action Write Only).
Aku bakal bisa mengetahui siapa orang yang benar-benar kompeten dalam pekerjaannya, seberapa dalam wawasannya, seberapa jauh minatnya/tidak berminatnya terhadap jabatannya sekarang.  Bila beruntung mungkin aku bakal bisa menjaring kasus2 disiplin pegawai tanpa harus nungguin mereka langsung on the spot.
Aku juga bakal bisa mengetahui mana yang cukup sibuk dengan pekerjaannya, mana yang enggak.  Yang enggak sibuk kemungkinan besar blognya diupdate tiap hari.  Kayak aku akhir2 ini.  Hihihi… 

Di antara karyawan selalu saja ada satu dua yang vokal, dan bila aku udah capek melayani mereka, aku akan bisa bilang : “Pak/bu, gimana kalo kalian tulis di blog aja semua yang ingin anda sampaikan. Supaya bapak/ibu nggak salah omong, dan saya juga bisa merenung dan mempertimbangkan kalimat2 anda secara lebih tenang setelah dapat saya baca nanti?”  Gimana? Asyik kan?  Lalu aku tinggal menuliskan tanggapanku diblog juga.    

Ngomong2, kenapa nulis blog ini nggak dijadiin kewajiban karyawan TLKM semuanya aja ya?  Di kantor Area Network Divisi Infratel, setiap personil yang melakukan pemeliharaan perangkat atau melakukan penanganan gangguan atau apapun diharuskan mengisi logbook dan checklist.  Tanpa ada entrian pada logbook, maka tidak ada bukti bahwa pekerjaan telah dituntaskan.   Nggak main2, ini sudah masuk jaminan ISO kita loh.

Aku mulai heran, kenapa cuman personil area aja yang diharuskan ngisi logbook.. Mustinya semua karyawan termasuk bidang support dan management  diharuskan bikin logbook masing2, minimal harian, untuk memerinci  setiap pekerjaan yang telah dilakukannya pada hari itu. 

Bawahan bisa mengecek apakah atasannya juga bekerja atau hanya hahahihi.   Atasnnya apa lagi, memang sudah kewajiban untuk mengecek progres pekerjaan bawahannya.

Tidak ada entrian logbook bisa dianggap dia tidak bekerja, karena tidak ada catatan sama sekali.  Padahal suatu pekerjaan yang belum tuntas mungkin sudah mencapai progres sekian persen, hanya saja kronologisnya tidak pernah tercatat.

Aku serius mengenai menyarankan semua orang untuk menulis.  Orang kita terus terang banyak yang cerdas dan punya banyak ide, hanya kurang terlatih menuangkannya di kertas.  Persaingan dalam industri telekomunikasi hanya bisa bertahan melalui inovasi-inovasi teknologi, dan ini berarti harus ada banyak karyawan TLKM yang mampu menuangkan inovasi-inovasi ini dalam risalah yang runut sistematis.   Jadi, mulailah menulis.  Menulis apa saja.  Menulis akan membuat cara berpikir kita menjadi sistematis.  Setelah mampu berpikir sistematis, kita akan mampu berkomunikasi efektif.  Sebagaimana kata seorang bijak:  komunikasi yang baik berarti telah menyelesaikan separuh pekerjaan.

Selanjutnya, kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan.

Nantinya, bila cara berpikir sistematis dan komunikasi efektif di antara karyawan TLKM ini telah membudaya, maka aku akan mengusulkan untuk mengganti pernyataan misi TLKM  dengan kalimat sederhana ini:

“TELKOM: effective (tele)communication

Yeah, satu ide mulai terbangun nih.  Ide selengkapnya mungkin aku akan tulis untuk KAMPIUN.  Sapa tahu nanti ada pihak yang punya power kebeneran baca, dan jadi berminat mengimplementasikan ide ini.
 
Let’s dream a little more! 

Yuuuuuk…  :p

Iklan

4 pemikiran pada “Blog: The Next Level

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s