Mengejar kembali hipotesa sebelumnya bahwa blog bisa digunakan untuk obat penyakit kanker, dan bisa disejajarkan dengan antioksidan dan anti radikal(isme) bebas lainnya.

Bicara soal sehat, sudah tidak bisa dipisahkan lagi antara fisik dengan mental.  Semuanya sambung menyambung, holistik, antara fisik-mental-emosi-spiritual.  Bila fisik sakit, misal ketabrak motor lalu lumpuh, maka mental dan emosi bisa terganggu, apalagi bila orangnya tidak sabar dan tawakkal.  Bila mental/emosi/spiritual yang lebih dulu terganggu, maka fisik akan menanggung akibatnya walaupun dalam jangka yang lebih panjang.  Beberapa penelitian mutakhir menyebutkan bahwa kanker disebabkan juga oleh depresi berkepanjangan.

Blog ini hebat.  Media yang bebas untuk dibaca, ditanggapi, dibookmark atau tidak sama sekali.  Orang yang menulisnya bisa mengumumkan pada dunia apa yang dipikirkannya atau dikeluhkesahkannya, walaupun bisa jadi hanya sebatas ilusi.  Maksudnya, iya kalo ada blogger lain yang baca.  Itu saja sudah cukup.  Apalagi kalau ada yang menanggapi tulisannya, kesehatannya bisa langsung meningkat sekitar 20%.  Ini angka kira-kira aja, tapi boleh juga dijadiin judul TA buat anak informatika atau kedokteran holistik hehe.

Selama ini bila ketemu orang yang selalu berkeluh kesah sepanjang hari, capek juga kan dengernya.  Mending kalo bisa bersabar dengernya, nah kalo kita sendiri juga lagi punya masalah, tangan rasanya udah gatel aja pengen nabok.  Nah, disini blog berperan sebagai anti radikalisme hehe.
Langsung aja tawarin si orang itu nulis blog.  Dijamin, dia bisa curhat sepuas-puasnya tanpa bikin panas kuping orang.  Dia jadi sehat, orang lain di lingkungannya juga jadi tidak terganggu kesehatannya.  Di sini, blog bisa jadi obat penenang. 

Blog ini bisa digunakan juga sebagai pengganti kebutuhan konsultan perkawinan, alias menjadi media murah untuk komunikasi suami istri yang mampet.  Kalo udah hampir berantem, mereka bisa sepakat untuk gencatan senjata dan mengumumkan ini saatnya untuk nge-blog.  Nanti si suami bakal ngintip blog istrinya dan sebaliknya. Akhirnya mereka saling tahu kemauan masing-masing, lalu mudah-mudahan ceritanya happy ending.
Jadi bisa disebut obat anticerai juga… hahaha….

Ah, apa lagi ya? Tambahin dong!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s